Perebut Suamiku

Perebut Suamiku
PS chapter 13


__ADS_3

#Memulai pekerjaan baru.


➡➡➡


Setiap hubungan akan berakhir, entah berakhir bahagia atau pahit. Aku tidak pernah menyesal, karena semuanya tidak bisa di ulang dan di perbaiki.


Setidaknya aku pernah mencintai dengan tulus meski tidak berakhir mulus. Setidaknya aku pernah berusaha walau di sepelekan. Setidaknya aku paham tentang komitmen bersama untuk saling bertahan dalam kondisi sulit, dan setidaknya aku setia pada suatu pilihan dengan pertanggung jawaban, entah meninggalkan atau memilih untuk bertahan.


Hingga akhirnya suatu hari aku sadar jika aku mungkin pantas untuk mendapat yang lebih baik. Entah orang yang lebih baik atau cerita yang lebih baik.


Bukan yang sempurna, karena ketika aku mencari yang sempurna, mungkin aku akan kehilangan yang terbaik.


Suatu saat entah kapan, ada bagian yang sadar bahwa ada yang telah merasa kehilangan.


Sementara aku akan menjadi orang yang berkualitas, yang bisa memberi arti dalam setiap hubungan yang mampu memberi kenangan, yang mampu bangkit ketika harus jatuh berkali kali. Yang mampu memaafkan secara perlahan atau yang bahkan dengan ikhlas memberikan kesempatan kedua (jika di takdirkan).


Karena mereka tidak akan pernah tahu setelah mereka menyakitiku, apakah setelah semua yang terjadi aku masih orang yang sama..


#unknown


➡➡➡


Sepulang dari Apotik, aku langsung menuju cafe tempatku memulai pekerjaan baru.


Aku harus semangat di awal pekerjaanku. Menjadi seorang penyanyi, meskipun itu hanya penyanyi cafe sekalipun juga memerlukan suara yang merdu plus penampilan yang menarik.

__ADS_1


Aku mengendarai sepeda motor pemberian Adnan dengan kecepatan standar, dengan rambut yang berkibar di tiup angin, juga cuaca dingin yang menembus tulang. Aku terpaksa membungkus diriku rapat dengan hoodie, juga denim panjang untuk mencegahku masuk angin.


Aku sama sekali tidak memperdulikan apapun lagi, yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan dan uang.


Tidak tahu sejak kapan aku menjadi sangat perhitungan dan mata duitan, tapi yang jelas sejak aku bercerai dan Adnan tidak lagi menafkahiku, aku menjadi seseorang yang harus mandiri dan bekerja sendiri jika ingin mendapatkan uang, jadi aku harus memprioritaskan kebahagiaan setelah uang.


Sekarang aku juga tidak lagi sendiri, aku sudah mempunyai seorang putri yang harus aku perjuangkan masa depannya, aku tidak akan membiarkan Kirani hidup sepertiku, apalagi seperti Adnan.. tidak, aku tidak akan pernah membiarkan Kirani tumbuh seperti Adnan.


Aku letih dan sedih.


Sedih karena meskipun aku memiliki seorang Putri, tapi aku seperti hidup seorang diri. Aku hanya memiliki hari minggu untuk menghabiskan waktu dengan Kirani.


Kirani masih sama, masih bersama orang tuaku, masih bersama Haris dan Helena, tapi aku lega, merasa bahwa Kirani lebih aman di sana di banding saat bersamaku.


Karena belakangan ini, aku sering mendapat berbagai ancaman dan juga teror. Tidak perlu di tanya siapa orangnya, karena jawabannya adalah Rubah betina itu.


Rumah dan Adnan adalah dua hal yang hanya akan menjadi kenangan menyakitkan yang bahkan akan ku ingat sampai aku mati.


S*al.. dasar Rubah betina, aku tidak akan pernah membiarkan Rubah itu menang kali ini, dan aku akan tetap tinggal di rumah Adnan apapun yang terjadi sampai waktu yang telah Adnan tentukan habis.


Beberapa menit kemudian, aku tiba di pelataran sebuah cafe bertuliskan RI ONE yang tercetak tebal dengan lampu kerlap kerlip di sekitarnya. Cafe mewah bergaya classic lima lantai ini memang pantas di acungi jempol.


Setahu ku, ini adalah pusat cafe RI ONE yang memang sengaja di dirikan di kawasan pusat bisnis Ibu Kota, bahkan tanah permeter perseginya saja sudah bernilai puluhan juta. Dan baru kali ini aku akan memasuki cafe pusat milik Furi setelah sekian lama mengenal Furi. Biasanya aku hanya akan pergi ke RI ONE cabang yang lebih dekat dengan rumahku.


Aku juga pernah bertemu pria itu beberapa kali, namun itu hanya sebatas saling sapa antar teman, dan aku menghormati Furi karena dia adalah sepupu Miranda, tidak lebih.

__ADS_1


Baiklah, pertama tama, aku akan menemui Furi terlebih dahulu untuk menanyakan apa saja yang perlu aku lakukan, berapa jam masa kerjaku, juga lagu genre apa yang pengunjung cafe sukai.


Aku melihat jam di pergelangan tanganku, yang menunjukkan pukul enam sore, setidaknya aku masih memiliki waktu dua jam untuk memulai pekerjaan pertamaku.


Aku masuk ke toilet terlebih dahulu, berganti pakaian dengan mini dress berwarna peach, juga sepatu hak tinggi senada. Aku yakin akan cocok mengenakan gaun ini, karena posturku tinggi dan kulitku juga putih.


Kemudian aku merias wajahku dengan riasan ringan. Karena aku sendiri adalah tipe wanita yang tidak pernah memakai riasan berat, dan itu sama sekali bukan gayaku.


Beberapa saat kemudian, aku cukup terkejut dengan diriku sendiri, dengan penampilan baru yang sungguh membuatku sangat berbeda. Aku sendiri bahkan tidak percaya dengan apa yang aku lihat.


Tubuh yang indah, wajah yang cantik, juga tinggi yang cukup, ternyata aku sangat cantik jika menjaga penampilanku.


Aku melihat sekali lagi pantulan wajahku di cermin, apa Adnan tidak akan berpaling jika dari dulu aku seperti ini? Aku merasa jika Adnan berpaling karena aku tidak lagi cantik dan menarik. I HATE BECAUSE I LOVE.


Namun harapan itu justru membuatku semakin membenci diriku sendiri.


Aku naik ke lantai lima, pergi ke tempat dimana Furi tinggal. Seperti yang mereka katakan, jika lantai lima adalah lantai pribadi milik Furi, lantai private dengan keamanan super ketat yang hanya bisa di akses oleh pemilik itu sendiri.


Sampai di lantai lima, aku meneliti penampilanku sekali lagi, setelah di rasa tidak ada kekurangan, aku langsung menempelkan id card yang sebelumnya telah Furi berikan untukku beberapa hari yang lalu. Pintupun terbuka.


Yang terlihat untuk pertama kalinya adalah ruangan mewah, tidak.. tapi super mewah dan luas. Hunian semacam ini jelas hanya bisa di miliki oleh kalangan jet set atau high class.


Aku tahu jika keluarga Miranda adalah keluarga dengan jumlah kekayaan yang luar biasa, tapi aku juga tidak menyangka jika Furi sudah sangat sukses dengan usaha yang di rintisnya beberapa tahun lalu dari nol.


Aku bahkan menyaksikan sendiri tentang berdirinya RI ONE sejak masih tanah lapang dan belum di bangun apapun, namun selang beberapa tahun saja, RI ONE bahkan sudah menembus batas dengan kejayaannya.

__ADS_1


Astaga.. andai waktu bisa ku ulang kembali, maka aku akan memilih untuk mencari hidupku sendiri dan menemukan kesuksesanku terlebih dahulu sebelum memikirkan tentang cinta dan perenikahan.


__ADS_2