
"Ngapain ke sini?" tanya Keisya yang sudah mendudukkan diri nya di sofa yang berhadapan dengan Kevin.
"Aku nya gak boleh ke sini emang?" tanya balik Kevin.
Keisya menatap sendu sudut bibir Kevin yang terbalit plester luka yang tadi ia berikan. Hati nya meringis ngilu sekali setiap melihat itu.
"Kei?" ucap Kevin yang melihat Keisya melamun.
Keisya tersadar dari lamunan nya. "Kenapa gak istirahat di rumah aja sih, Vin?" tanya Keisya.
Kevin menatap datar Keisya yang memanggil nya demikian. Kevin paling tidak suka jika Keisya memanggil nya Kevin, bukan Rendra seperti yang biasa nya di gunakan gadis itu. "Aku gak suka di panggil Kevin sama kamu." kata Kevin protes.
"Mereka boleh manggil kamu Kevin. Kenapa aku gak?" tanya Keisya.
"Karena kamu Keisya Calief. Pacar aku." ucap Kevin.
Keisya terkekeh lembut. "Mau minum apa, Ren. Biar aku bikinin?" tanya Keisya.
Mendengar Keisya yang kembali memanggil nya Rendra, membuat senyum Kevin mengembang sempurna. "Mau air putih aja." jawab nya.
"Gak mau aku bikinin matchalatte?" tawar Keisya.
Kevin menggeleng pelan. "Tadi aku minum americano, By." ucap nya.
Keisya mengernyit kening nya mendengar penuturan Kevin. "Americano, tumben kamu minum itu?" tanya Keisya.
"Lagi banyak pikiran aja. Jadi, bolehkan aku minum air putih ke kamu." ucap Kevin.
Keisya memilih mengangguk "Aku ambilin bentar." ucap nya lembut.
Keisya mengambil air putih untuk Kevin. Ia sempat menghela nafas memikirkan Kevin yang seperti nya sedang banyak masalah. Kevin itu bukan pecinta kopi seperti pemuda pada umum nya, ia justru begitu menyukai matchalatte yang banyak tidak di gemari oleh kaum adam. Aneh kan, kalau tiba tiba dia minum nya americano.
"Nih air putih nya." Keisya menyerahkan segelas air putih ke arah Kevin.
"Terima kasih Bby Kei nya, Narendra." ucap Kevin dengan senyum manis nya.
***
Sekian lama berdiam dengan pikiran masing masing, Kevin tiba tiba meminta Keisya untuk duduk di samping nya. "Sini duduk di samping aku," ucap Kevin menepuk sisi sebelah nya yang kosong. Masih bisa di tempati Keisya.
Keisya menggeleng pelan. "Aku di sini aja." kata Keisya menolak halus. Keisya menghindari untuk duduk di dekat Kevin. Bukan apa apa, ia hanya takut menangis di hadapan Kevin.
__ADS_1
"Sini, By." bujuk Kevin meminta Keisya untuk duduk di samping nya.
"Aku disini aja, Rendra." tolak nya.
"Tapi, aku mau kamu duduk nya di samping aku." ucap Kevin.
"By." rengek Kevin memohon.
Keisya menyerah, ia bangkit dari posisi nya kemudian duduk di samping Kevin.
Kevin meraih tangan Keisya untuk ia genggam. "Tadi aku ikutan aksi." tutur Kevin hati hati.
"I know," cicit Keisya berusaha tenang. Ia mengetahui kevin nya mengikuti aksi di salah satu instastory yang di unggah teman Vina di fakultas lain. Melihat itu, Keisya kemudian merengek pada Vina agar mau mengantarkan nya kembali ke kampus. Ia hanya ingin memastikan keadaan Kevin nya.
"Kamu tau dari mana?" tanya Kevin.
"Yang pasti bukan dari kamu." jawab Keisya.
Kevin mengusap lembut tangan Keisya yang ada di genggaman nya. "Aku takut buat kamu khawatir." ucap nya.
Keisya tidak memberi respon apa apa. "Aku lebih baik tau semua itu dari kamu di banding dari orang lain, Ren." katanya.
"Apa, Kei?" tanya balik Kevin. Yang penasaran dengan permintaan Keisya.
Bukan nya menuturkan permintaan nya pada Kevin, Keisya malah menitikkan air mata nya tanpa sadar. "Hiks," isakan gadis itu terdengar lirih, ia kemudian menunduk agar Kevin tidak melihat keadaan nya sekarang.
"Kei, kok nangis?" tanya Kevin karena bingung melihat keindahan yang tiba tiba menangis.
Kevin merengkuh Keisya ke dalam pelukan nya, mengusap pelan pundak gadis itu agar tenang. "Aku nyakitin kamu banget, heum?" tanya Kevin merasa bersalah.
Keisya berusaha meredamkan isak tangis nya. Ia tidak boleh seperti ini. Kevin pasti mengkhawatirkan nya nanti. "Aku takut kamu kenapa napa, Rendra." lirihnya tertahan tapi masih dapat di dengar oleh Kevin.
"Maaf."
Hanya kata itu yang dapat di ucapkan Kevin saat ini. Ia mengucapkan kata itu berkali kali. Ia sangat merasa bersalah sampe membuat gadis nya seperti ini.
"Bukan kamu yang seharus nya bilang maaf, Ren. Tapi aku. Maaf aku masih belum terbiasa sama segala kesibukkan kamu di kampus. Aku bikin kamu makin tertekan, ya?" tanya Keisya lirih.
Kevin menggeleng kuat mendengar pertanyaan lirih dari Keisya. Ia tidak pernah merasa tertekan oleh sikap Keisya. Kevin mewajarkan Keisya yang masih berada di fase adaptasi nya dengan segala kesibukkan Kevin.
"By, jangan ngomong kayak gitu. Kamu justru bikin aku selalu ngerasa baik baik aja." ucap Kevin tulus.
__ADS_1
"Tapi aku sekarang ngambekan gak jelas, Ren." kata Keisya.
"Kamu ngambek nya juga karena kesalahan aku, By." jawab Kevin.
"Tapi aku keterlaluan kadang kadang." ucap Keisya.
Kevin terkekeh geli, ia melepaskan rangkulan nya pada Keisya. "Sini deh lliat aku." kata Kevin dengan lembut.
Keisya menoleh menatap Kevin. Pemuda itu menatap nya dengan tulus. Kevin juga mengusap ujung mata Keisya yang masih terdapat sisa air mata gadis itu.
"Gak ada yang keterlaluan selagi semua itu kamu lakuin atas dasar sayang, Kei." ucap Kevin tulus.
Keisya mengerucutkan bibir nya sebal. Ini yang di rindukan Keisya manis nya sikap seorang Kevin Narendra yang selalu berhasil membuat nya jatuh cinta.
"Kangen." rengek Keisya sambil menjatuhkan punggung nya ke sandaran sofa.
Kevin menatap sendu gadis nya itu. Ia sadar diri sudah mulai jarang meluangkan waktu nya untuk Keisya. Tapi mau bagaimana lagi, tuntutan organisasi membuat nya harus melakukan itu. Kevin hanya berharap Keisya nya selalu mengerti akan kesibukan nya. Itu saja.
"Mau nonton gak?" tawar Kevin lembut.
Keisya menggeleng pelan dengan bibir yang mencabik. "Udah malem, Ren. Nanti pulang nya kemaleman." ujarnya kesal.
"Nonton di rumah aja, By. Kamu punya laptop kan? Ambil gih buat kita nonton. Aku bakal delivery makanan buat kita ngemil, gimana?" tanya Kevin.
Keisya bersorak girang mendengar penuturan Kevin. "Ay ay captain." jawab nya antusias. Keisya kemudian mengambil cepat laptop nya dan kembali ke ruang tamu. Gadis itu meletakkan laptop di atas meja.
"Mau nonton apa?" tanya Keisya bingung.
"Apa aja, asal sama kamu." jawab Kevin.
"Drakor boleh yah?" tanya Keisya.
.
.
.
Bersambung...
SELAMAT MEMBACA🤗 JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMEN.
__ADS_1