Percintaaan Seorang Ketua BEM

Percintaaan Seorang Ketua BEM
Seleb Kampus


__ADS_3

Tok tok tok


Keisya menatap ke arah pintu kamar nya yang di ketuk pelan. Gadis itu kemudian membuka pintu dan mendapati Mamah nya di depan kamar. "Ada Kevin di depan." ucap Mamah memberi tahu.


"Hah?" beo Keisya.


"Ada Kevin di depan, Kei. Pacar kamu." kata Mamah menegaskan.


"Kok tumben sih ke sini tapi gak ngabarin dulu ke aku." ucap Keisya bingung.


"Ya mana Mamah tau?" kata Mamah.


Keisya tertawa pelan. "Ya udah nanti aku ke depan nemuin dia. Mamah istirahat aja di kamar." ucap nya.


Setelah nya Mamah kembali ke kamar dan meninggalkan Keisya yang bersiap siap menemui Kevin. Keisya menatap paper bag yang berisi jam tangan yang di ingin kan Kevin. "Gue ngasih nya lusa aja deh." gumam nya.


Keisya sengaja memberikan nya lusa agar tidak terlalu ketara jika Keisya sangat niat memberikan apa yang di ingin kan oleh karena Kevin.


Setelah memastikan penampilan nya aman, Keisya menuju ruang tamu untuk menemui Kevin. Cowok itu duduk santai sambil bersandar di sandaran sofa. "Kok ke sini gak ngabarin aku dulu sih?" tanya Keisya yang mendudukkan diri nya di samping Kevin.


"Aku baru balik dari kampus, By. Jadi langsung ke sini nyamperin kamu." jawab Kevin.


"Ngapain aja di kampus sampe jam segini?" tanya Keisya lagi.


"Ada yang harus di kerjain." jawab Kevin santai. "Oh iya, nih simpen." ucap Kevin sambil menyerahkan sebuah dus kecil yang berisi berbagai bunga dan cokelat.


"Dalam rangka apa kamu bawain aku bunga sama cokelat sebanyak ini?" tanya Keisya ketika melihat banyak sekali bunga dan cokelat di dalam kotak itu.


Kevin mengangkat bahu nya acuh. "Di kasih sama orang, By." ucap nya.


"Hah," beo Keisya cengo jawaban Kevin.


Kevin menjelaskan singkat bagaimana bunga dan cokelat itu berserakan di atas meja sekretariatan nya.

__ADS_1


"Oh jadi sekarang makin banyak cewek cewek yang jadi fans kamu, nih?" cibir Keisya pelan.


"Karena aku gak mau nyimpen itu, mangka nya aku bawa ke sini. Sengaja, biar kamu aja yang simpen." ucap Kevin.


"Kok aku?" tanya Keisya sambil menunjuk diri nya sendiri.


"Kamu kan pacar aku. Emang kamu mau aku nyimpen bunga sama cokelat dari cewek lain, heum?" tanya balik Kevin.


Aishh, Kevin selalu bisa membuat nya salah tingkah seperti sekarang ini. "Aku juga gak mau nyimpen, Ren. Masa iya aku simpen bunga sama cokelat dari cewek lain buat kamu?" tutur Keisya.


"Buang aja deh." kata Kevin singkat.


"Eh ngaco! Gak boleh kayak gitu dong." kata Keisya panik. Bagaimana mungkin Kevin dengan enteng mengatakan itu.


"Terus di apain? Aku gak mau nyimpen, kamu nya juga gak mau nyimpen." ucap Kevin.


Keisya berfikir sejenak. Ia memikirkan cara agar pemberian cewek cewek itu berguna meski tidak di gunakan oleh Kevin. Paling tidak jangan sampai berakhir di tong sampah.


Kevin membuka ponsel nya untuk mengetahui jadwal nya kapan saja agar ia bisa menimbang nimbang kapan ia punya waktu kosong. "Aku usahain lusa, tapi gak janji juga sih." ucap nya.


Keisya mencibir pelan. Kevin selalu ragu ragu jika mengatakan kapan ia tidak sibuk. Karena terkadang bisa saja ia tiba tiba di haruskan mengurus sesuatu. Begitu pun saat jadwal yang seharus nya di peekirakan padat malah jadi free.


"Kabarin aja kapan kamu free." ucap Keisya.


Kevin mengangguk singkat. "Simpen di kamu aja dulu barang barang nya ya?" kata nya.


"Iya, aku simpen dulu." ucap Keisya.


Kevin meletakkan kepala nya di bahu Keisya dan memejamkan mata nya dengan tenang. Keisya mengusap lembut pipi Kevin. Ia paham kalau Kevin sedang lelah sekarang ini. "Mau aku buatin matchalatte gak?" tanya Keisya lembut.


Kevin menggeleng pelan. Ia mengapit lengan Keisya dengan ke dua tangan nya. "Gini aja bentar, aku capek banget, By." ucap nya tercekat.


Keisya mengusap rambut Kevin lembut dengan tangan kiri nya. "Jangan sakit, aku gak mau liat kamu sakit, sayang." ucap nya lembut.

__ADS_1


"Tetep sama aku ya, By. Jangan tinggalin aku." ucap Kevin pelan.


Keisya melirik singkat ke arah Kevin. "Siapa yang mau ninggalin kamu, heum?" tanya lembut Keisya di iringi usapan kecil di tangan Kevin yang mengapit lengan kanan Keisya erat.


"Pokok nya jangan tinggalin aku." ucap Kevin.


"Aku gak akan pergi kalau bukan kamu yang bikin aku harus pergi, Rendra." ucap Keisya.


***


Keisya merebahkan diri nya di atas ranjang queen size milik nya sembari berselancar di media sosial. Kevin sudah pulang sekitar setengah jam yang lalu. Gadis itu iseng membuka akun ins**gr*m Kevin. Keisya membelalakkan mata nya kaget ketika mendapati pengikut pemuda itu yang meningkat drastis.


"Anjiirrr, nih cowok otw jadi selebgram kampus kali ya?" monolog nya kaget.


Perasaan beberapa waktu yang lalu masih normal normal saja pengikut nya. Kenapa sekarang hampir mencapai enam ribu pengikut. "Beli followers nih jangan jangan." kata Keisya mencoba menghibur diri.


Ke kepoan nya berlanjut dan mengetuk salah satu foto Kevin yang terpampang kelas di feed ins**gr*m. "Masya Allah, komentar nya jebol." lirih Keisya melihat komentar yang membludak di postingan itu.


"Bener bener jadi idola kampus deh kayak nya. Kamu jadi ketua BEM fakultas aja seterkenal ini, Ren. Apa lagi kalau nanti kamu jadi Presiden Mahasiswa ya?" monolog nya.


Keisya bergidik kecil membayangkan jika nanti Kevin menjadi seorang Presiden Mahasiswa. Bisa gila ia jadi harus memahami semua kesibukan Kevin yang pasti akan naik menjadi berlipat ganda. Hubungan nya yang tadi nya sudah di ujung tanduk bisa bisa terjun bebas ke dasar jurang kalau begitu.


"Amit amit deh Ren, kamu naik jabatan jadi Presiden Mahasiswa." monolog Keisya.


Keisya harus berdoa kuat kuat agar pacar nya itu tidak berminat menjadi Presiden Mahasiswa. Ia tidak sanggup jika Kevin harus naik jabatan ke tahap itu. Menghadapi Kevin yang menjadi ketua BEM fakultas saja membuat nya nyaris gila.


"Mana cakep cakep semua lagi." lirih Keisya yang tadi mengetuk salah satu akun yang memberi komentar di postingan Kevin.


Cukup.


Keisya tidak ingin berselancar lebih jauh di akun Kevin. Ia harus menyelamat kan hati dan pikiran nya. Ia tidak boleh terbawa perasaan cemburu nya yang berlebihan. Keisya harus sadar jika Kevin memang pantas menjadi idola di kalangan kaum hawa.


...Bersambung... ...

__ADS_1


__ADS_2