
Ada nada ke khawatiran yang di tunjuk kan Kevin. Meski mereka hanya terhubung lewat sambungan telepon, Keisya tetap bisa menangkap suara ke khawatiran itu dari Kevin.
Kevin : Byy, heii. Jaringan aku yang gak stabil apa emang suara kamu yang gak ada sih?
Bukan nya menjawab, Keisya malah menitik kan air mata nya mendengar Kevin yang semakin khawatir. Keisya tau seberapa sayang nya cowok itu dengan nya, namun kenapa Keisya selalu saja terpengaruh oleh pandangan pandangan orang luar.
Kevin : Kamu di rumah kan? Mau aku samperin, heum? Ceritain depan aku langsung biar bisa aku peluk.
Keisya menghela nafas nya pelan.
Keisya : Aku gak papa, Ren. Aku sambil ngerjain tugas mangka nya aku diem.
Kevin : Kamu nangis?
Keisya memejam kan mata nya mendengar pertanyaan Kevin. Apa suara nya sangat menunjuk kan jika ia habis menangis?
Keisya : E-enggak kok. Siapa yang nangis?
Kevin : Nangis kenapa?
Keisya : Gak ada yang nangis, Rendra.
Kevin : Bohong.
Keisya memijit kening nya yang sedikit berdenyut.
Keisya : Kamu lagi di mana? Kok suara nya ribut banget sih?
Keisya berusaha memancing Kevin untuk mengalih kan topik pembicaraan mereka.
Kevin : Mau aku bawain apa? Aku ke rumah kamu ya?
Keisya : Aku nanya apa kamu jawab nya apa. Pertanyaan aku gak ke dengeran sama kamu, heum?
Kevin : Aku lagi di ke sekretariatan By. Sekarang gantian aku yang nanya sama kamu ya? Kamu mau aku bawain apa? Aku mau ke rumah kamu?
Keisya : Aku tadi liat di instastory kamu, Sindi lagi ulang tahun ya?
Kevin : Jangan ngalihin pembicaraan, Kei. Aku khawatir setengah mati sama kamu, ngerti?
__ADS_1
Keisya terkekeh pelan mendengar ucapan Kevin.
Keisya : Aku lagi capek aja ngerjain tugas tugas ini. Rasa nya gak selesai selesai. Eh gak berasa ngerjain sambil nangis. Aku lebay ya?
Keisya terpaksa bohong. Ia tidak mau sampai Kevin mengetahui masalah yang sebenar nya.
Kevin : Yakin nangis nya karena itu?
Keisya : Iya Ren, kita kan lagi baik baik aja. Aku gak mungkin nangis karena kamu kan?
Keisya mengatur emosi nya agar tidak terlalu terbawa perasaan. Jangan sampai malah ia menangis lagi dan memperdengar isakan nya pada Kevin. Bisa bisa cowok itu langsung tancap gas ke sini.
Keisya : Aku tutup telepon nya dulu ya, aku harus selesain tugas aku dulu. Kamu gak perlu ke rumah. Aku bakal marah banget sama kamu kalau kamu ke rumah malem ini. Setelah selesai kegiatan, kamu langsung pulang ya Ren. Jangan lupa istirahat. Aku sayang kamu.
Setelah nya Keisya menutup panggilan mereka sepihak. Keisya menatap handphone nya sendu. "Aku mau egois dengan minta sama Tuhan supaya kamu tetap sama aku, Ren. Untuk kali ini aja aku egois, boleh?" monolog nya.
***
"Mamah, Keisya pinjem mobil dong."
Keisya membuka pintu kamar Mamah dan hanya melongok kan kepala nya ke dalam. Mamah yang sedang merapi kan baju di lemari pakaian menoleh menatap putri nya itu. "Mau ke mana sayang?" tanya Mamah pelan.
"Sendirian?" tanya Mamah lagi. Mamah meletak kan baju baju itu ke dalam lemari dan berjalan menghampiri putri nya. Mamah membuka lebar pintu kamar dan meminta Keisya untuk masuk. "Kamu gak ada kelas hari ini?"
"Gak ada, Mah. Mangka nya Keisya mau pergi."
"Mau Mamah temenin?"
Keisya menggeleng di iringi senyum manis nya yang terbit. "Keisya sendirian aja."
"Gak sama Vina aja?"
"Enggak, Mamah. Keisya pergi sebentar karena ada urusan. Boleh ya Keisya pinjem mobil Mamah?"
"Iya sayang, boleh. Tapi harus hati hati okey?"
Keisya mengangguk kecil. Mamah kemudian menyerah kan kunci mobil pada putri semata wayang nya itu. "Jangan ngebut ngebut." peringat kan Mamah lagi.
"Siap Mamah."
__ADS_1
Keisya kemudian ke luar dari kamar Mamah dan kembali ke kamar nya. Keisya menatap box yang berisi bunga bunga dan cokelat itu. Ia akan menjadi kan itu barang barang berguna.
***
Keisya memarkir kan mobil di perkarangan sebuah bangunan sederhana dengan plang 'Rumah Kanker Harapan Ibu' Keisya turun dari mobil sembari membawa box itu.
"Perlu bantuan?"
Keisya tersentak kaget mendengar suara husky menyapa indera pendengaran nya. Ia menoleh dan mendapati seorang cowok bertubuh tinggi dengan visual wajah yang mempesona. Hidung cowok itu mancung, di leher nya ada kalung rantai warna putih, jangan lupakan piercing di telinga nya juga.
"Gue Ariel Mahardika."
Keisya menatap uluran tangan yang menggantung di hadapan nya. Keisya menerima uluran tangan itu. "Keisya." ucap Keisya singkat.
"So, boleh gue bantu?"
Keisya tersenyum canggung. "Gue bisa sendiri anyway."
Ariel mengangkat bahu nya acuh. "Okey, gue gak akan maksa. Gue duluan kalau gitu." ucap nya pelan lalu berlalu santai melewati Keisya.
Keisya mencibir pelan. "Dasar cowok." gerutu Keisya pelan.
Keisya berjalan memasuki rumah kanker itu dan menemui seseorang yang berjaga di meja. Keisya meletak kan box yang ia bawa di salah satu kursi lalu berdiri berhadapan dengan orang yang begitu ramah menyambut nya.
"Ada yang bisa saya bantu, Kak?" tanya orang itu ramah.
"Saya Keisya Calief. Ke betulan saya bawa banyak bunga dan cokelat untuk anak anak di sini. Kira kira saya boleh ketemu mereka, Bu?"
Ibu itu tersenyum lembut. "Sebelum nya kenalin, saya Sinta, pengelola rumah kanker ini. Saya mohon maaf dek, untuk menemui anak anak penderita kanker memerlu kan prosedur tertentu. Mereka hanya bisa di temui dan berkegiatan satu kali sehari. Itu kami lakukan agar mereka tidak terlalu lelah. Untuk hari ini sudah ada janji orang orang yang akan menemui mereka dan mengajak mereka bermain. Mungkin adek bisa dateng minggu depan. Karena minggu ini akan di isi full oleh mereka." tutur Ibu lembut.
Keisya menghela nafas nya pelan mendengar penuturan panjang lebar dari pengelola rumah kanker itu. Seorang berdehem pelan membuat Keisya dan Ibu Sinta menoleh ke arah nya. Keisya menatap Ariel yang seperti nya meledek nya.
"Nah, ke betulan nak Ariel ini dan kawan kawan nya yang membuat janji seminggu full untuk bertemu anak anak itu." lanjut Bu Sinta saat mendapati Ariel bersandar di samping pintu menuju ruang aula yang di mana anak anak di kumpul kan di sana jika ada tamu yang akan berkunjung menemui mereka.
Keisya mengangguk kecil. "Kalau gitu minggu depan saya bakal balik ke sini lagi ya Bu."
"Lo bisa gabung sama kita kalau lo mau." tawar Ariel.
...Bersambung......
__ADS_1
MOHON DUKUNGAN NYA, SUPAYA AUTHOR SEMANGAT 🤗 MAKASIH BUAT YANG UDAH BACA NOVEL AUTHOR