
Setelah selesai menonton drama korea. Saat ini Keisya sedang memandangi jam tangan nya yang melingkar rapi di tangan kiri nya. Waktu sudah menunjuk kan pukul 16:00 WIB, dan Kevin masih belom menjemput nya di kos Vina. Apa urusan pacar nya itu belom selesai?
"Coba lo telvon gih," kata Vina memberi usul.
Keisya mendengus sebal. Ia mengetuk nama kontak Kevin yang sengaja ia sematkan di aplikasi tersebut. Walaupun kontak Keisya tidak di sematkan balik oleh Kevin di aplikasi pemuda itu. Bagaimana Keisya tau? Karena Kevin sendiri yang bilang, ia menuturkam kalau hanya grup penting yang berkaitan dengan organisasi nya saja yang ia sematkan.
Menyebalkan bukan.
Organisasi lebih penting di bandingkan Keisya seperti nya.
"Gimana? Gak di angkat?" tanya Vina yang sedari tadi memperhatikan Keisya yang tak kunjung bicara dengan orang yang di hubungi nya.
Keisya menggeleng pelan.
"Coba sekali lagi," kata Vina dengan sabar.
Keisya berdecak kecil sebelum mengikuti saran dari Vina. Ia kembali menekan icon panggilan guna menghubungi Kevin nya.
"Gak di angkat," keluh Keisya mulai kesal. Keisya mencoba mengirimkan pesan ke nomor itu, menanyakan tentang keberadaan Kevin.
Ayolah Kevin, gadis itu sudah berhasil di berikan pengertian oleh Vina agar mau memberi kesempatan untuk mendengar penjelasan mu. Keisya menatap sedih layar ponsel nya yang kemudia kembali penampilkan lockscreen nya saat panggilan nya tak kunjung mendapat kan jawaban.
"Coba lima menit lagi, Kei. Mungkin Kevin udah di jalan, mangka nya gak bisa terima telvon lo." ucap Vina memberi pengertian.
"Atau dia ada rapat dadakan sama pengurus organisasi nya ya, Vin?" kata Keisya membuat prediksi. Seperti sebelum sebelum nya, jika Kevin membatalkan janji nya pasti tidak akan jauh jauh karena perihal organisasi. Selalu ada saja kepentingan yang harus di uruh oleh Kevin.
"Gak mungkin lah, setiap kegiatan pasti udah punya timeline nya sendiri sendiri." jawab Vina.
"Bisa aja sebenar nya dia ada rapat hari ini, tapi lupa dan malah ngasih harapan palsu lagi ke gue buat jemput, kan?" ucap Keisya mencoba berfikir untuk tetap positif.
Vina menghela nafas nya pelan, overthingking Keisya kembali mengendalikan gadis itu.
"Kurang kurangin overthingking nya, Kei." tegur Vina lembut.
"Kalau dia beneran ada rapat gimana?" tanya Keisya.
__ADS_1
"Ya loh mau nya gimana?" tanya Vina balik.
Keisya merengut kesal. "Gue pulang sama siapa dong kalau gitu?" cicit Keisya yang sudah mengerucutkan bibir nya lucu.
Vina menonyor pelan pundak Keisya. "Guna nya gue apa dong kalo gitu?" tanya Vina kesal.
"Masa lo yang nganterin gue balik?" walaupun Keisya sudah sangat akrab dengan Vina, tetap aja Keisya tidak enak jika harus selalu merepotkan Vina.
"Santai nanti gue anterin kalo emang Kevin gak jemput lo." ucap Vina.
Keisya menggeleng cepat. "Gue naik ojol aja deh, Vin." tolak Keisya halus.
"Gak. Gue justru gak tenang kalo lo naik ojol." ucap Vina.
"Gua gak mau ngerepotin lo, Vin." kata Keisya.
Vina menghela nafas pelan dan mencibir Keisya. "Kayak sama siapa aja lo." ucap nya.
Keisya mengerucutkan bibir nya sebal, ia merebahkan tubuh nya kembali ke ranjang Vina. Sementara Vina asik memainkan media sosial nya. Mata nya membulat sempurna ketika salah satu story instagram pengikut nya menampakkan sesuatu yang membuat nya terkejut bukan main.
Vina menatap khawatir Keisya yang menatap kosong ke langit langit kamar kos nya. "Gue mau ngasih tau sesuatu, tapi lo janji harus stay calm ya?" ucap Vina hati hati.
Keisya menoleh menatap Vina. "Apa Vin." firasat nya menjadi sangat tidak enak sekarang. Apa yang sebenar nya Vina ingin tunjuk kepada nya?
Vina memberikan ponsel nya ke Keisya.
Keisya mengambil ponsel yang di serahkan Vina dan melihat apa yang di tunjukkan oleh Vina. Mata nya mengerjap pelan mengamati story itu, bahkan gadis itu mengulang beberapa kali unggahan cerita tersebut. "Gue gak salah liat kan Vin?" tanya Keisya serak.
Vina mengangguk ragu. "Pacar lo." kata Vina menggantung.
Keisya meletakkan ponsel Vina lemas. Perempuan itu mengusap wajah nya lelah. Apa lagi ini Tuhan, batin nya menyeru. Keisya menitikan air mata nya tanpa sadar. Isakan nya mulai terdengar.
Grep
Vina merain Keisya untuk ia peluk, memberi ketenangan pada sahabat nya itu agar tidak mereka lebih jatuh. Vina mengusap usap lembut punggung Keisya yang naik turun karena isak tangis nya.
__ADS_1
"Gue nungguin dia dateng, Vin." keluh Keisya pilu.
Di instastory itu terlihat Kevin berada di jalan bersama teman teman nya yang lain. Pemuda itu mengenakan scraft hitam yang ia kalungkan di leher, kacamata hitam yang bertengker sempurna di hidung mancung nya. Lalu, sebuah toa yang di pegang Kevin kuat di hadapan mulut nya sambil menyuarakan aspirasi nya.
Kevin berorasi di gedung petinggi Negara di ikuti ratusan mahasiswa yang berdiri bersama nya.
"Dia emang sering ikut aksi, Kei?" tanya Vina hati hati.
Keisya menggeleng lemah, ia mengusap air mata nya yang terus saja mengalir. "Gue baru tau dia ikut aksi kali ini." cicit Keisya pelan. Gadis itu memang baru kali ini mengetahui aktivitas Kevin yang satu itu.
Keisya meraih ponsel nya kembali dan berusaha menghubungi Kevin. "Angkat, Ren." lirihnya dengan suara bergetar.
Vina masih setia mengelus punggung Keisya untuk memberi ketenangan. Vina mengerti kegusaran Keisya yang saat mengetahui Kevin mengikuti seruan aksi. Apa lagi pemuda itu menjadi oratornya.
"Sekali aja jangan bikin aku khawatir bisa gak sih?" kata Keisya sendu sambil menatap layar ponsel nya dengan tampilan panggilan Keisya yang tak kunjung di angkat pemuda itu. "Please, Ren angkat." lanjutnya lagi seolah Kevin bisa mendengar nya.
"Orasi lebih penting dari ke khawatiran gue yah, Vin?" tanya Keisya sendu.
Vina meringis kecil mendengar ucapan pilu itu. Keisya menurunkan kembali ponsel nya. "Gue lebay yah, Vin?" tanya gadis itu lagi.
Vina menggeleng cepat "Enggak, Kei. Wajar kalo elo khawatir. Apalagi setiap seruan aksi pasti ada aja kejadian kejadian yang gak di inginkan. Apalagi Kevin ikutan orasi. Gue ngerti ke khawatiran lo kok, Kei." jawab Vina.
Keisya mengusap kasar wajah nya. "Terus gue harus gimana, Vin?" tanya nya.
Vina menggigit bibir bawah nya pelan. Vina juga bahkan tidak tau apa yang harus di lakukan Keisya. "Gue juga gak tau, Kei." ucap Vina
"Apa gue kesana aja yah?" ucap Keisya.
Vina menabok pelan pundak Keisya. "Gak usah aneh aneh deh lo, Kei." sentak Vina tidak setuju.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....