
➡➡➡
Jika dia mencintaimu, dia akan membatasi dirinya sendiri terhadap orang lain yang mendekatinya, karena dia tidak ingin kamu terluka. #unknown
➡➡➡
"Semua salahku karena tidak mendidiknya dengan baik, aku sangat menyesal," ucapan Zidan memecahkan kesunyian di dalam mobil, terdengar penuh penyesalan.
Kenapa Zidan bisa datang menjemputku di rumah Adnan adalah karena aku sudah menceritakan segalanya, tentang apa yang Carla lakukan, tentang semua perbuatannya. Setidaknya Zidan harus tau tentang kelakuan putrinya sendiri. Dan semua keputusan terletak pada Zidan kembali, dia masih ingin bersamaku atau tidak itu adalah pilihannya, haknya. Namun semua di luar kendaliku, Zidan bukannya marah tapi justru sangat menyesal, serta berulang kali meminta maaf padaku, seperti saat ini. Entah kata maaf yang sudah keseberapa yang Zidan ucapkan selama beberapa hari terakhir.
Aku tau jika Zidan adalah pria yang baik.
"Tidak ada yang perlu di sesali, Carla masih muda, wajar jika dia melakukan suatu kesalahan," ucapku mencoba untuk mengimbangi perkataan Zidan. Tidak ingin berdebat, tidak ingin mengklaim siapa yang benar dan salah di sini.
"Mungkin karena dia tidak di besarkan oleh seorang Ibu, maksudku adalah Ibunya meninggal saat Carla berusia empat tahun, dia sangat terpukul sampai tidak makan dan minum, dia mengurung dirinya di kamar, menyalahkan dan membenci Caramel sampai saat ini."
Aku menghela nafas panjang saat mendengar ini, tidak tau harus menanggapi apa. Sudah sangat jelas jika si pendosa tetaplah Carla sejak awal dan masih tetap Carla sampai sekarang, namun Carla masih saja menyalahkan Caramel? Apakah Carla sungguh orang yang waras? Meskipun Caramel tidak di besarkan oleh seorang Ibu, tapi dia masih berperilaku baik, santun dan penurut, tidak seperti Carla, please.. jahannam waiting you.
Zidan membuang pandangannya keluar jendela, entah apa yang Zidan lihat di luar sana, karena tidak ada apapun selain kendaraan lain yang berlalu lalang di jalanan Ibu Kota, "dia tinggal di apartemen sejak berusia sepuluh tahun, di temani Bi Sumi sampai berusia lima belas tahun, dan mulai tinggal sendiri setelah dia mampu melakukan semuanya secara mandiri. Dia gadis yang pintar, namun sifat licik dan dengkinya selalu menjadi bagian dari dirinya yang tidak bisa hilang."
"Aku tau jika ini sulit untukmu, untuk Caramel, juga Carla, tapi kita masih bisa menata kembali sebelum semuanya semakin buruk dan rumit. Tidak ada yang tidak bisa untuk di perbaiki. Selama ada niat, kita bisa membuat Carla sadar jika ini adalah suatu kesalahan. Aku takut dia akan melakukan ini, lagi dan lagi jika kita tidak membuatnya jera." Aku berucap dengan sungguh sungguh, tidak ingin menghancurkan Carla, hanya ingin membuatnya sadar, membuatnya memahami jika kesalahan tetaplah suatu kesalahan, yang harus di luruskan kembali.
__ADS_1
Zidan menoleh ke arahku, "aku tau, Carla pantas mendapat peringatan sebelum dia jatuh semakin dalam."
Tentu ini berat untuk Zidan. Bagaimanapun, seorang Ayah ingin melindungi putrinya sampai titik darah penghabisan. Tidak rela jika seseorang menyakitinya. Sama seperti Ayahku, Ayah juga selalu berharap yang terbaik untukku, tidak ingin seseorang menyakitiku.
Lagi pula, bukankah hukum alam sudah tertulis jelas jika siapa yang bersalah, maka dia juga yang harus di hukum? Siapa yang bersalah, maka dia juga yang harus meminta maaf sebagai penebusan? Melindunginya tidak akan membuatnya berubah menjadi baik, dia justru akan seenaknya sendiri karena merasa memiliki pelindung di belakangnya.
"Sudahlah, jangan terlalu di pikirkan. Ini hanya masalah waktu," aku mencoba untuk menghibur Zidan yang mulai merasa risau. Jelas jika Zidan memiliki tingkat rasa bersalah yang tinggi
"Aku ingin bertanya satu hal, apa kamu bisa menjawabnya dengan jujur?"
Aku mengangguk.
"Apa kecelakaan Haris ada hubungannya dengan Carla?"
"Apa maksudmu?"
"Maksudku adalah aku sungguh tidak tau," aku menggelengkan kepala, "sebelum Haris sadar, semuanya masih buram. Dan aku tidak ingin berspekulasi lebih jauh, semakin aku menebak, maka semakin aku menuduh orang lain, dan itu akan menjadi fitnah."
"Baiklah, jadi satu satunya jalan untuk mengetahui kebenaran adalah dengan menunggu Haris membuka matanya. Aku sangat yakin Haris akan sadar secepatnya, aku sudah mendatangkan Dokter serta peralatan kesehatan terbaik dari luar negri, kamu tenang saja, Haris akan bangun."
"Ku harap juga begitu."
__ADS_1
Zidan menggenggam punggung tanganku, "apa kamu tidak menyesal karena telah menikah denganku?"
Aku tersenyum tipis, "apa apaain ini? Aku justru senang karena bisa menjadi istrimu, menjadi bagian dari dirimu adalah suatu hal yang sangat indah. Jadi apa yang harus di sesali? Bahkan jika aku menyesal, aku tentu sudah menolak saat kamu menikahiku dua hari yang lalu." Aku kembali membayangkan saat Zidan menikahiku secara mendadak dua hari yang lalu, membuatku terkejut dan bahagia di waktu yang bersamaan. Meskipun tidak ada pesta ataupun resepsi mewah, tapi itu tidak masalah. Asal kami sudah sah secara hukum dan agama, itu sudah lebih dari cukup.
Zidan tersenyum, "lalu apa kamu menyukai mobilnya?"
Aku mengangguk, "tentu saja aku menyukainya. Bahkan apapun yang kamu berikan sebagai mahar pernikahan, meskipun itu hanya sebuah cincin, aku akan sangat menghargainya, apalagi jika itu adalah sebuah mobil mewah yang harganya saja 1,9M. Aku wanita dan sangat menyukai uang." Aku tersenyum lebar, seakan ketegangan tadi tidak pernah terjadi.
"Baguslah jika kamu menyukai uang, kamu bisa membantuku menghabiskannya," ucap Zidan sembari tertawa renyah.
Kami berdua tertawa bersama, sangat bahagia.. hal kecil yang sangat manis.
"Kadang.. aku merasa ingin berterima kasih pada Carla." Ucapku yang sukses membuat Zidan menghentikan tawanya.
Zidan menoleh, "untuk apa?"
"Karena dia, aku jadi tau sifat Adnan yang sebenarnya, karena dia aku jadi mengenalmu, dan karena dia juga aku jadi menikah denganmu."
〰〰〰
Tengkyu gaes udah setia baca PEREBUT SUAMIKU. Baca novelku yang lain juga kuy!! BUKAN WANITA MALAM, ini cerita tentang Arkana ya? Masih inget sama Arkana kan? Drumer band Zodiak dari Bandung??
__ADS_1
Masih tiga chapter sih, tapi lumayanlah.. siapa tau cocok sama genre novel yang kalian suka baca.
Sekali lagi.. tengkyu.. salam sayang dari aku. 😘😙