Percintaaan Seorang Ketua BEM

Percintaaan Seorang Ketua BEM
Nasehat Mamah


__ADS_3

"Iya Vin, lo tenang aja." ucap Keisya berusaha keliatan untuk baik baik aja.


Vina tidak yakin Keisya tidak akan memikir kan soal itu. Mengingat bagai mana over thinking nya Keisya, tentu sangat tidak mungkin Keisya tidak memikir kan hal itu.


Notifikasi pesan membuat Keisya mau tidak mau menatap layar handphone nya. Ada pesan baru dari Kevin.


Rendra : Kamu di mana? Aku samperin ke sana ya.


Keisya tersenyum sendu menatap balasan pesan itu. Ia mengetik kan balasan untuk Kevin.


Keisya Calief : Aku di jemput Mamah pulang.


Keisya kembali mengunci layar handphone nya setelah membalas chat dari Kevin. Ia mendorong pelan piring makanan nya padahal makanan milik Keisya belum habis.


"Habisin makanan lo, Kei." suruh Vina.


"Gue udah kenyang Vin. Enek gue kebanya kan makan." alibi Keisya.


"Lo bukan nya udah kenyang. Lo cuman gak napsu makan karena nyinyiran gak penting mereka." geram Vina kesal. Sumpah demi apa pun Vina sangat gatal memaki mereka yang duduk di meja sebelah.


Keisya menghela nafas nya pelan. "Udah sih Vin gak usah di bahas lagi. Apa yang mereka omongin sedikit banyak nya juga benar kok. Kevin seharus nya punya pacar yang seimbang sama dia. Bukan sama gue yang jomplang banget kalau di jejerin sama tuh cowok." ucap Keisya lesu. Ia hanya bergumam kecil agar mereka yang duduk di meja sebelah tidak mendengar ucapan nya.


"Tuh kan. Lo jadi kayak gini cuman karena omongan mereka. Gue labrak aja gimana?" tawar Vina.


"Gak usah aneh aneh, Vina. Gak penting banget lo ngeladenin mereka." ucap Keisya.


"Lebih gak penting lagi kalau apa yang mereka omongin lo pikirin berlebihan." cibir Vina.


"Lo pikir gue mau mikirin ini Vin? Gue juga gak mau. Gue capek sama semua over thinking gue yang gak penting ini." keluh Keisya tertunduk. Keisya mengatur nafas nya agar emosi nya terkendali.


Tidak mungkin kan ia menangis di tempat ini. Bisa makin di nyinyir sama penggemar penggemar Kevin kalau sampe mereka tau pacar tau pacar Kevin itu cengeng.


Vina menoleh menatap Keisya lembut. Ia mengarah kah dagu Keisya agar perempuan itu menatap nya balik. "Mereka cuman orang asing yang gak tau gimana lo, Keisya Calief. Lo gak seburuk apa yang terlintas di pikirin mereka. Mereka gak perlu tau siapa lo dari gimana sebenar nya lo. Cukup kita yang kenal sama lo yang cukup ngerti gimana pntas nya lo di milikin Kevin, Keisya." ucap nya untuk menenang kan Keisya.

__ADS_1


Keisya memeluk tulus Vina yang mengata kan itu. Vina selalu bisa membuat nya merasa sedikit lebih tenang.


"Lo udah selesai makan kan? Ayo kita pergi dari sini." ucap Vina halus. Ia terlalu muak mendengar obrolan gosip dari meja sebelah. Mereka masih betah membicara kan tentang Kevin.


Vina menggiring Keisya keluar dari area kampus. Mereka menghirup udara segar. "Ngomong ngomong jam tangan yang lo beli kemaren udah lo kasih ke cowok lo Keisya?" tanya Vina yang sengaja mengalih kan topik pembicaraan agar Keisya tidak terlalu memikir kan nyinyiran netizen tadi.


"Rencana nya gue kasih besok Vin." jawab Keisya.


"Kenapa besok?" tanya Vina lagi.


"Biar gak terlalu ketara gue seniat itu beliin dia jam tangan yang dia mau." jawab Keisya.


"Keisya Calief dan gengsi nya yang tinggi selangit." cibir Vina pelan.


"Lagian, gue belum tau, hadiah yang dari Sindi udah di belikin atau belum. Dia gak ada cerita semalem." kata Keisya.


"Kalau belum gimana?" tanya Vina.


"Yah gue kasih nya setelah dia balikin hadiah dari Sindi." jawab Keisya.


Keisya : Hallo Mamah


Mamah : Hallo sayang


Keisya : Kenapa Mah?


Mamah : Kamu di mana Kei? Mamah udah ada di parkiran fakultas kamu.


Keisya : Oke, aku ke sana. Mamah tunggu bentar ya.


Mamah : Oke sayang.


Setelah nya sambungan telepon mereka terputus. Keisya menatap Vina singkat. "Mamah gue udah di parkiran, Vin. Lo mau langsung balik juga gak? Biar bareng gue ke parkiran nya. Lo bawa motor kan?" tanya Keisya.

__ADS_1


"Lo duluan aja Kei. Gue mau ketemu temen gue di fakultas sebelah duli. Pulang bareng dia gue." jawab Vina.


Keisya menatap khawatir pada Vina. "Lo beneran mau ketemu temen lo kan, Vin?" tanya Keisya memasti kan. Ia hanya takut Vina kembali ke kantin dan memaki orang orang yang tadi membicara kan Keisya secara tidak langsung.


"Iya, Kei. Gue beneran mau ketemu sama temen gue. Lo jangan khawatir. Gue gak bakal balik ke kantin buat ngasih pelajaran ke mereka." Vina seolah tau apa yang membuat Keisya cemas.


"Janji ya lo sama gue?" tanya Keisya memasti kan.


"Janji." jawab Vina singkat.


"Ya udah gue ke parkiran ya. Lo hati hati, jangan aneh aneh. Bye Vin," pamit Keisya yang kemudian setengah berlari menuju parkiran fakultas nya.


Vina menatap ke pergian Keisya yang semakin menjauh dari pandangan nya. Vina menghela nafas nya dalam, kenapa harus Keisya yang selalu merasa kan hal hal tidak menyenang kan seperti tadi.


"Lo orang yang baik, Keisya. Tapi, kenapa lo selalu dalam masalah yang bikin lo jadi rendah diri? Lo berharga buat semua orang yang sayang sama lo, Kei." monolog Vina setelah Keisya tidak lagi terlihat.


***


"Mamah" panggil Keisya.


Mamah yang sedang mengemudi kan mobil menoleh singkat ke arah Keisya yang memanggil nya. "Kenapa sayang?" jawab Mamah begitu lembut.


"Keisya sama Kevin itu cocok gak sih menurut, Mamah?" tanya Keisya.


"Kenapa tiba tiba nanya soal ini ke Mamah, Kei?" tanya Mamah bingung dengan pertanyaan Keisya yang tiba tiba seperti itu.


"Mau dengar pandangan Mamah aja." jawab Keisya.


Mamah melirik putri nya. Dari raut wajah putri tunggal nya itu Mamah memahami ada gurat ke khawatiran yang di tampil kan. "Keisya nya Mamah lagi kenapa, heum?" tanya Mamah memasti kan.


"Gak apa apa Mah. Akau cuman iseng aja nanya kayak tadi." jawab Keisya.


Mamah mengangguk kecil. Berusaha mempercayai apa yang di katakan oleh Keisya.

__ADS_1


"Menurut Mamah, yang tau kalian cocok atau enggak itu ya kalian sendiri. Kamu sama dia yang ngejalanin hubungan. Kamu sama dia yang ngerasain banyak fase di hubungan kalian itu. Mamah tau di hubungan kalian bukan cuman selalu tentang ke senangan. Tapi pasti juga ada fase sedih sedih nya, marah marah nya, baikan nya. Kalian yang ngerasain. Sampai hubungan kalian udah selama ini dan kalian masih betah ada di hubungan yang seperti itu, berarti secara tidak langsung kalian sama sama ngerasa cocok. Itu menurut Mamah. Mamah juga gak pinter pinter banget masalah hubungan. Pesan Mamah cuman satu, jangan libatin orang lain dalam hubungan kalian." ucap Mamah memberi kan nasehat.


...Bersambung......


__ADS_2