Perebut Suamiku

Perebut Suamiku
EPILOG


__ADS_3

Budayakan like.


Happy reading..


〰〰〰


Caramel Megan, adalah nama seorang gadis berparas cantik berusia sembilan belas tahun. Merupakan putri kedua dari Zidan Viky, seorang pengusaha kaya raya yang bergerak pada bidang perhotelan dan pariwisata dengan Himalaya Gilsya, seorang wanita anggun nan rupawan yang sudah beberapa tahun ini menjadi Ibu sambungnya.


Bisa di katakan beruntung karena Caramel hidup berkecukupan. Tidak kekuarangan uang, juga tidak kekurangan kasih sayang dari keluarganya.

__ADS_1


Dia tumbuh menjadi seorang gadis cantik dengan tubuh ideal dan postur tinggi semampai. Berkepribadian baik dan menjadi kebanggaan orang tuanya. Pintar dan memiliki segudang talenta yang menjadikannya populer di kampus tempatnya berkuliah. Namun sikap dingin dan cueknya membuat gadis itu tidak memiliki banyak teman pria. Lebih tepatnya adalah dia tidak pernah berkencan, lantaran sejauh ini masih tidak ada pria yang mampu membuat hatinya berdebar kencang. Tidak pernah jatuh cinta ataupun tertarik dengan lawan jenis.


Sempat merasa takut. Takut jika dia bukanlah wanita normal yang menyukai pria. Namun, ketakutan itu tidak terbukti lantaran hatinya juga tidak berdebar saat berhadapan dengan gadis cantik di kampus. Membuatnya lega. Pertanda jika dia bukan l*sbian.


Caramel telah meraih diploma untuk jurusan Bahasa Asing dan Hubungan Internasional tahun ini. Tidak hanya pandai berbahasa inggris, namun dia juga lihai berbahasa Spanyol dan Jepang. Dua negara yang sangat ingin dia kunjungi untuk melanjutkan studinya.


Berbakat dalam ilmu Sosial. Salah satunya adalah Hubungan Internasional. Mengharuskannya untuk pandai berkomunikasi dengan warga asing menggunakan bahasa Inggris dengan aksen Inggris yang kental. Karena target utamanya adalah Diplomat ataupun Penerjemah. Keduanya adalah dua hal yang selalu di impikannya sejak masih kecil. Namun siapa sangka jika pesonanya justru telah mengantarkannya pada fase dimana dia di paksa untuk merelakan mimpinya hangus karena satu kata, yaitu perjodohan.


Dia sudah banyak mengalah, tidak mempermasalahkan apapun. Soal pendidikan, Sekolah, pakaian bahkan sampai makananpun di atur oleh Mamanya. Dia tidak menolak karena dia tau ini adalah yang terbaik untuknya. Namun, dia tidak bisa mentoleransi saat jodohnyapun harus di tentukan pula.

__ADS_1


Dia menolak bukan karena dia belum siap untuk menikah, tapi karena dia masih ingin sendiri, masih ingin bebas untuk menjelajah ke beberapa tempat yang belum sempat dia kunjungi. Juga ingin mencapai target hidup yang sudah dia susun sejak awal.


Dia sangat membenci posisi dimana cita citanya tidak bisa di raih hanya karena sebuah pernikahan. Merasa aneh. Jika di pikir secara realistis, pernikahan hanyalah pemicu untuk dua orang saling menyerang dan memperebutkan hak asuh anak saat mereka tidak lagi cocok satu sama lain. Melupakan awal pertemuan mereka yang di penuhi cinta dengan asmara membara. Tidak hanya itu, mereka juga bisa membuat dua keluarga besar saling memojokan satu sama lain. Para orang tua akan membela anak anak mereka, dan menyalahkan menantu pada akhirnya. Lalu apa artinya semua itu jika mereka hanya saling menyakiti? Di tambah, jika hubungan itu tidak berlandaskan cinta, maka bisa di pastikan tidak akan ada penyesalan jika salah satu pihak melakukan kesalahan.


Tidak bisa!! Caramel menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau menjalani bahtera rumah tangga tanpa cinta. Karena dia bisa kehilangan masa depannya yang berharga hanya untuk pria asing yang tidak di kenalnya.


Tidak ingin kehilangan waktu mudanya yang berharga, maka dia yakin jika ini sudah benar. Dia akan pergi ke Selandia Baru, ke rumah seorang kerabat yang sudah lama tidak dia kunjungi.


〰〰〰

__ADS_1


Caramel menyeret kopernya dengan hati hati. Berjalan merindik, sangat pelan. Bahkan nyaris tidak mengeluarkan suara. Menyelinap keluar pada tengah malam setelah memastikan jika Papa, Mama dan Kirani sudah tertidur nyenyak.


Setelah memastikan situasi aman, dia segera mencari taksi menuju Bandara. Tidak ingin membuang waktu lebih lama, tidak ingin dia berubah pikiran jika sudah melihat Kirani. Meninggalkan keluarga adalah bagian tersulit, namun.. dia tidak memiliki pilihan lain selain melarikan diri untuk saat ini.


__ADS_2