
Kevin ingin mengajak gadis itu untuk jalan jalan malam ini. Hitung hitung mengganti janji nya yang ingkar tadi malam. Kevin kemudian ikut turun dari motor setelah menurunkan standar motor nya.
"Mau peluk boleh?" tanya Kevin meminta izin.
Keisya langsung memeluk Kevin erat, menelungsupkan kepala nya pada dada bidang pemuda itu. Kevin menelungsupkan tangan nya di punggung Keisya.
Cup
Kevin mengecup lama puncak kepala Keisya. "Maaf yah sayang, " lirih Kevin merasa bersalah. "Kamu pasti nungguin aku kelamaan yah tadi, sampe nyususlin aku ke kampus." bisik Kevin lagi. Perempuan nya pasti menunggu lama jemputan yang di janjikan Kevin.
Kevin kemudian melepaskan pelukan nya dari Keisya, kemudian menangkup wajah Keisya yang sangat lelah. "Jaga kesehatan kamu, By. Jangan sampe kamu sakit." ucap Kevin.
Keisya memejamkan mata nya menikmati usapan lembut Kevin di kedua pipi nya. Rasa nya ia ingin menangis saja di hadapan pemuda itu. Tapi, Keisya tidak bisa melakukan itu.
"Masuk gih," tutur Kevin lembut.
"Kamu hati hati yah, kabarin aku kalo udah sampe rumah." pinta Keisya.
"Iya, sayang." jawab Kevin lembut.
Keisya berbalik untuk melangkahkan kaki nya pergi, namun Kevin kembali menahan lengan gadis itu. Mau tidak mau Keisya harus kembali menghadap Kevin. "Apa lagi Kevin?" tanya Keisya mencoba untuk sabar.
"Yakin gak mau jalan sama aku?" tanya Kevin sekali lagi. Berharap gadis itu mau berubah pikiran dan mengiyakan peemintaan Kevin. Namun sayang nya, Keisya kembali menggelengkan kepala nya.
Sekali keras kepala, akan tetap keras kepala rupa nya.
"Kalau kamu berubah pikiran, langsung telpon aku yah, By." ucap Kevin.
Keisya tersenyum tipis. "Sekali lagi makasih Kevin." ucap Keisya.
Keisya masuk kedalam rumah nya meninggalkan Kevin yang masih berdiri di pekarangan rumah nya. Kevin sendiri menatap punggung perempuan yang kemudian hilang dari pandangan nya saat perempuan itu masuk.
"Kei, semoga kamu gak capek sama hubungan kita yang kayak gini." lirih Kevin sendu.
Setelah memastikan Keisya masuk, Kevin kemudian menaiki motor nya kembali dan memacu kendaraan nya itu menuju sebuah cafe di mana para pengurus nya berkumpul santai. Kevin perlu menenangkan pikiran nya yang kalut.
Ketika sampai, Kevin langsung menuju ke meja bundar yang di gunakan mereka.
"Asik, tumben nih Bang gabung sama kita kita." ucap Davin, salah satu pengurus muda di organisasi nya.
__ADS_1
"Gak boleh gabung nih gue?" tanya Kevin.
Mereka tergelak pelan. "Besok kita turun ke jalan lagi kan Bang." tanya Riyan, si pengurus muda yang paling semangat jika mengadakan aksi di lapangan. Bukan nya mewakili rakyat menyampaikan aspirasi nya, Riyan malah tebar pesona dengan rayuan nya.
"Iya, udah briefing kan tadi?" tanya balik Kevin.
"Pacar lo tau kalo lo ikutan aksi, Vin?" tanya Devan, salah satu pengurus organisasi juga.
Kevin menoleh ke arah Devan yang melontarkan pertanyaan itu. Kevin mengangguk kecil sebagai respon. "Dia pasti udah tau lewat sosmed nya anak anak yang bikin story di lapangan." jawab Kevin.
"Lo gak izin berarti ke dia Bang?" tanya Riyan iseng.
"Enggak." jawab Kevin singkat.
"Ckckck, pantes aja cewek lo tadi sampe nyamperin ke ruangan kesekretariatan kita, Bang." kata Davin yang memang tadi tidak mengikuti aksi dan lebih memilih nongki santuy di depan kesekretariatan organisasi nya. Eh, malah kedatangan ibu negara nya ketua BEM.
"Gue takut bikin dia overthingking." ucap Kevin.
Celetukan Kevin membuat Devan mencibir pelan. "Justru kalau lo gak bilang, malah bisa bikin dia overthingking anjrit." ucap nya.
Kevin mengusap kasar wajah nya. "Ri, tolong pesenin gue americano donh." ucap Kevin.
"Kalau lagi banyak beban itu lo ceritain aja apa yang bisa lo ceritain, Vin. Siapa tau kita kita di sini bisa bantuin lo. Jangan di pikul sendirian, nanti yang ada lo bisa stress." ucap Devan.
"Gue kasian aja sama cewek gue Ga. Dia pasti belum terbiasa sama gue yang kayak gini." lirih Kevin sendu.
"Cewek lo mahasiswa kupu kupu?" tanya Devan hati hati.
Kevin mengangguk membenarkan kupu kupu adalah istilah kampus yang di gunakan bagi mereka yang hanya mengikuti kegiatan akademik kampus lalu pulang setelah selesai. "Dia bukan aktifitas kampus kayak kita." jawab Kevin.
"Lo gak nyaranin dia buat ikutan ormawa gitu, Bang?" celetuk Davin. For your information, Ornawa adalah singkatan dari Organisasi Mahasiswa.
Kevin menggeleng pelan. "Dia gak pernah minat sama organisasi kayak gini." jawab nya.
"Gue gak bakal kasih izin kalaupun dia mau ikut!" lanjut Kevin lagi.
"Lah kenapa." tanya Devan penasaran.
"Gak mau gue. Nanti banyak yang modusin dia. Cewek gue kan cantik." ucap Kevin posesif.
__ADS_1
Teman teman Kevin yang mendengar penuturan nya hanya bisa menggeleng kan kepala nya, terhadap apa yang di ucap kan oleh Kevin.
***
Keisya mengamati foto foto polaroid yang berisi kebersamaan nya dengan Kevin. Foto foto itu ia gantungkan rapi pada tali rami, apa lagi dengan untaian lampu tumbler warna warm white membuat foto foto itu nampak terlihat aesthetic.
"Aku cuman takut kita bakal jauh, Kevin." lirih Keisya lembut.
Keisya melepas salah satu foto dan membawa foto itu agar menemani nya duduk di sisi ranjang.
"Bisa gak kita balik kaya dulu?" tanya Keisya pada foto yang ia pegang.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu kamar membuat Keisya menoleh dan beranjak membuka pintu. Keisya melihat Mamah nya yang berdiri di depan pintu kamar nya. "Kenapa, Mah?" tanya Keisya lembut.
"Depan ada Kevin, Kei." jawab Mamah nya.
Keisya terdiam mendengar ucapan Mamah nya. "Kevin?" tanya Keisya memastikan. Ia hanya takut salah dengar saat Mamah nya menyebutkan nama pemuda itu.
"Iya, Kevin. Dia nungguin kamu di depan." ucap Mamah.
Keisya mengangguk kecil. "Makasih, Mah. Nanti Keisya ke depan buat nemuin dia." ucap nya.
"Mamah langsung ke kamar yah, Kei. Jangan lupa izin kalau kamu pergi." kata Mamah memberi taukan anak nya jika mau pergi harus izin terhadap nya.
"Iya Mamah ku sayang." ucap Keisya.
Keisya kembali ke kamar nya untuk mengganti hotpants yang ia kenakan dengan celana panjang. Sementara kaos lengan pendek nya tidak ia ganti karena masih di rasa aman. Setelah selesai, Keisya kemudian menemui Kevin di ruang tamu.
Pemuda itu tengah duduk di sofa. Penampilan Kevin terbilang santai, ia hanya menggunakan kaos hitam lengan pendek dan celana sebatas lutut saja. Tapi, percaya atau tidak percaya, kadar ketampanan Kevin bertingkat berkali kali lipat.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1