Percintaaan Seorang Ketua BEM

Percintaaan Seorang Ketua BEM
Nyinyiran


__ADS_3

Keesokan harinya, di kampus.


"Kayak nya sih folowers nya naik karena aksi waktu itu deh, Kei. Dia kan orator nya dia jadi sorotan utama waktu itu." ucap Vina memberi tahu.


Keisya mengangguk mendengar anggapan Vina mengenai membludak nya pengikut akun ins**gr*m Kevin.


"Udah lah gak usah di pikirin. Mereka cuman bisa ngehalu, lah objek haluan nya udah lo gapai." ucap Vina lagi.


"Tapi, di ins**gr*m Rendra gak ada postingan soal gue, Vin." keluh Keisya.


"Mau ada atau gak nya foto lo di feses ins**gr*m nya Kevin, gak akan ngerubah apa pun perihal lo pacar nya dia, Kei. Udah jangan di pikirin. Stress yang ada kalo lo ngikutin pemikiran lo itu." ucap Vina.


Keisya menghela nafas dalam. Apa yang di kata kan Vina memang benar. Jia ia selalu mengikuti alur pemikiran nya yang over thingking ini masalah akan semakin menghampiri nya tanpa henti.


"Lo tau gak sih kata nya si Kevin udah punya pacar."


"Yang bener lo?"


"Iya bener. Pacar nya kata nya beda fakultas sama dia."


"Tau dari mana lo?"


"Gue tau dari orang orang juga sih. Eh kata nya nih yah, cewek nya mahasiswi biasa. Bukan mahasiswi aktivis kampus kaya Kevin. Sayang banget ya Kevin dapet pacar yang begitu."


Percakapan di meja sebelah membuat Vina dan Keisya sontak saling bertatapan. Mereka saat ini memang berada di lingkungan kantin yang mana bukan hanya anak fakultas psikologi yang berkunjung. Ada banyak mahasiswa dari fakultas lain yang berkunjung karena kantin ini adalah pusat kantin kampus. Keisya menggigit bibir bawah nya kuat. Sedang kan Vina menahan ke geraman nya.


"Jangan Vin," bisik Keisya pelan ketika Vina sudah siap siaga ingin bangkit dari posisi duduk nya. Keisya yakin Vina ingin menghampiri meja itu.


"Gue gak bisa diem aja denger omongan sampah kaya gitu, Keisya." ucap Vina yanh sedang menahan ke kesalan nya.


"Mereka bebas berspekulasi apa pun tentang gue, Vin." ucap Keisya.


"Tapi gak dengan merendah kan lo kayak tadi, Kei." ucap Vina geram.


"Vin." rengek Keisya pelan. Mereka berbicara dengan sangat pelan hanya mereka yang bisa mendengar suara mereka satu sama lain.

__ADS_1


Vina menghela nafas nya mendengar rengekan itu. Ia kemudian menatap sinis meja sebelah walau pun beberapa gadis yang duduk di sana tidak menyadari tatapan sinis nya.


"Kita pindah meja aja gimana?" tawar Vina halus. Ia tidak ingin Keisya mendengar nyinyiran yang lebih pedas lagi. "Atau kita gak jadi makan di sini ya? Kita cari makan di luar aja yuk." ajak Vina lagi. Sungguh Vina sangat ingin membawa Keisya pergi dari sini.


"Kita udah pesen, Vin. Gak enak kalau di batalin. Gue oke kok. Aman. Lo jangan khawatir." kaya Keisya mencoba menenang kan Vina.


"Lo yakin?" tanya Vina memasti kan.


"Yakin." ucap Keisya mantap.


Keisya memilih menyibuk kan diri dengan ponsel nya di banding harus mendengar kan hal hal yang membuat nya merasa rendah diri. Saat asik berselancar di dunia maya, sebuah notifikasi chat masuk.


Rendra : By


Keisya lebih memilih mengabai kan pesan itu. Ia akan membalas pesan itu nanti, tidak sekarang. Ia tidak ingin balasan chat nya di pengaruhi mood nya saat ini. Tidak adil jika harus Kevin yang menjadi pelampiasan atas ke kesalan nya.


"Permisi ini pesanan nya."


Makanan yang di pesan Keisya dan Vina akhir nya tersaji di meja. Vina menatap Keisya yang hanya diam menatap makanan nya itu. "Mau ganti menu makanan, Kei? Kalau iya, bilang aja lo mau apa biar gue pesenin dulu. Makanan yang ini nanti kita minta di kemas aja buat take away. Gimana?" tawar Vina.


Keisya tersenyum lembut pada Vina. Ia harus bersikap baik baik saja agar Vina tidak mengkhawatir kan nya. Keisya berusaha memakan makanan yang ia pesan walau pun hati nya sedang kacau.


"Setelah makan kita nonton yuk." ajak Vina antusias.


Keisya menggeleng malas. Ia tidak mungkin bisa menikmati film atau pun series jika sedang dalam mood yang beranta kan seperti ini.


"Beri ice cream gimana? Gue yang beliin deh." tawar Vina yang berusaha membuat mood Keisya bagus kembali.


Keisya tetap menggeleng kan kepala nya guna menolak aja kan Vina.


"Karaokean gimana? Udah lama kan kita gak konser berdua. Mau yah Keiii?" bujuk Vina yang pantang menyerah.


"Next time yah Vin. Setelah makan, gue mau langsung pulang aja." tolak Keisya halus.


"Oke gue anterin kalau gitu." ucap Vina.

__ADS_1


Keisya menggeleng pelan. "Gue bakal minta jemput Mamah aja." ucap nya.


"Ih gak usah. Pulang sama gue aja. Lagian lo gak kasian sama Mamah lo kalau lo minta jemput. Mending sama gue aja ya?" ucap Vina yang berusaha membujuk agar Keisya mau pulang dengan nya.


"Gue lagi mau sama Mamah, Vin." ucap Keisya yang tetep kekeh menolak aja kan Vina.


Kalau sudah begini, Vina jelas tidak bisa memaksa lagi. Mungkin saat ini yang di butuh kan Keisya memang hanya Mamah nya. Yah begitu lah anak perempuan, akan selalu kembali ke rumah ternyaman nya untuk menenang kan diri.


Keisya Calief : Mamah, bisa jemput Keisya di kampus gak?


Keisya mengirim kan pesan pada Mamah nya untuk di jemput. Entah lah ia tiba tiba ingin bermanja manja ria dengan Mamah nya. Keisya sangat perlu pelukan Mamah untuk saat ini.


Tidak berselang lama, handphone nya kembali memuncul kan notifikasi. Dari Kevin dan dari Mamah.


Mamah Sayang : Mau di jemput jam berapa sayang nya Mamah?


Keisya tersenyum membaca balasan pesan dari Mamah.


Keisya Calief : Sekarang boleh?


Mamah Sayang : Oke, Mamah meluncur sekarang.


Setelah selesai berbalas pesan dengan Mamah, Keisya membuka room chat nya dengan Kevin.


Rendra : By


Rendra : Byyy


Keisya Calief : Iya, kenapa Ren?


Keisya mengunci handphone nya ketika selesai membalas pesan dari Kevin. Ia kembali memakan makanan nya dengan pelan. Napsu makan nya lenyap ketika mood nya buruk. Tapi, ia jelas tidak boleh egois mengesamping kan kesehatan nya kan?


"Kei, jangan terlalu lo pikirin ya?" kata Vina yang takut Keisya memikir kan ucapan mahasiswi yang ada di meja sebelah nya.


...Bersambung......

__ADS_1


MOHON DUKUNGAN NYA YAH GUYS BIAR AUTHOR SEMANGAT, JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN😇 AUTHOR LIAT TIAP HARI PEMBACA MAKIN BERNURUN CERITA NYA KURANG BAGUS YA, APA NGEBOSENIN. MOHON PEMASUKAN NYA, MAKASIH🙏


__ADS_2