
di ruang medis
di ruang medis terdapat guan kang yang sedang sakit,demam,dan juga panas di seluruh tubuhnya menyebabkan dia harus menerima banyak obat untuk menurunkan panas yang di deritanya.
3 hari telah berlalu dan guan kang telah sehat.
" apa kau sudah sembuh" kata sen ren yang bersandar di dinding itu.
" tentu, aku sudah sembuh" kata guan kang sambil tersenyum canggung.
" ok kalau begitu, sekarang aku yang bertanya mengapa kamu menyerangku" kata sen ren.
guan kang yang mendengar itu tersenyum malu karena dia awalnya ingin mengetes sen ren dengan kekuatan yang dimilikinya , tapi bukannya sen ren yang kalah melainkan dia yang harus terbaring di ranjang ini sambil meminum obat yang sangat pahit.
membayangkan itu sungguh dia sudah benar benar sangat malu" mm, itu sebenarnya aku hanya ingin mengetes saudara sen ren, karena ayah saya guan yu sangat mengagumi mu sampai sampai dia membicarakanmu terus menerus " kata guan kang canggung.
sen ren yang mendengar itu mulai mengerti" jadi kau ini murid sekaligus ayah dari guan yu, tapi yang aku dengar paman guan yu itu belum menikah, mengapa bisa mempunyai anak?" kata sen ren bingung.
" itu karena aku di adopsi olehnya " kata guan kang.
sen ren mendengar itu langsung mengerti " yaudah kalau begitu, mari kita ke topik intinya saja, yang aku tahu jika paman guan yu mengirim mu kesini pasti kamu sangat hebat dalam hal mata mata, jadi untuk itu aku mau kamu memasuki markas musuh dan memberikan informasi kesini" kata sen ren.
" tentu saja karena itulah tujuan ayahku memintaku untuk membantumu " kata guan kang
" bagus kalau begitu ayo kita mulai" kata sen ren.
++++++
pagi hari
__ADS_1
terdapat guan kang yang sudah menyiapkan pakaian dan penyamarannya untuk memasuki markas musuh.
" apa kau sudah selesai " kata sen ren yang sedang menunggu di balik pintu
" tentu aku sudah selesai " kata guan kang dan langsung membuka pintu itu.
ketika guan kang membuka pintu itu terdapat vei nai dan juga wei fu yang kebetulan berjalan sambil berbicara.
" eh, bukannya itu sen ren" kata wei fu dan membuat vai nai memalingkan wajahnya.
" oh iya itu kan ketua , kenapa ketua bersama guan kang" kata vei nai
melihat ini mereka dengan sembunyi sembunyi mengintip di balik dinding
" ayo kita jalan" kata sen ren.
" ha, kita? saudara sen ren juga ikut " kata guan kang senang.
guan kang yang mendengar itu sangat senang karena dia di temani oleh sen ren.
vei nai dan juga wei fu yang mendengar itu kaget, karena mereka baru saja menyaksikan 2 orang yang saling serang kini menjadi sangat akrab.
" wei fu, apakah aku salah lihat" kata vei nai yang sedang melotot melihat apa yang berada di depannya.
" aku kira hanya aku yang salah lihat, ternyata kita sama sama juga melihatnya " kata wei fu.
sen ren sendiri tersenyum sambil berbincang bincang dengan guan kang, sebenarnya mereka sama sama sudah melihat 2 orang yang berada dinding itu, hanya saja mereka tidak mempedulikannya dan tetap berbincang bincang.
ketika selesai mengobrol bersama kini mereka sudah siap dengan tas mereka menuju ke markas musuh.
__ADS_1
" ayo jalan" kata sen ren dan diikuti oleh guan kang.
ketika sen ren pergi tidak lupa dia mengirim pesan menggunakan telepatinya kepada vei nai dan juga wei fu untuk memberitahu pasukannya kalau sen ren sedang mengerjakan misi.
dan tidak lupa dia mengucapkan " kalau kalian terus bersembunyi di balik dinding itu akan aku bakar kalian" kata sen ren sambil pergi.
vei nai dan juga wei fu yang mendengar itu langsung kaget bercampur shock mendengar itu.
tidakkkkkk
++++++
perjalanan
sen ren dan juga guan kang selama berjalan tidak pernah mengalami gangguan apapun, bahkan menurut mereka perjalanan kali ini adalah perjalanan yang paling tenang dan damai dengan air terjun yang mengalir, hutan yang lebat udara yang sejuk menambah suasana senang.
namun baru saat sampai ke sebuah kota sen ren dan guan kang mulai berubah wajahnya ketika melihat tempat ini penuh dengan penindasan dan juga pembullyan.
misalnya ketika melihat anak yang tulus itu mengambil sebuah dompet yang jatuh di tangan orang itu dan mengambalikkannya, bukannya orang itu terima kasih melainkan orang itu menghinanya dengan sebuah hinaan pencuri.
dan juga ketika seorang pelayan yang tidak sengaja menjatuhkan sebuah minuman tepat di celana laki laki itu, pelayan itu yang bersalah langsung minta maaf sambil memegang kaki pria itu, tapi pria itu mencemohnya,menghinanya, dan juga mengancamnya.
orang yang minta minta di jalan semuanya di hiraukan bahkan mereka tidak memberikan sepersen uang pun buat orang miskin itu, ketika sen ren bertanya mengapa tidak ada yang memberikan uang kepada peminta minta itu, orang itu menjawab menurutnya kalau orang miskin yang meminta minta itu semuanya orang munafik yang tidak ingin bekerja padahal merema mempunyai tangan dan juga kaki, kata pria itu , kata kata orang itu bisa di maklumi oleh sen ren karena memang ada yang seperti itu
guan kang yang merasa sudah tidak betah lagi berada disini, " kak ren lebih baik kita lanjutkan saja perjalanan kita " kata guan kang.
sen ren yang mendengar itu tentu ada rasa enggan di dalam hatinya untuk meninggalkan orang miskin itu yang di sakiti begitu saja, tapi karena melihat sikap para bangsawan dan juga para orang kaya yang berada disini, tentu sen ren sangat marah dia berjanji dalam hatinya kalau dia akan membebaskan kota ini jika dia bisa memimpin sebuah pasukannya sendiri.
namun karena ketarbatasan waktu takut jika pangeran ke 6 mati, sen ren terpaksa harus meninggalkan kota ini karena memang tujuannya adalah mematai pasukan musuh.
__ADS_1
" ayo kalau begitu" kata sen ren dan di balas senyuman oleh guan kang
BERSAMBUNG