
Keisya tiba-tiba tersenyum penuh arti. Vina mengernyit melihat Keisya. "Kenapa lo?" tanya Vina takut-takut.
"Dia cuman di anter jemput sama Kevin tiga minggu. Sedang kan gue udah dapetin itu selama 5 tahunan dari Kevin. Apa yang dia dapetin sekarang dari Kevin udah gue dapetin dari dulu. So, gue gak perlu bersaing atas apa pun yang udah gue menangin dari awal."
"Cerdassss!" puji Vina bangga.
Vina mengedip kan sebelah mata nya pelan. "Lo badas banget kalau lagi mode kayak gini Keisya."
"Gitu dong. Lo harus bangga sama diri lo sendiri." ucap Vina lagi.
Vina menatapi Keisya intens. "Lagi pula, lo tenang aja Kei. Sebanyak apa pun orang-orang yang berusaha merusak hubungan lo sama Kevin, masih ada banyak orang yang berusaha membuat hubungan lo sama Kevin baik-baik aja."
"Lo salah satu nya?" tanya Keisya memasti kan.
"Exactly."
***
Kevin menghempas kan tubuh nya ke sofa panjang yang ada di ke sekretariatan. Cowok itu rebahan dan meletak kan salah satu tangan nya menutup mata. Kevin masih memikir kan tawaran yang di berikan Kaprodi nya mengenai Presiden Mahasiswa.
"Lagi pusing lo?"
Kevin mengenali suara Devan yang menanyakan keadaan nya. Kevin mengangguk lemah tanpa mengubah sedikit posisi nya.
__ADS_1
"Kenapa lagi, Vin?"
"Gue di tawaran naik ke lingkup fakultas," jawab Kevin pelan.
Devan terdiam mendengar ucapan Kevin. "Maksud lo, lo bakal nyalonin diri jadi Presiden Mahasiswa?" tanya Devan hati-hati.
"Gue belum bisa mastiin apa-apa, Van."
"Kenapa?"
"Gue gak niat naik jadi Presiden Mahasiswa."
"Kenapa?" tanya Devan lagi.
"Cewek lo gak mau lo naik jadi Presiden Mahasiswa emang?"
Kevin mengangkat bahunya acuh. "Gak tau gue, Van."
Devan menepuk pelan kaki Kevin yang bisa ia jangkau. Ia mengerti posisi Kevin sekarang ini. Cowok itu pasti bingung mengambil keputusan.
"Jujur deh Vin sama diri lo sendiri. Lo tanya sama diri lo sendiri. Lo mau gak jadi Presiden Mahasiswa?" tanya Devan lagi.
"Gue,,,, mau sebenernya. Tapi, gue gak mau hubungan gue sama cewek gue berantakan."
__ADS_1
"Omongin baik-baik sama dia, Vin. Omongin dari hati ke hati. Bilang ke dia kalau ini salah satu keinginan lo. Gue yakin dia ngerti. Apa lagi kayaknya Keisya itu selalu berhasil membuat lo takluk tanpa mengikat lo dengan erat."
Kevin tersenyum kecil mendengar penuturan Devan. "Gue emang selalu takluk sama semua yang ada di dia Van. Cewek gue yang terbaik."
"Vin, coba deh lo buka akun @lanturskyuniversity," kata Devan tiba-tiba.
"Ngapain? Males gue buka akun gosip kampus."
"Lo harus liat dulu, njirr."
"Males, Van."
"Lo masuk lamtur kampus, Kevin Narendra."
"Kok bisa gue masuk lamtur?" tanya Kevin pada Devan.
"Ya mana gue tau, mungkin itu karena lo berangkat bareng Sindi. Coba aja lo liat di handphone lo." jawab Devan.
Kevin pun mulai merogoh saku nya untuk mengambil handphone nya. "Arghhh. Sialan, ini pasti Keisya liat," gumam Kevin yang masih bisa di dengar oleh Devan. Devan hanya menatap Kevin sekilas.
...BERSAMBUNG.... ...
SORRY YA GUYS BARU SEMPET UP SEKARANG🤧🤧🙏🙏
__ADS_1