Percintaaan Seorang Ketua BEM

Percintaaan Seorang Ketua BEM
Curhatan Keisya


__ADS_3

"Ngobrol dulu, baru aku lepasin." ucap Kevin.


"Gak mau. Kamu ngerti arti kata gak mau gak sih?" kata Keisya kesal.


Keisya melepas kuat cekalan tangan Kevin di lengan nya. Ia kemudian membututi Vina yang berusaha mengeluarkan motor nya dari parkiran. Sementara Kevin masih bersih keras mengajak nya berbicara.


"Kei, tolong jangan kayak gini." lirih Kevin pelan.


Kevin menggenggam lembut tangan Keisya, meskipun gadis itu kembali berusaha melepaskan tautan tangan mereka. Tapi, sekali lagi, tenaga Keisya tentu tidak ada apa apa nya dengan tenaga yang di miliki oleh Kevin.


"Aku cuman mau kamu dengerin aku, Kei. Selebih nya itu terserah kamu. Aku gak akan maksain kamu buat maafin aku." lirih Kevin yang tetap mencoba, membujuk Keisya untuk mendengar penjelasan nya.


Drrrrt Drrrrt.... Drrrrt Drrrrt....


Ucapan Kevin terhenti ketika ponsel di saku baju nya berdering, pemuda itu kemudian berdecak kecil. Kenapa di saat seperti ini selalu ada telvon yang mengganggu nya.


Keisya menatap ponsel Kevin yang berdering, ia menunggu apa yang akan di lakukan oleh pacar nya itu. Kevin menatap Keisya sekilas, kemudian mengangkat panggilan telvon yang masuk ke ponsel nya. "Iya hallo," sapa Kevin basa basi.


Keisya hanya mengamati Kevin yang berbicara dengan si penelvon. Helaan nafas Kevin membuat Keisya mengerti kalau ada sesuatu hal yang harus di urus oleh pacar nya itu. Pasti tidak akan jauh jauh dari organisasi nya. Kevin nya pasti akan memilih pergi untuk mengurus hal itu di banding bertahan membujuk Keisya.


Kevin menatap sendu Keisya yang tentu juga sedang menatap nya balik. "Kei, ikut aku ke gedung FISIB mau?" tawar Kevin dengan hati hati.


Keisya menggeleng, ia jelas tidak mau mengiyakan tawaran Kevin. Lagi pula untuk apa ia ikut pemuda itu ke fakultas nya. Kevin yang punya urusan, kenapa Keisya yang harus ikut terseret seret kan?. "Aku mau ke kos nya Vina." kata gadis itu memberi tahu ke inginan nya.


"Tapi kita harus ngomongin masalah kita ini, Kei." ucap Kevin pelan.


Keisya melepas pelan tangan Kevin yang menggenggam tangan nya. "Gak usah maksain diri, Kevin. Kamu ada urusan sama organisasi kamu itu kan?" tanya Keisya pelan. Berusaha agar tidak terbawa emosi.


Kevin hanya menunduk ketika Keisya pelayangkan pertanyaan nya. Ia memang mendapat telvon untuk segera ke gedung fakultas nya karena ada sedikit masalah yang berkaitan dengan organisasi yang ia pimpin. Tapi, kembali meninggalkan Keisya tanpa sebuah penjelasan terkait masalah yang tadi malem juga bukan opsi yang baik.

__ADS_1


"Kenapa diem, aku nanya loh ini." ucap Keisya kesal karena pertanyaan nya tidak kunjung di jawab oleh Kevin.


"Iya, ada yang harus aku urus." kata Kevin lembut. "Aku janji gak akan lama, tapi kamu harus ikut sama aku." lanjut Kevin berusaha membujuk Keisya agar perempuan itu mau ikut dengan nya.


"Lagian ngapain aku harus ikut sama kamu? Aku gak punya kepentingan di sama." ucap Keisya.


Kevin mengusap wajah frustasi nya. Membujuk Keisya yang sedang di balut emosi nya adalah perkara yang paling sulit. "Kalau gitu, jangan pulang dari kos Vina sebelum aku yang jemput kamu di sana." kata Kevin mutlak.


Setelah nya, Kevin meninggalkan Keisya pergi untuk mengurusi urusan nya di fakultas.


Keisya menatap kepergian Kevin yang sangat terburu buru. Pemuda tampan itu bahkan sampai berlari menuju gedung fakultas nya. Sepenting itukah urusan nya sampai harus berlarian seperti itu.


"Seharus nya, kalo hati loh mau buat dengerin penjelasan dia, lo dengerin dulu aja Kei. Jangan ngikutin gengsi lo yang tinggi nya nyampe angkasa raya itu." ucap Vina yang tiba tiba menghampiri Keisya.


Vina sudah duduk di motor nya dengan kedua tangan yang berada di stang motor. Vina menatap Keisya yang mengamati kepergian Kevin dengan sorot mata yang sendu.


Vina mengerti kalau Keisya hanya ingin di bujuk. "Urusan dia kan banyak, Keisya. Gak cuman harus bujukin lo doang, kan?" ucap Vina berusaha memberi pengertian kepada Keisya.


Keisya menatap sengit Vina yang seperti nya lebih condong kepada Kevin. Padahal kan Vina itu sahabat nya Keisya, bukan sahabat nya Kevin. "Kok lo belain Kevin sih?" tanya Keisya kesal.


"Gue gak belain Kevin. Gue cuman ngasih tau lo aja, Kei. Gue gak mau sampe lo salah jalan karena terlalu meninggikan gengsi lo." Vina bukan ingin membela Kevin, ia hanya berusaha bersikap tegas pada Keisya yang kadang menye menye dalam bertindak. Vina kadang jadi gemas sendiri melihat nya.


"Au ah." sebal Keisya yang kemudian naik ke atas jok motor Vina.


***


"Jadi, semalem lo gak jadi jalan sama Kevin?" tanya Vina.


Keisya menganggukkan sendu. Ia menceritakan kejadian semalem yang membuat nya sampai kesal dengan Kevin pada Vina. "Gue udaj efforts banget siap siap buat jalan sama Kevin. Eh dia nya malah gak ada kabar sama sekali." keluh Keisya menyedihkan.

__ADS_1


"Gue kalo jadi lo juga pasti kesel setengah mati sih." gerutu Vina setelah mengetahui cerita Keisya yang kesal dengan Kevin.


"Tuh kan, lo aja bilang gitu. Apa lagi gue yang udah ngerasain hal itu." jawab Keisya.


Vina menatap Keisya yang memeluk erat boneka stitch yang di miliki Vina di kos nya. Gadis itu menatap Keisya prihatin. "Gimana perasaan lo, waktu Kevin bener bener gak dateng malem itu, Kei?" tanya Vina.


"Sedih banget." akui Keisya jujur. Rasa nya memang sangat menyedihkan bila membahas mengenai kejadian malam itu. "Gue sampe ngerasa gak di hargai sama dia." lanjut nya lagi.


Vina mengusap pundak Keisya pelan. Memberi sahabat nya itu saluran kekuatan.


"Gue kangen dia yang dulu, Vin. Kangen banget." ucap Keisya sendu.


Vina mengangguk lembut. Ia tidak akan memberi tanggapan apa pun saat ini. Vina paham kalau Keisya hanya butuh di dengarkan. Jika sahabat nya itu memerlukan solusi, nanti juga akan meminta tolong sendiri pada Vina untuk memberi nya beberapa pilihan problem solving dari masalah nya.


"Dulu, dia gak akan pernah ngebiarin gue nunggu. Dia selalu dateng setengah jam sebelum waktu janjian. Dia selalu ngasih gue senyum yang bikin gue ngerasa kalau dunia gue bakal baik baik aja selagi sama dia. Dia selalu memperlakukan gue dengan layak." ucap Keisya sedih, karena perubahan sifat Kevin yang terlalu drastis bagi nya.


Bersambung.....


.


.


.


.


.


SELAMAT MEMBACAšŸ¤— DAN SELAMAT SIANG JANGAN LUPA BUAT MAKAN YANG TERATURšŸ˜‡

__ADS_1


__ADS_2