Percintaaan Seorang Ketua BEM

Percintaaan Seorang Ketua BEM
Bunga Baby Breath


__ADS_3

Keisya menatap buket bunga baby breath di tangan nya. Bunga baby breath yang kata nya melambang kan cinta sejati yang tidak berakhir. Entah Kevin mengetahui makna dari bunga itu atau tidak.


"Meleyot deh sohib gue di sogok begituan."


Keisya menghela napas nya pelan, "Ayo ke kos lo."


Sesampai nya di kos Vina, Keisya menduduk kan diri nya di karpet bulu yang ada di kamar kos sahabat nya itu. Keisya mengamati buket bunga yang ada di hadapan nya.


"Di liatin aja tuh bunga. Bilang makasih dong sama yang ngasih."


Keisya menatap Vina sekilas kemudian kembali menatap buket bunga yang di titip kan Kevin pada Riyan. Ada sebuah kartu yang terselip di buket itu. Keisya dengan lembut mengambil dan membuka kartu itu.


Untuk BbyKei nya Rendra.


I'm Sorry, don't leave me. I want you still with me.


"Ck. Ini mah lirik lagu." gerutu Keisya kecil.


Keisya kembali menyelip kan kartu itu ke buket bunga. Gadis cantik itu kemudian meraih handphone nya yang ia simpan di dalam tas. Kontak dengan nama Rendra yang ia sengaja sematkan ia ketuk dengan pelan hingga membuat nya menuju ke room chat nya dengan Kevin.


Pesan Keisya yang kemarin hanya centang satu kini berganti menjadi dua centang biru. Itu arti nya, Kevin sudah membaca pesan nya tanpa membalas pesan nya.


Keisya Calief : Bunga nya udah aku terima. Makasih buat bunga nya, Ren.


Keisya hanya mengirim kan pesan itu pada Kevin. Ia tidak akan berharap Kevin membalas pesan nya atau tidak. Inti nya ia sudah berterima kasih atas apa yang di kirim kan Kevin.


"Jam tangan yang waktu itu lo beli udah lo kasih ya? Gue liat di instastory nya Kevin dia udah make tuh jam tangan soal nya."


Vina duduk di samping Keisya dengan membaca novel yang hendak ia baca.


"Belum. Jam yang dia pake itu yang dari Sindi."


"WHAT?" pekik heboh Vina ketika jawaban Keisya sukses membuat nya tercengang. "Lo serius Kei?" tanya Vina memasti kan.


"Ngapain gue ngada ngada sih, Vin?"


"Kata nya tuh hadiah dari Sindi mau di balikin. Ngapa malah jadi di pake sama dia?"


Keisya mengangkat bahu nya acuh. "Mana gue tau?"


"Dia gak cerita sama lo?" tanya Vina lagi.

__ADS_1


Keisya mengambil napas nya dalam kemudian mencerita kan apa yang sebenar nya terjadi semalam. Mulai dari Keisya yang krisis ke percayaan diri karena omongan netizen waktu itu, hingga ia menyusul Kevin ke kampus untuk menyelesai kan masalah mereka namun Kevin nya malah tidak ada di sana.


"Kei, soal cowok yang sama lo waktu di rumah kanker bakal lo ceritain ke Kevin gak?" tanya Vina hati hati.


"Gue gak tau, Vin. Lagian gue cuman ketemu dia sekali itu doang. Gue juga gak minat ketemu dia lagi."


"Apa cowok lo gak naik darah denger lo gabung sama cowok cowok asing waktu di rumah kanker itu?"


Keisya mengangkat bahu nya pelan. "Gue gak tau, Vin. Lo tau kan selama di kampus aja gue jaga jarak sama cowok cowok yang sekelas sama kita. Gue cukup tertutup sama cowok lain selain Kevin. Gue selalu membatasi hubungan gue sama cowok lain karena gue gak mau ngelukain perasaan nya Kevin, Vin. "


"Nah itu." kata Vina tiba tiba. "Gue shock banget waktu lo ceritain soal cowok yang di rumah kanker itu. Kok bisa lo akrab gitu sama si Ariel, Ariel itu?"


"Mungkin karena waktu itu gue lagi gak dalam mood yang baik kali ya. Jadi gue gak mikirin lagi gimana perasaan cowok gue kalau sampe tau gue akrab sama cowok lain."


***


Kevin selalu melirik ke arah jam tangan yang melingkar di tangan kiri nya. Ia sudah bosan dengan acara yang ia hadiri saat ini. Lagi pula kenapa dadakan sekali mengundang nya. Jika saja bukan Dekan Fakultas yang meminta nya menghadiri acara itu langsung, mungkin Kevin akan meminta salah satu anak anak organisasi nya untuk menjadi perwakilan.


Setelah berbagai macam runtutan kegiatan, akhir nya acara itu selesai di kisaran pukul 15:00 sore. Kevin bergegas ke luar ruangan dan kembali ke fakultas nya.


"Riyan mana?" tanya Kevin yang baru masuk ke dalam ruang sekretariatan.


Kevin tersenyum tipis pada Sindi yang mengatakan itu. Kevin bertos ria dengan Sindi, Devan, dan juga Andre yang kebetulan masih di sana. Kevin kemudian mengambil posisi duduk di samping Andre.


"Gimana acara di rektorat?" tanya Andre penasaran.


"Iya gitu, Bang. Ngebosenin."


Andre tergelak kecil, ia menyodor kan segelas air putih oada Kevin. "Nih minum dulu."


"Makasih, Bang."


Kevin meminum minuman yang di sodorkan Andre hingga tandas. Ia meletak kan gelas itu di meja. "Riyan mana?" tanya nya lagi.


"Ada urusan di bagian keuangan, Vin." jawab Devan.


Kevin mengangguk kecil. "Gimana persiapan kegiatan Sin, aman?" tanya Kevin pada Sindi. Secara kan, Sindi adalah sekretaris kegiatan nya. Tentu saja Kevin menanya kan itu pada Sindi.


"Aman, Bang."


"Nice, lanjutin sampe selesai Sin."

__ADS_1


"Siap." jawab Sindi mantap di sertai dengan senyum nya yang sangat manis.


Kevin mengambil ponsel nya yang ia letak kan di saku kemeja. Ada satu pesan dari pacar nya itu. Ia baru mengetahui nya sekarang, karena dari tadi ia mengaktif kan mode hening selama mengikuti acara do rektorat.


BbyKei : Bunga nya udah aku terima. Makasih buat bunga nya, Ren.


Kevin tersenyum tipis membaca chat itu.


Kevin Narendra : Maaf ngasih nya lewat Riyan ya? Aku tadi harus ke rektorat buat ngehadirin acara.


Kevin sebenar nya sangat ingin menemui Keisya sekarang, namun setengah jam lagi ia harus menghadiri rapat kegiatan. Kegiatan mereka semakin dekat, maka dari itu rapat mereka harus berjalan intensif. Dengan rapat intensif saja kadang kadang masih ada celah di kekurangan kegiatan. Apa lagi jika mereka tidak melakukan rapat intensif, bisa kacau semua persiapan.


Ting.


Ada notif baru yang masuk di handphone nya.


BbyKei : Iya gak papa, Ren.


Kevin Narendra : Nanti malem sibuk gak? Jalan jalan sama aku yuk. Aku beres rapat sekitar jam 20:00 paling lama. Gimana, kamu bisa?


Kevin memperkira kan rapat akan selesai sekitar jam 20:00 paling lambat. Setelah itu ia langsung saja tancap gas ke rumah pacar nya. Masalah hubungan mereka harus segera di selesai kan.


Ingat ya. Masalah nya yang harus di selesai kan. Bukan hubungan nya.


Satu pesan kembali masuk ke handphone nya.


BbyKei : Iya, ayo.


Kevin Narendra : Jangan dandan ya By. Aku gak mau kamu di liatin cowok cowok lain.


.


.


.


...Bersambung.......


KIRA KIRA PEMBACA ADA GAK YANG PUNYA PACAR MODELAN KEVIN?


DIA POSESIF KE PACARNYA TAPI DIA SENDIRI MALAH TERBAR SENYUMAN KE TEMEN CEWEKNYA! KALO ADA YANG PUNYA PACAR KAYAK KEVIN, KOMEN YAH AUTHOR PENGEN NANYA NANYA GIMANA RASANYA PUNYA PACAR MODELAN KEVIN😁

__ADS_1


__ADS_2