Percintaaan Seorang Ketua BEM

Percintaaan Seorang Ketua BEM
Handphone Siapa Nih?


__ADS_3

"Kak, lo mau tau gak stand makanan terenak di sini?" tanya Riyan lagi.


"Ada?" tanya Keisya antusias dengan pancaran mata yang berbinar. Terlihat sekali kalau gadis itu tertarik dengan tawaran Riyan.


Riyan menepuk pelan pundak Kevin. "Noh Bang, ajakin cewek lo kulineran gih. Tuh stand yang itu makanannya juaraaa. Harga pinggiran rasa restoran," ucap Riyan sambil menunjukkan salah satu stand yang memang paling banyak di kunjungi sejak tadi.


Kevin tersenyum penuh arti kepada Riyan. Cowok itu memang selalu bisa di andalkan bagi Kevin. "Yuk By, kita ke sana. Guys gue tinggal ya?"


Kevin langsung merangkul Keisya pergi dari sana dan mengunjungi kawasan stand yang cukup ramai. Sementara Riyan menatap Sindi dan Fera tajam. "Mulut lo gak bisa diem Fer?" tanya Riyan geram.


"Lagian kenapa sih? Biarin aja Kak Keisya tau kalau cowoknya yang bikin Sindi gak bisa jalan!"


Riyan mengusap wajahnya kasar. "Denger ya. Itu gak sengaja Fer. Lagian, sahabat lo ini cuman perlu di gip buat ngebenerin engkelnya yang cidera. Gak sampai cacat permanen. Kurang-kurangin deh sikap semena-mena lo."


Riyan kemudian berjongkok menyamakan tingginya dengan tinggi Sindi. "Lo juga Sin, lo udah di baikin sama Bang Kevin bukannya terima kasih malah ngelunjak. Pake modus segala. Jangan manfaatin situasi buat keuntungan pribadi. Ngerti?" tanya Riyan yang menepuk pelan pucuk kepala Sindi.


"Gue sama Kak Windi gak bakal biarin siapa pun ngerusak hubungan Bang Kevin sama Kak Keisya."


***


Keisya dan Kevin sedang mengantri makanan. Kevin masih dengan posisinya yang merangkul Keisya. Hal itu membuat Keisya senang bukan main.


"Kenapa sih liatin aku mulu?" tanya Kevin yang mendapati Keisya selalu mencuri-curi pandang ke arahnya.


Keisya mendorong pelan Kevin hingga membuat Kevin tertawa pelan. "Ngambek mulu pacar Rendra," ucap Kevin yang semakin mengeratkan rangkulannya pada Keisya.


"Ren, ishh."


"Kenapa mau kesini gak ngabarin dulu, hm?"


Keisya mengangkat bahunya acuh. "Sengaja biar kamu kaget," jawab Keisya asal.


"Oh gitu? Congrats deh, kamu berhasil."


"Masa?"


"Iya. Jarang-jarang kan kegiatan aku di samperin Ibu Negara."


"Bisa aja ngerecehnya."


Kevin mengusap gemas pucuk kepala Keisya. "Te amo pacar."


Setelah beberapa lama mengantri makanan, mereka duduk menempati tempat duduk kosong yang tersedia.


Kebetulan sekali yang hanya muat untuk dua orang. Kevin dan Keisya duduk berhadapan dengan berbagai makanan serta minuman yang di letakkan di atas meja.

__ADS_1


Di saat mereka menikmati waktu bersama tiba-tiba ada beberapa gadis sosialita yang menghampiri meja keduanya.


"Bang Kevin, boleh foto gak?"


"Mbak fotoin dong," kata salah satu seorang dari mereka yang langsung menyerahkan handphone dengan logo apel gigit ke Keisya.


Keisya menatap Kevin dengan bibir yang di kerucutkan. Kevin meringis kecil melihat ekspresi yang di nampakkan Keisya.


"Ayo Bang Kevin kita foto."


Kevin langsung di tarik dan di posisikan di tengah-tengah mereka. "Ayo dong Mbak, lama banget sih," gerutu salah satu dari mereka.


Keisya menghela napasnya pelan dan mengambil posisi untuk memotret mereka, "1, 2, 3," ucap Keisya yang memberi aba-aba.


"Sekali lagi."


"1, 2, 3."


"Lagi ya Mbak."


"1, 2, 3."


Keisya terus memotret mereka dengan hati yang sudah panas terbakar cemburu. Apa lagi gaya cewek-cewek itu yang membuat moodnya anjlok seketika. Sampai kemudian handphone yang ia gunakan untuk mengambil foto mereka di rampas paksa.


Kevin memejamkan matanya sejenak melihat Vina dan Windi yang mengapit Keisya.


"Handphone siapa nih?" tanya Vina galak.


"Handphone gue. Kenapa?"


Hap.


Kevin dengan gesit menangkap handphone yang di lemparkan Vina ke arah mereka. Untung saja sempat di tangkap oleh Kevin. Jika tidak, pasti akan tergeletak di atas bata.


"Ya ampunnn Bang Kevin keren banget sih," puji mereka antusias.


Kevin meringis kecil. "Udah ya foto-fotonya. Gue tinggal, gue lagi banyak urusan soalnya," kata Kevin yang kemudian menghampiri Keisya, Vina dan Windi.


"Makasih Bang Kevin."


"Sama-sama," jawab Kevin tersenyum kecil lalu melanjutkan jalannya menuju meja yang tadi ia tempati dengan Keisya.


"Kamu gak marah kan By?" tanya Kevin.


"Kei, kita berdua pergi dulu ya?" ucap Vina yang di angguki oleh Windi.

__ADS_1


Keisya tidak menghiraukan pertanyaan Kevin, ia hanya mengangguk lemah sebagai respon dari ucapan Vina. Lalu, Vina dan Windi pun pergi dari hadapan Keisya dan Kevin.


Keisya hanya menikmati makanan yang ia beli tadi dengan Kevin. Mereka sama-sama diam meskipun duduk berhadapan. Setelah insiden foto memoto tadi mereka tidak membicarakan apa-apa.


"Rendra," ucap Keisya tiba-tiba. Gadis itu memanggil nama pacarnya namun wajahnya tidak menatap wajah si pemilik nama. "Ren," panggil Keisya lagi ketika Kevin tidak menjawab panggilannya, namun tetap tidak mendongakkan wajahnya.


"Renndraaa," rengek Keisya lagi. Masih dengan keengganan gadis itu menatap pacarnya.


Helaan napas Kevin terdengar di telinga Keisya. "By, aku paling gak suka kamu panggil aku tanpa lihat ke aku. Tau kan?" ucap Kevin.


Keisya mengangguk, kemudian gadis itu mendongak menatap Kevin yang bertopang dagu menatap ke arahnya. Aish, Keisya kan jadi salting hingga menundukkan kembali pandangannya dari Kevin.


"Nakutin banget kayaknya aku," kata Kevin di buat-buat.


Keisya menggeleng pelan lalu meletakkan garpu kecil untuk menikmati makanan yang ia beli. Kevin itu meraih tissue lalu membersihkan area bibirnya. Takut jika ada noda saos yang mungkin saja akan tertinggal.


"Makasih," ucap Keisya saat Kevin menyodorkan minuman ke arah gadis itu. Keisya meminum minuman beberapa teguk. Lalu, ia menatap Kevin intens. "Ren," panggilnya pelan.


"Hm?"


"Rendra malu punya pacar kayak Kei?"


Pertanyaan dari Keisya sengaja Kevin tidak jawab. Kevin hanya diam sambil bertopang dagu dengan tatapan yang tidak lepas dari Keisya.


"Ren?" panggil Keisya lagi.


"Iya By?"


"Rendra malu punya pacar kayak Kei?" ucap Keisya mengulang pertanyaannya. Keisya pikir, Kevin tidak mendengar pertanyaan yang ia lontarkan.


Kevin lagi-lagi hanya diam mendengar penuturan yang di layangkan Keisya. Ia tidak ingin menjawab pertanyaan yang bahkan jawabannya sudah sangat amat pasti. Lagi pula apa yang harus di malukan dengan gadisnya? Gadis itu nyaris sempurna di mata Kevin.


"Makanannya enak?" tanya Kevin yang sengaja mengalihkan topik pembicaraan.


Keisya menatap Kevin dengan tatapan yang sulit di artikan. Ia tahu kalau Kevin sedang menghindari menjawab pertanyaannya. Apakah sesulit itu menjawab pertanyaan yang di tanyakan oleh Keisya?


"Enak," jawab Keisya singkat. "Sekarang, kamu yang harus jawab pertanyaan aku. Rendra malu punya pacar kayak Kei?" tanya Keisya lagi. Pertanyaan yang sama sedari tadi, namun tidak juga mendapat jawaban dari Kevin.


.


.


.


...BERSAMBUNG .... ...

__ADS_1


__ADS_2