Percintaaan Seorang Ketua BEM

Percintaaan Seorang Ketua BEM
Aku Sayang Kamu


__ADS_3

Kevin mendengus pelan, ia sebenar nya tidak begitu menyukai drama korea. Berbeda dengan Keisya yang sangat amat menyukai drama itu hingga gadis itu bisa maraton beberapa episode hingga lupa waktu.


"Aku gak mau yang menye menye. Cari yang genre action boleh?" tanya Kevin berusaha bernegosiasi.


"Siap pak Ketu." ucap Keisya.


Keisya sibuk mengetikkan judul drama korea yang bergenre action sesuai dengan permintaan ketua kesayangan nya itu. Rasa marah nya yang meluap luap kemaren menguap begitu saja. Keisya tidak tau pasti mengapa mudah sekali hati nya ini memberi maaf. Padahal kan Keisya masih ingin sok sokan ngambek biar bisa di bujukin Kevin.


"Pilih deh mau drama yang mana. Ini semua genre nya action." ucap Keisya pada Kevin.


Di layar laptop nya terpampang beberapa pilihan drama dengan genre action. Keisya memberikan tuturan drama action yang pernah ia tonton dan menyebutkan rate versi nya pribadi. "Jadi, kamu mau nonton yang mana?" tanya Keisya.


"Kei aku sayang banget sama kamu." ucap Kevin yang tiba tiba mengungkapkan perasaan nya.


Keisya yang tadi nya menatap layar laptop nya sambil memberikan uraian singkat mengenai drama drama itu lantas menoleh ke arah Kevin. Pemuda itu menatap nya penuh puja, seolah ia begitu bangga bisa menjadikan Keisya pacar nya. "Kamu kenapa kok gak nyambung?" tanya Keisya bingung


"Cei, aku sayang kamu." ulang Kevin lagi dengan penegasan di setiap kata yang ia lontarkan. "Jangan pergi dari aku gimana pun keadaan nya yah?" lanjutnya lagi.


Keisya masih menatap aneh Kevin yang tiba tiba mengatakan itu. Kenapa perasaan nya jadi sangat takut sekarang. "Kenapa kamu ngomong gitu?" tanya Keisya pelan.


"Aku gak punya alesan kenapa aku ngomong kayak tadi." jawab Kevin.


"Jangan bikin aku takut, Rendra." ucap Keisya khawatir.


Kevin tersenyum tipis, tangan nya mengusap lembut pipi mulus Keisya. "Aku sayang kamu." ulang Kevin lagi. Entah kenapa ia ingin mengucapkan kata kata itu berkali kali pada gadis nya. Gadis kesayangan nya pada Sekolah Menengah Pertama.


"Ihhhh kenapa sih? Kamu bikin aku bikin aku parno tau gak." rengek Keisya kesal.


"Kok parno?" tanya Kevin.


"Yah parno lah, parno karena ini ucapan sayang kamu yang terakhir buat aku. Parno kalau semua ucapan kamu tanda tanda kamu mau pergi jauh dari aku. Kamu niat kayak gitu yah?" selidik Keisya tajam.


Bukan nya takut, Kevin justru tertawa geli. Keisya yang merasa ketakutan nya di jadikan bahan bercandaan pemuda itu berdecak kesal. " Aku serius, kamu ngapain ketawa?" tanya nya ketus.


Kevin masih berusaha memberhentikan tawa nya. Ia memeganggi perut nya yang tampak keram efek ketawa nya tadi. Kevin manarik nafas panjang dan menatap Keisya intens.


"By, kamu kebanyakan nonton drama kayak nya." tutur Kevin lembut sambil mengusap rambut Keisya.


Keisya memalingkan wajah nya dari Kevin. Antara kesal dan baper karena penuturan pemuda itu yang terlalu manis. Jantung Keisya tidak aman karena nya.

__ADS_1


"Heii, kok buang muka dari aku?"tanya Kevin karena heran melihat Keisya yang tiba tiba memalingkan wajah nya.


"Kamu sih nyebelin." jawab Keisya.


Kevin tergelak kecil. "Makin gemes aja kalau kayak gini." ucap nya.


Bugh


Keisya menampol pelan pundak Kevin yang berusaha menggoda diri nya, tapi Kevin tetap saja betah menggoda nya.


"Maafin Rendra, ya?" kata Kevin dengan mode yang sangat menggemaskan.


"Maaf buat kesalahan yang mana?" tanya Keisya serius.


Kevin mencabikkan bibir nya. Memang nya kesalahan nya sebanyak itu pada gadis kesayangan nya. "Emang aku banyak salah nya, ya?" lirih Kevin sendu.


Keisya terkekeh gemas melihat tingkah Kevin. "Kamu kayak gini juga di depan anak anak pengurus?" tanya Keisya.


"Enggak."


"Jadi kayak gini nya sama aku doang?"


"Iya, lah!"


"Ngeraguin aku?"


Keisya menggeleng pelan. "Aku selalu percaya sama kamu sayang." ucapnya.


Keisya mengambil salah satu tangan Kevin untuk ia tautkan dengan tangan nya. "Gimana pun keadaan nya aku selalu berusaha percaya sama kamu, Ren. Aku berusana jadi Keisya yang selalu mengerti kondisi kamu. Tapi, aku mohon, jangan gunain aku buat kamu permain kan. Bisa?" tanya Keisya.


"Aku usahain, By." jawab Kevin.


"Jangan cuman di usahain tapi di lakuin." Ucap Keisya.


***


Keesokan harinya.


"Jadi lo gak marah sama Kevin?" tanya Vina kepada Keisya.

__ADS_1


Keisya mengangguk kecil. Ia saat ini sedang berada di gazebo taman kampus bersama Vina. Ia meminta Vina membantu nya mengerjakan tugas review 10 jurnal yang di berikan sebagai bentuk hukuman tempo hari.


"Lo gak apa apa kalau Kevin jihad di jalanan kayak semalem?" tanya Vina heran.


Jihad di jalanan yang di maksud Vina adalah mengikuti seruan aksi di gerung para petinggi petinggi Negara.


"Gue ngerasa gak ada hak buat keputusan yang dia ambil, Vin. Apapun status gue, gue tetap gak berhak membatasi keputusan nya dia." jawab Keisya.


"Iya sih, Kei. Tapi kan lo bisa ngasih pandangan dari sudut pandang lo sebagai pacar." ucap Vina.


Keisya mendengarkan Vina sambil mengerjakan tugas nya, sesekali gadis itu menoleh untuk menatap Vina. "Gue males ribut. Gue gak tega duluan pas liat dia luka kemaren." ucapnya.


"Cowok lo bonyok?" tanya Vina.


"Bonyok si enggak, luka doang di sudut bibir nya. Tapi kan tetep aja bikin gue gak tega setangah mati." jawab Keisya.


Vina menghela nafas pelan. Keisya ini kalau udah khawatir berlebihan nya bukan main. "Lo ngasih pandangan kan bukan berarti nyari ribut. Lo gimana sih, Kei?" ucap Vina gemas dengan sahabat nya yang satu ini.


"Ujung ujung nya nanti ribut, Vin." jawab Keisya.


"Ya kalo lo nyampein nya pake urat, jelas berantem lah." ucap Vina geram.


Keisya cengengesan mendengar kegeraman Vina. "Gue biarin aja lah semau nya dia, yang penting dia gak kenapa napa. Gitu aja gue udah bersyukur banget" ucap nya.


"Kalo dia selingkuh lo biarin juga?" tanya Vina.


Keisya menatap sebal ke arah Vina. "Gak gitu juga, Vina." jawab nya.


"Kan yang penting buat lo dia gak kenapa napa." cibir Vina menohok. "Lo udah dengerin penjelasan dia soal malem itu, Kei?" tanya Vina.


Keisya menggeleng pelan. "Dia gak jelasin apa apa soal malem itu. Tadi malem kita lebih milih quality time di banding bahas masalah waktu itu. Gue nya juga udah keburu gak mau tau, Vin." jawab nya.


"Gini nih kebiasaan lo. Ntar kalo lo tau dari orang lain, nangis lagi." omel Vina kepada Keisya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMENNYA🤗


__ADS_2