
pagi harinya
seperti biasanya sen ren bangun duluan, menyiapkan makanan dan melakukan olahraga seperti biasa dan tidak lupa berlatih.
sen ren yang sedang joging kini melihat lihat desa sekitar hanshu ini memang kumuh namun masih bisa di bilang sederhana layaknya sebuah kebun,
tapi saat dia berada di sini terlihat wajah wajah warga yang berada disini seperti muram, pucat dan tidak memiliki tenaga sama sekali, bahkan mengayunkan sebuah cangkul saja tangannya gemetar seperti tidak kuat memegang cangkul itu.
sen ren yang melihatnya tentu saja membantu
" pak, biar aku bantu " kata sen ren
" ti-iidak tidak perlu biar aku saja, nanti tangan tuan bisa kotor " kata petani itu.
" hehee, tidak apa apa pak, lagi pula saya disini tidak memiliki perkerjaan, sekali kali saya membantu orang untuk mengurangi kebosanan saya disini" kata sen ren sambil tersenyum
petani yang melihat itu tentu saja terharu
" makasih nak, sebenarnya bapak ini sudah tidak kuat lagi mengangkat cangkul karena setiap malam saya harus mencari ikan buat makan, pagi harinya saya istirahat, siang dan sore harinya saya melanjutkan aktivitas saya seperti biasa mencangkul dan menanam bibit" kata petani itu.
sen ren pun melihat sekeliling, " di lihat lihat tempat ini memang sangat subur dan aku yakin kalau tempat ini adalah tempat yang bagus untuk menanam sekaligus bertenak" kata sen ren dalam hati " namun kenapa masnyarakat yang berada disini sangat kurus" kata sen ren bergumam pelan
petani yang secara tidak sengaja mendengar gumam sen ren langsung tahu apa yang di pikirkannya " jika kamu penasaran tentang mengapa masnyarakat desa sini sangat kurus, kamu bisa melihatnya sendiri ketika siang hari, atau sore hari dan saat itulah kamu akan mendapat jawabanmu" kata petani itu sambil mencangkul.
" baik, terimakasih" kata sen ren yang agak sedikit terkejut dan malu.
setelah itu sen ren berlari jogging seperti biasa, dan ketika sudah lelah dia pun kembali ke tendanya.
++++++,
di tenda
" hei, jangan ambil makanan ku!!!" kata lu xen
__ADS_1
" kau!! beraninya kau menentangku, kamu harus tahu tempat mu PANGERAN" kata guan kang
" tempat? memangnya kamu pejabat?, raja?, mentri?, atau pangeran ? " kata lu xen mengejek
guan kang yang marah langsung mengangkat tangannya dan meluncurkannya tangannya tepat pada perut lu xen, " uahh" seketika itu hening sejenak.
saat mereka berdua masih berfikir sen ren membuka tirai tenda dan ketika dia membukanya, sen ren langsung melotot terkejut, pasalnya yang dilihat nya adalah sebuah pose yang membuat semua orang traveling bagaimana tidak lu xen yang berada di bawah memeluk pundak guan kang sambil berbaring , sedangkan guan kang yang berada di atas melakukan pose yang membuat sen ren merinding bagaimana tidak guan kang di balik celananya itu mengarahkannya tepat pada celana lu xen.
" ma-af menganggu" kata sen ren sambil menutup kembali tirai tenda itu.
guan kang dan lu xen yang masih belum sempat mengatur pikirannya langsung terkejut " minggir!!! baji*an , dasar pencinta laki" kata lu xen yang mendorong tubuh guan kang.
guan kang yang di dorong langsung saja marah " kau!! pikir aku juga mau sama kamu ogah, aku ini masih menyukai wanita " kata guan kang sambil memarahi lu xen
lu xen yang tidak terima langsung saja membalas perkataan guan kang sehingga terjadilah adu mulut antar mereka.
10 menit kemudian terlihat keduanya sekarang sudah sangat lelah akibat berantam, dan juga terlihat luka luka di balik wajah dan juga tangan mereka.
sebenarnya sejak tadi sen ren menguping di tirai itu sambil mendengar suara mereka, tapi bukannya suara yang biasa orang lakukan melainkan suara teriakkan yang juga membuat sen ren harus salah paham.
clik
sen ren membuka dan melihat keduanya sudah bertelanjang dada dan baju baju mereka semuanya terkoyak habis, " ternyata aku bener" kata sen ren dan langsung tidur di tempat itu tanpa mempedulikan keduanya yang sudah pingsan sejak tadi.
+++++
siang harinya
lu xen dan guan kang sudah sadar dan kini mereka sudah berada di meja makan sambil berhadapan dengan sen ren.
" aduh jika aku tahu kalian memiliki hobi seperti itu, seharusnya sejak dari dulu aku pindah kamar dan berpisah dengan kalian" kata sen ren
lu xen dan guan kang yang mendengar itu terkejut dan langsung memutahkan makanan nya, " APA!!!"
__ADS_1
" kak anda salah paham " kata guan kang
" iya kak anda salah paham sumpah, biar aku ceritakan apa yang terjadi" kata lu xen
" sudah sudah, cukup, aku tahu kalian hanya tidak ingin hubungan kalian di ketahui bukan , tenang saja aku akan menyembunyikannya" kata sen ren sambil memakan rotinya.
keduanya yang tida terima langsung berteriak sambil menceritakan apa yang terjadi di tenda itu.
30 menit bercerita
" oh jadi ini hanya salah paham , aku pikir kalian..
" TIDAK!!!" kata keduanya bersamaan mencelah omongan sen ren.
" oh, yasudah kalau begitu, oh yah aku baru ingat sebentar kita keluar aku mau melihat situasi di daerah ini" kata sen ren kepada keduanya.
+++++
di luar
sen ren dan dua temanya itu berkeliling di desa hanshu ini namun yang terlihat wajah mereka bukannya senang melainkan kusut seperti ada aura api yang menyala di kepala mereka yang sedang mereka tahan.
" baji*an apa yang mereka lakukan, bisa bisanya mereka mengambil hasil panen para petani, apa mereka tidak malu dengan profesi mereka sebagai prajurit!!" kata guan kang marah
" bukan hanya itu saja, bahkan nenek dan kakek yang sudah tidak kuat bekerja di paksa menjadi tukang jahit, begitu pun juga para gadis yang berada di desa ini" kata lu xen
" jika kamu melihat di sebuah lorong kecil di sekitaran rumah tidak penghuni, kamu akan melihat banyak cewek di lecehkan dengan kejam" kata guan kang dan memicu api kemarahan lu xen
sen ren sebenarnya ingin marah tapi dia menahan kemarahannya itu dengan berfikir tentang sebuah rencana.
klingš”" hehehe" kata sen ren ketawa ketawa sendiri.
sen ren yang mendapatkan sebuah rencana langsung saja berbisik di telinga keduanya.
__ADS_1
" hahaha, cukup bagus, aku menantikan hari itu" kata keduanya sambil ekperesikan raut kesenangan tapi menakutkan jika di lihat .
BERSAMBUNG