
sen ren adalah anak dari ketua bandit bernama sen bai dan istrinya bernama sen lin. di dalam keluarga ini ada dua saudara yaitu sen ren dan adiknya sen yui.
di kota ini bernama kota kuva yang di tinggali oleh para bandit saja dan itu semua kebanyakan adalah bawahan dari sen bai tapi meskipun begitu kota ini tetap makmur di karenakan ladang dan tambang di wilayah ini sangat banyak melimpah, walaupun banyak yang ingin menyerang kota ini tapi semuanya selalu gagal karena ibunya sen ren memiliki koneksi di sekte kelas menengah bernama sekte bulan. dulunya ibunya sen ren bukanlah bernama sen lin tapi namanya adalah kui lin tapi karena dia sudah menikah dengan sen bai maka di ganti menjadi sen lin.
para bandit disini hanya mencuri para pedagang kaya,licik,jahat, saja ini di karenakan jika mereka mencuri tanpa ada sebab yang jelas maka mereka akan di hukum cambuk dan di penjara. hal itulah mengapa para bandit disini di kenal sebagai penolong tapi banyak juga yang membencinya karena mereka selalu mencuri punya keluarga bangsawan dan keluarga yang kuat lainnya.
sen ren di kenal sebagai anak yang sangat ramah terhadap penduduk kota kuva dan itu membuat banyak warga penduduk kota kuva senang terhadap sen ren, bahkan banyak yang berkhayal bahwa sen ren akan menjadi seorang ksatria yang akan memimpin kota kuva menuju kemakmuran.
sen ren: ayah boleh kah aku pergi keluar aku ingin melihat sekitaran kota dan penduduk sekitar.
sen bai: baiklah, tapi kamu harus membawa seorang pengawal untuk menjagamu.
sen ren: oke ayah terimakasih, dengan nada riangnya
tiba tiba sen yui datang dan berteriak SEN REN!! kamu dimana.
itu mengagetkan kedua orang itu
sen ren: tidak bisakah adikku ini berbicara dengan lembut.
sen yui: ih kata kakak mau ajak aku main tapi janjinya tidak di tepatin juga sampai saat ini.
sen ren: iya kok mau ajak main, mau ikut kakak di luar sudah lama loh kita tidak pergi di luar.
sen yui: ayok kakak, aku mau dengan nada riang!!.
sen ren: oke kalau begitu tapi minta ijin dulu sama papa, papa bolehkah saya membawa sen yui di luar?? di ikuti dengan sen yui dengan nada memohon.
sen bai: hmm baiklah tapi kamu harus ingat harus pulang.
sen ren dan sen yui: baik ayah
__ADS_1
mereka pun menuju ke tempat kediaman ibunya
sen ren dan sen yui: bu kami ingin ke luar tadi sudah ijin ke ayah, bahwa kami mau pergi
sen lin: iya nak tapi hati hati dan selalu siaga karena kita tidak tau niat baik atau buruk orang itu terhadap kita, dan tidak lupa selalu baik.
sen ren dan sen yui: baiklah ibu
setibanya di luar
sen ren dan sen yui bersenang senang, mereka memakan banyak sekali makanan di sekitaran kota, namun saat mereka melihat ada seorang kakak adik yang berada disana di tindas oleh sekolompok orang membuat mereka pergi ke sana di ikuti oleh para pengawal yang mengawal mereka
sen ren: apa yang kalian lakukan huh, mengapa kalian menindas anak kecil
sen yui: yang marah, dasar kalian sekolompak orang tidak malu terhadap diri kalian sendiri karena menyiksa anak kecil sampai seperti ini.
zee: ha apa kalian tidak tahu anak ini telah mencuri sudah berapa kali di kediaman kami, awalnya kami simpati terhadap mereka tapi sekrang tidak karena kami bener bener marah.
zee: hmm 1000 perunggu, dengan senyum liciknya
kedua anak itu: tidak!!! itu bohong kami hanya mencuri makanan hanya roti saja itu pun karena kami lapar,
mendengar apa yang di bicarakan anak itu membuat para pengawal yang mengawasi di luar secara diam diam sangat marah mereka ingin mencabut pedang mereka dan ingin membunuh orang itu. tapi di tahan oleh ketua pengawal karena ingin melihat bagaimana anak dari ketua bandit ini menyelesaikannya.
sen ren : baiklah, tapi dengan satu syarat kamu tidak boleh menyakiti anak ini lagi jika aku melihat kamu menyakitinya maka kamu akan tanggung sendiri akibatnya. dengan nada polos
sen yui yang melihat itu diam saja karena tahu kalau kakak nya pasti bisa menyelesaikannya apalagi dengan pengaruh keluarganya itu sangat mudah bagi mereka.
ketua pengawal yang melihat itu sedikit senang dengan ucapan sen ren karena tuan mudanya baik dan memiliki sifat yang ramah, tapi dia kurang senang terhadap tuan mudanya karena meskipun mereka mau di bayar seperti itu tapi jika hatinya jahat dan suka menyiksa menurutnya itu perlu di beri pelajaran.
zee: baik bagus sekali, aku suka dengan mu karena tidak perlu dengan cara tangan untuk mengatasinya, dengan nada senyum liciknya
__ADS_1
sen ran: bagus kalau begitu, aku harap kamu menepati janji mu
zee: haaha oke tenang saja
akhirnya transaksi itu pun berhasil dan kedua anak itu bisa bebas dari zee yang suka menyiksa itu
sebenarnya bukannya sen ran ingin melepas mereka dengan cara baik baik tapi dia ingin sedikit bermain main dengan mereka, jika mereka baik itu bagus, tapi jika mereka jahat maka pasti dia juga akan melakukan dengan cara jahat.
kedua anak itu: terimakasih tuan muda yang baik hati karena telah membantu kami,
sen ran: sama sama, tapi kalian juga jangan melakukan begitu memang nya kedua orang tua kalian dimana?
sen yui: yang mendengar itu juga penasaran, memang nya dimana orang tua kalian?
kedua anak itu: maaf tuan muda orang tua kami sudah tidak ada sekarang kami yatim piatu, kami tinggal di panti asuhan.
sen ran yang mendengar itu mengangguk tapi dia juga penasaran kenapa panti asuhan membiarkan anak harus mencuri makanan seperti ini.
sen yui pun menjawab: ha memang nya panti asuhan tidak memberi kalian makan.
ke dua anak itu: panti asuhan sekarang kurang dana tuan, jumlah kami sekitaran 300 orang itu pun yang panti asuhan beri makan yang banyak hanya anak yang sakit.
sen ran berfikir hmm kurasa ada yang tidak beres di sana bukannya ayah selalu memberikan dana terhadap anak yang yatim piatu tapi kenapa mereka tetap sengsara kurasa aku harus melihat dulu situasinya.
sen ran: baiklah, aku ingin mengunjungi panti asuhan itu
kedua anak itu: oke kak silahkan ikut saya
||||||||||
oke semua pembaca ini baru awal cerita jika kalian ingin lebih banyak lagi silahkan komen karena saya ingin mendengar ada beberapa orang yang setia terhadap novel saya. makasih.
__ADS_1