
sen ren yang melihat manusia singa itu kebingungan mau tidak mau dia lah yang mulai pembicaraan " hmm ngomong ngomong paman kita belum berkenalan satu sama lain, jadi nama paman siapa ?" kata sen ren
manusia singa yang di panggil paman langsung kaget dan bercampur haru, karena semenjak dia berada di tempat ini belum pernah ada yang mengucapkan dengan kata paman melainkan mereka hanya mengatakan manusia singa itu pun mereka semua adalah sekumpulan pemburu yang menginginkan sebuah beast untuk mereka tunggangi atau mereka makan buat meningkatkan kekuatan mereka.
" namaku badang" kata manusia singa itu sambil mengelurkan tangannya
"oh badang nama yang bagus, namaku sen ren salam kenal " kata sen ren sambil membalas saliman tangannya.
"hmm kalau boleh tahu paman berapa lama paman berada di goa ini" kata sen ren penasaran.
manusia singa itu tersenyum " aku sudah 600 tahun tinggal di tempat ini" kata badang.
"ap-a!"sen ren terkejut akan perkataan badang itu " 600 tahun kamu tinggal disini, apa kamu tidak bosan berada di lava ini tanpa ada yang menemani kamu" kata sen ren penasaran.
" jika di bilang kesepian, sungguh aku sangat kesepian berada di gunung berapi ini, tapi ketika aku berada di luar lebih parah lagi aku di buru dengan banyak pemburu beast، apalagi ketika teman ku dan keluarga ku di bunuh dengan kejam waktu itu sungguh aku membencinya" kata badang
sen ren yang mendengar itu ada rasa kasihan kepada manusia singa ini, dia sekarang mengerti mengapa manusia singa ini menetap di tempat ini.
" maaf , karena telah mengingatkan sesuatu hal yang buruk di kehidupanmu" kata sen ren.
" tidak apa" kata badang
setelah banyak pembincaraan antara badang dan sen ren akhirnya ke dua teman sen ren tersadar dari pingsannya.
wahh
huamm
ketika mereka bangun, mereka samar samar mengingat suara mengerikan singa itu di benak mereka dan itu membuat mereka mengigil ketakutan.
sen ren yang melihat itu ingin ketawa tapi itu temannya, jadi dia hanya ketawa dalam hatinya saja.
" hei anak muda ayo kesini " kata badang sambil melambaikan tangannya memberi syarat kepada ke dua temannya untuk kesini.
__ADS_1
vei nai dan wei fu yang mendengar suara itu kaget dengan manusia yang berada di samping sen ren dengan rambut seperti singa, tubuh kekar , dan juga corak baju mirip dengan kulit singa itu pastinya menambah ketakutan bagi lawannya.
vei nai dan wei fu yang takut kejadian suara yang keras itu terulang, mereka dengan cepat cepat menuju ke tempat sen ren.
sen ren yang melihat tangan serta tubuh dari kedua temannya itu mengigil ketakutan, sen ren langsung menceritakan apa yang terjadi sejak mereka pingsan.
1 jam kemudian perempuan yang bernama yue lin akhirnya tersadar
sen ren yang melihat itu senang bercampur haru dia langsung memeluk yue lin.
namun belum sempat dia memeluk dia langsung di dorong oleh yue lin dengan keras, sen ren yang baru saja memeluk pastinya reflek terjatuh.
"ka-u siap-a kau" kata yue lin yang ketakutan.
" aku ini sen ren, aku ini teman mu sekaligus seperguan mu!!!" kata sen ren dengan keras, karena saat ini perasaan sen ren sudah tidak menentu pikirannya sekarang bercampur sedih,kesal.
yue lin di bentak pastinya semakin takut
tidak
tidak
badang yang melihat itu reflek langsung menarik sen ren dari yue lin.
sen ren yang reflek di tarik pastinya sangat marah apalagi yang dia peluk saat ini adalah orang yang di cintainya.
" kau..
" hei diamlah, apa kamu tidak lihat dia ketakutan sejak tadi" kata badang.
sen ren yang mendengar itu langsung merasa bersalah akan kelakuannya tadi kepada yue lin.
__ADS_1
teman temannya yang melihat itu langsung menenangkan yue lin.
" hei bukannya kamu bilang dia sudah sembuh jika dia sudah tersadar" kata vei nai kepada badang.
" dia memang sudah sembuh buktinya sekarang dia sudah bisa bicara, jika kalian bilang soal kejiwaan yang terganggu itu masalah lain mungkin saja dia trauma" kata badang.
" jadi kalau trauma dia tidak bisa di sembuhkan " kata vei nai.
badang yang melihat pemikiran mereka berdua yang sangat oon hanya bisa menghela nafas saja " hei bodoh, apa kamu pikir unsur kejiwaan itu harus di obati dengan obat medis juga, biar aku kasih tahu orang trauma atau orang gila jika mau sembuh harus dengan cara menenangkannya buat dia menganggap mu temannya agar trauma trauma yang muncul di pikirannya bisa hilang, kalau make obat medis pastinya harus dengan proses yang panjang agar dia cepat sembuh " kata badang panjang lebar kepada mereka berdua.
sen ren sejak tadi tahu apa yang di bicarakan oleh badang karena dia sudah pernah melihat orang gila di tempat medis, di saat itu dia bersama dengan adiknya dan juga zen lin saat dia sedang sakit parah akibat kekuatan besar yang sen ren keluarkan.
mereka berdua langsung terdiam seribu kata karena perkataan badang itu.
badang yang melihat itu tersenyum senang karena berhasil membentak 2 anak ini yang menurutnya merepotkan untuk di urus.
" tapi paman singa sampai kapan perempuan ini bisa sembuh" kata wei fu dengan pelan
" 2 bulan adalah waktu yang cukup buat kesembuhannya " kata badang.
mereka berdua yang mendengar itu tidak senang karena mereka juga harus mengerjakan tugas dari pusat yaitu mengawal pangeran ke 6.
sen ren juga mengerti akan maksud temannya ini, jika dia tidak bisa membantu pangeran ke 6 dan membuatnya mati dalam perang maka jabatan sen ren akan di cabut sekaligus di keluarkan dari sekte naga.
" hei paman bisakah waktunya di kasih cepat, karena kami juga memiliki urusan yang lain" kata vei nai
" urusan apa hingga sepenting itu" kata badang
kata badang selanjutnya itu membuat mereka diam .
hening
badang yang merasa kalau salah bicara " yaudah sekarang kalian pikirkan aja, kalau kalian mau meminta ingin mengobatinya maka butuh 2 bulan baru sembuh, tapi kalau kalian ingin mengobatinya sendiri maka itu cukup sulit karena bisa saja perempuan ini tidak akan sembuh walaupun kalian mencoba untuk menjadi temannya, namun jika kalian berhasil maka kurang dari 2 bulan atau lebih perempuan ini bisa saja pulih"kata badang.
__ADS_1
pilihan yang di berikan badang pastinya sangat sulit bagi mereka bertiga apalagi tugas mereka yang masih belum terselesaikan.