Perjalanan Menjadi Jendral

Perjalanan Menjadi Jendral
pertempuran berdarah di desa hanshu


__ADS_3

hingga hari itu sen ren dan ke dua temannya mulai berinteraksi dengan para prajurit serta para warga di sekitar sini.


sen ren dan temannya mendapatkan senyuman yang ramah di sekitaran mereka, hal ini karena sifat sen ren dan temannya sangat ramah.


walaupun para prajurit memandang rendah sen ren tapi karena keramahannya yang gampang berinteraksi membuat para prajurit tidak mempermasalahkannya.


sedangkan untuk para warga di sekitar sini, walaupun hidup mereka sengsara dan susah tapi berkat kalimat candaan dan juga motivasinya membuat para warga yang berada disini semangat dan ceria.


+++++


di bar


2 hari telah berlalu


di sebuah bar tepatnya tempat yang biasanya di sebut sebagai tempat kebebasan, istilah ini di ambil karena tempat ini tidak memiliki hukum dan undang undang yang berlaku, semua tempat bar akan di berikan kebebasan untuk bertindak, karena itulah di sebut sebagai kebebasan.


kebanyakan yang berada di desa hanshu ini para prajurit lah yang paling nomor 1 mengunjungi tempat ini, sedangkan para warga desa, kepala desa, serta para ajudannya itu hanya bisa melayani para prajurit ini.


namun tepat pada malam ini, sen ren sudah merencanakan sesuatu yang besar, yang mungkin akan di anggap gila jika di dengar.


rencana sen ren kali ini, hanya ada 1 kata yaitu " habisi" kata kata ini awalnya memunculkan pikiran bertanya, kaget, dan juga tidak percaya.


sen ren mengatakan kata itu ketika dia bersama para warga disini, para warga banyak yang khawatir bahkan mereka banyak menolak sen ren melakukan itu, namun berkat cara bicara sen ren yang terkesan percaya diri hingga saat itu lah para warga sekitar mulai perlahan percaya.


dan pada malam inilah rencana itu akan di jalankan.


flash back (on)


hal yang pertama yang di lakukan sen ren adalah dengan mengumpulkan para penduduk di sebuah tempat rahasia, sen ren melakukan ini pada saat 2hari yang lalu, alasan sen ren mengumpulkan para warga ini, dia ingin membuat semua para penduduk desa mengenal apa arti " mati".


ketika kata mati ini di kaitkan para warga langsung memucat mukanya, terlihat jika mereka sekarang mulai mengerti pemikiran sen ren yang merencakan pemberontakan di desa ini melawan para prajurit pangeran.


" tua-n ren apak-ah ini ti-dak berleb-ihan" kata salah satu warga itu.


" tenang saja, percaya padaku" kata sen ren sambil tersenyum percaya diri.

__ADS_1


" a-ku ras-a ini tid-ak mas-uk aka-l, apa-kah k-ita aka-n melaw-an pange-ran " kata kepala desa itu.


" kamu takut?, apa kamu mau di tindas, disiksa, di perlakukan buruk seperti seekor binatang di tempat ini, pikirkan bagaimana hidup kalian jika hidup kalian seperti ini" kata guan kang.


ketika guan kang mengatakan itu para warga yang takut itu seketika terdiam.


" pikirkan lah, apa kalian mau menjadi seekor budak yang di permainkan, apa kalian mau anak kalian nanti di ca... kata lu xen


"TIDAK!!!,TIDAK!!, aku akan membunuh mereka jika mereka melakukan itu" kata salah satu warga yang berkumis itu.


" aku ikut, aku siap mati demi keluarga" kata anak muda itu dan di ikuti oleh banyak anak muda lainnya.


aku juga ikut!!


aku ikut!!


aku ikut!!


" ajarkan kami cara bagaimana membunuh para binatang itu" kata orang dewasa itu sambil menggendong anaknya dan di ikuti oleh banyak orang dewasa lainnya.


ajarkan kami!!


ajarkan kami!!!


sen ren dan kedua temannya itu seketika tersenyum inilah yang mereka tunggu sejak tadi, sebuah semangat yang berkibar di mata mereka,.


" baiklah akan aku ajarkan, tapi ingat pelajaranku bukanlah pelajaran yang biasanya orang lain lakukan, tapi mungkin akan terasa sakit" kata sen ren yang ingin sedikit meruntuhkan semangat mereka


" hahah, jangan kan rasa sakit, nyawa ku pun aku sudah siap pertaruhkannya di sini hanya untuk menjadi kuat" kata anak muda itu dengan lantang.


" rasa sakit itu sudah biasa kami rasakan ketika berada di desa ini, dan kini kami berada disini hanya untuk membalas perbuatan mereka, jadi jangan meremehkan kami" kata kepala desa itu dan di jawab sebuah tepuk tangan dan juga alunan semangat.


" haha, bagus sekali, aku menantikan itu" kata sen ren.


dan sejak saat itu pelatihan mereka, di latih dengan sangat keras bahkan sekali kali mereka melihat sebuah maut di depan mata mereka sendiri sebuah beast yang besarnya melebihi kekuatan mereka, mereka harus membunuhnya dengan mengandalkan sebuah senjata dan juga otak.

__ADS_1


kadang mereka menangis, dan kadang juga mereka mengigil ketakutan akan pelatihan yang di berikan oleh sen ren.


flash back (of)


rencana ke dua yang di lakukan sen ren yaitu melakukan sebuah strategi dengan menggunakan racun, strategi ini di lakukan pada saat prajurit sudah kelihatan mabuk di bar itu.


para desa yang sudah di latih acting dan juga membunuh sudah tahu apa yang di harus di lakukan.


para anak muda perempuan dan juga laki laki melayani banyak prajurit sambil memberikan sebuah botol yang di isi sebuah racun, mereka menuangkannya sambil mengajak bicara para prajurit itu agar kelihatan seperti mereka tidak melakukan apa apa.


rencana ke tiga adalah rencana sebuah serangan secara diam diam yaitu rencana menghabisi para pasukan yang menjaga di luar.


pembunuhan ini di lakukan sambil mengajak komunikasi dengan para prajurit yang sedang berpatroli, sambil berkomunikasi tidak lupa mereka mengeluarkan sebuah belati di belakang pinggang mereka dengan diam diam, lalu menusuk lehernya dengan cepat " critt" darah bercecer di sekitaran tempat itu.


" k-au...


" rasakan itu baji**n" kata pembunuh itu.


rencana ke 4 yaitu menyusup disebuah markas para petinggi, dengan diam diam mereka menyamar menjadi seorang prajurit, hingga pada malam itu terjadilah sebuah pertarungan berdarah secara terbuka,


"arghhhhhh"


"matilah kalian baji**n"


"akan aku balas apa yang kalian lakukan kepada kami, argghhh"


banyak teriakan di lakukan di seluruh pojok markas itu, pembunuhan ini memang di lakukan secara terangan terangan hal ini karena daya isting para komandan,letnan, serta jenderal yang berada di tempat itu tahu aura seorang pembunuh.


di setiap pojok perumahan akan terdengar teriakan keras jeritan dan juga tangisan.


" matilah kaliannnnnnnnn" kata anak muda itu yang sudah membunuh 12 orang prajurit.


sen ren tidak diam saja, dia juga membunuh sangat banyak begitu pun juga teman temannya, hingga mereka berhadapan dengan jenderal pen chang.


" akhirnya aku menemukannya" kata sen ren

__ADS_1


" siapa kau, dan apa maumu ke tempat ini" kata jenderal pen chang itu, pen chang tahu kalau sen ren bukan orang yang berasal dari daerah ini, karena aura nya yang sangat besar menandakan dia bukanlah orang sembarangan.


BERSAMBUNG.


__ADS_2