
Demi apa pun tubuh nya terasa remuk saat ini. Tapi ia harus tetap kuat. Tanggung jawab nya menunggu di depan mata.
"Astaga badan gue sakit semua." keluh nya di depan cermin wastafel yang ada di kamar mandi nya.
Kevin menatap pantulan diri nya di cermin. Wajah nya terlihat lebih pucat dari biasa nya. Mungkin ini efek karena terlalu lama berenang tadi sore. Kevin memijat pelan kening nya yang terasa berdenyut.
"Lo kuat Vin. Bisa kok lo." kata nya menguat kan diri sendiri.
Kevin berusaha mengesamping kan sakit yang ia rasa kan di sekujur tubuh nya. Cowok itu menyala kan shower dan menikmati curahan air yang mengguyur badan nya. Kevin menyelesai kan ritual mandi nya secepat mungkin kemudian bersiap untuk menghadiri rapat.
"Yakin kamu mau rapat dengan kondisi kamu yang kayak gini, Vin?"
Kevin menatap Mama yang mengatakan itu di hadapan nya. Saat ini ia sudah berada di ruang makan bersama sang Mama.
"Kevin gak kenapa napa, Mam."
"Gak kenapa napa apa nya? Badan kamu panas, Kevin."
"Cuman panas biasa doang. Entar juga sembuh setelah ketemu anak anak organisasi."
"Dasar," cibir Mama pelan.
Mama menyiap kan makan malam untuk Kevin. "Mama ambilin obat ya? Minum obat nya setelah makan, oke?"
"Ma, Kevin bukan anak kecil."
Mama menghela nafas mendengar protes dari putra nya itu. Mama menatap Kevin khawatir. "Ya udah, makan dulu nih." ucap Mama yang menyerah kan seiring makanan di hadapan Kevin lengkap dengan segelas jus jeruk.
"Thanks, Ma."
Mama mengangguk kecil. "Mama kangen deh sama calon mantu Mama. Kamu kenapa jarang banget ngajakin dia ke rumah?"
Kevin yang tadi nya hendak memasuk kan makanan ke dalam mulut nya mendadak terhenti karena pertanyaan Mama nya mengenai Keisya. "Mama kan tau Kevin sibuk," jawab nya santai.
"Weekeend ajakin Keisya ke sini ya, Vin!"
Kevin tidak langsung mengiyakan permintaan Mama nya itu. Ia hanya tersenyum tipis. "Liat nanti ya Mam. Aku usahain, tapi gak janji."
"Kamu mah gitu mulu. Kalau kamu gak bisa ngajakin dia ke rumah. Mama aja deh yang ngajakin dia jalan jalan. Mama ketemu nya di luar aja kalau gitu."
__ADS_1
"Ma, dia juga sibuk sama kuliah nya. Nanti aku cari waktu deh buat ajakin dia ke sini."
Kevin menghabis kan makan malam nya. Ia meminum jus jeruk nya hingga tandas. "Aku pergi sekarang deh Mam. Gak enak kalau telat." ucap nya berpamitan pada Mama. Kevin mengecup pelan kening Mama nya.
"Jangan nungguin aku pulang. Mama langsung istirahat aja. Bye Ma."
Setelah memberi kan pesan pada Mama nya ia bergegas pergi menuju lokasi rapat yang telah ia janji kan pada anak anak organisasi. Kevin sengaja mengguna kan mobil malam ini, karena ia merasa udara nya cukup dingin.
Kevin memarkir kan mobil nya di depan cafe. Ia kemudian memasuki sebuah ruangan yang sengaja di reservasi untuk kebutuhan rapat mereka.
"Woyyy Bang Kevin." sapa Davin heboh ketika melihat Kevin memasuki ruangan.
Kevin bertos ria dengan satu per satu anggota ke pengurusan nya. Ia mengambil tempat duduk di samping Windi, sekretaris nya organisasi.
"Tumben lo ngaret bray," cibir Windi sambil melirik Kevin.
Kevin tersenyum kecil dan menurun kan tudung hoodie nya. Ia kemudian menyugar rambut nya ke belakang agar tidak sedikit lebih rapi. Kaum hawa yang ada di ruangan itu menahan pekikan nya karena melihat betapa cool nya Kevin sekarang ini.
"Nungguin gue lo? Takut gue gak dateng ya?" tanya Kevin menyelidik.
"Sue emang lo, Vin. Di teleponin gak aktif. Gue udah ketar ketir takut lo lupa kalau malam ini kita rapat." omel Windi pelan.
"IHHHHH, LO BENER BENER YAA." jerit Windi kesal setengah mati.
"Mana Riyan." tanya Kevin yang belum mendapati ketua pelaksana kegiatan di ruangan rapat saat ini.
"Ke jebak macet, Bang." jawab Davin pelan.
Kevin memincing kan mata nya mendengar jawaban Davin. "On the way jam berapa tuh anak?" tanya nya kesal.
"Udah lah. Lo juga baru dateng kan?" kata Windi menohok.
Kevin hanya nyengir mendengar perkataan Windi. Mereka bersendau gurau sembari menunggu ke datangan Riyan. Sampai kemudian cowok itu dateng di iringin cengiran bodoh nya.
"Gak usah nyengir lo. Buruan duduk." ucap Windi tajam.
Riyan bergegas mengambil posisi untuk memimpin jalan nya rapat kegiatan yang ia kepalai. Riyan menoleh pelan menatap Kevin. Sebenar nya ia ingin mencerita kan perihal pacar dari ketua nya itu. Namun melihat wajah Kevin yang tidak bersahabat membuat nya urung melakukan hal itu.
'Nanti lah pulang rapat gue bahas.' batin Riyan yakin.
__ADS_1
***
Kevin mengusap wajah nya pelan ketika akhir nya rapat mereka berakhir di jam 23:00. Mata nya mengerjap pelan menatap handphone nya yang masih ia belum nyala kan sejak tadi sore.
"Handphone lo ke habisan batrai atau gimana sih? Kok gak lo nyalain?" tanya Windi yang mendapati Kevin hanya menatap kosong ke arah handphone nya.
"Sengaja gue matiin. Gue lagi suntuk."
Windi melirik singkat ke arah Kevin. "Gelud sama cewek lo yaa?" tunjuk Windi mengejek. Jarang sekali ketua nya itu mematikan handphone lama sekali. Biasa nya handphone nya mati karena ke habisan daya, lalu kembali di nyala kan ketika Kevin mencharger handphone nya.
"Sok tau." cibir Kevin pelan.
Riyan yang sudah selesai memberes kan berkas berkas di hadapan nya kemudian menatap Kevin takut takut.
"Kenapa lo ngeliatin gue begitu?" tanya Kevin yang menyadari Riyan menatap nya horor.
Windi tergelak kecil. "Takut sama lo lah, Vin. Santai aja Riyan, lo kayak gak tau Abang lo yang satu ini aja kalau lagi rapat. Aura nya gelap. Tapi kalau rapat nya udah kelar, aura nya seterang matahari pas siang bolong."
"Iya kan, Vin?" tanya Windi meminta pembenaran pada Kevin.
Kevin hanya mendengus kecil. "Ada yang mau lo omongan ke gue, Yan?" tanya Kevin sekali lagi.
Riyan menampil kan cengiran lalu menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. "Eum Bang, gue tadi sore liat cewek lo di depan fakultas."
Kevin yang mendengar itu sontak menegak kan posisi duduk nya. "Gimana gimana?" tanya Kevin lagi.
"Tadi sore Bang, gue liat cewek lo di depan fakultas. Duduk di kursi trotoar depan fakultas. Pas gue tanya dia bilang lagi nungguin lo rapat."
"Sialan." umpat Kevin pelan. Ia kemudian menyambar handphone milik nya dan menyala kan handphone itu.
"Panik kan lo." omel Windi pelan.
.
.
.
...Bersambung.... ...
__ADS_1