Perjalanan Menjadi Jendral

Perjalanan Menjadi Jendral
pertarungan zhang liao melawan zi ru


__ADS_3


zhang liao menahan serangan zi ru yang pedangnya hampir mengenai leher gu dong.


" hei kawan, bukan kah tidak bagus, membunuh seorang yang sudah tidak berdaya sejak tadi, seharusnya anda melawan jenderal yang masih segar bugar, bukan melawan jenderal yang sudah kehilangan kesadarannya ini bukan?" kata zhang liao sambil tersenyum.


zi ru kaget dan mundur " hei, siapa kau" kata zi ru


" hehhe, perkenalkan namaku zhang liao seorang yang suka mengembara kemana pun " kata zhang liao


mendengar itu membuat zi ru mengerutkan keningnya tidak mengerti " jadi kau bukan berasal dari sini " katanya


" hehe, benar sekali aku berasal dari benua lain, bukan benua ini " kata zhang liao tersenyum


"cih, kalau begitu, jangan menggangguku membunuhnya, bodoh " kata zi ru jengkel.


" hahaha, maafkan aku tapi aku tetap menahan mu, kalau kamu ingin mengambil nyawanya maka lawanlah aku" kata zhang liao


zi ru yang sudah jengkel akan perkataan orang ini , tanpa pikir panjang dia langsung memegang pedangnya dan menyerang zhang liao.


zhang liao yang melihat itu tersenyum saja, dia terus menangkis serangan yang di lakukan oleh zi ru.


zi ru yang merasa kesal karena selalu di tahan oleh serangan zhang liao langsung menggunakan serangan terkuatnya " rasakan ini, bajingan" kata zi ru


booom


doos


daas


serangan itu mampu menggetarkan lapangan perang itu, " rasakan itu bodoh, jika saja kamu tidak menahan ku untuk membunuhnya, mungkin saja kamu baik baik saja hari ini" kata zi ru keras.


tapi di balik kabut asap itu terlihay sebuah pedang yang sangat gagah itu melayang tepat di ledakkan yang di lepaskan oleh zi ru.


" ha, apa, apa yang terjadi, kenapa pedangnya masih melayang "kata zi ru kaget

__ADS_1


" aduh, sakit sekali, ternyata kekuatan mu lumayan bagus juga," kata zhang liao sambil memperbaiki tangannya yang terkilir.


zi ru yang melihat itu sangat terkejut bagaimana tidak serangan yang di lakukan tadi itu adalah serangan terkuatnya.


" kau?, b-agaimana bisa masih hidup" kata zi ru kaget serta gemetar.


" hmm, aku juga tidak tahu, mungkin saja, serangan mu itu terlalu lemah" kata zhang liao berbicara dengan tidak tahu malunya itu.


" k-au" kata zi ru yang bener bener sangat takut, dia bener bener sudah sangat di remehkan di medan perang kali ini, dia seperti semut yang berhadapan dengan raksasa saat ini.


" sekarang giliran ku" kata zhang liao sambil tersenyum di wajahnya.


zi ru yang melihat itu sudah memasang kuda kudanya untuk bertahan akan serangan itu.


" BAIKLAH RASAKAN INI" kata zhang liao menebas dengan menggunkan tombaknya itu.


udara yang berada di sekitaran itu berkumpul membentuk sebuah tebasan mengarah ke zi ru yang sudah memasang kuda kuda bertahan.


zi ru yang sudah melihat tebasan yang mengarah dirinya itu langsung menggunakan kekuatan pertahanannya menahan serangan itu " huaaa" kata zi ru berteriak.


takk


pakkk


takk


dia berapa kali terbentur di pohon pohon 🌲 itu, sampai mendarat di sebuah pegunungan yang jarak nya sangat jauh dari medan perang itu.


tulang tulang nya semuanya tergeser karena serangan itu.


zhang liao yang melihat orang yang sudah dia lempar menggunakan tombaknya itu " ha, padahal aku baru menggunakan 5 % dari kekuatan ku, dia sudah terlempar sejauh itu, terlalu lemah " kata zhang liao.


zhang liao yang melihat orang yang sekarat di sampingnya itu " cih, padahal aku mau bersenang senang tapi melihat semangat mu itu, membuat aku tertarik kawan, sayangnya aku tidak bisa berlama dari sini, selamat tinggal."kata zhang liao sambil mengedipkan matanya di depannya yang sudah terkapar tidak sadarkan diri itu.


dia langsung memacu kudanya dengan cepat sambil tersenyum melihat pertempuran yang berada di dekatnya.

__ADS_1


+++++++


sen ren dan yui yang sudah sadarkan diri sejak di beri perawatan berapa hari ini.


" zen lin, maaf yah kalau perlakuan ku saat itu, kurang menyenangkan " kata sen ren yang merasa bersalah saa itu.


" tidak apa, lagi pula aku yang salah saat itu, karena tidak mempunyai kemampuan untuk melawannya dan juga tidak menyadari kalau musuh sudah ada di dekat ku" kata zen lin


dan itu membuat sen ren semakin merasa bersalah, yui yang melihat mereka berdua yang saling menyalahkan diri mereka sendiri langsung mencari topik lain " hmm ngomong - ngomong saat kita tidak sadarkan diri apakah ada yang terjadi di luar sana " kata yui kepada zen lin.


" iya bener sejak kalian pingsan sebenarnya sudah terjadi perang besar antara aliansi sekte daun melawan aliran hitam di luar sana" kata zen lin


sen ren dan yui mendengarkan " kalau begitu di dalam medan perang itu apa yang terjadi" kata mereka penasaran


zen lin menceritakan apa yang terjadi dalam medan pernah yang sudah dia ketahui.


zen lin bercerita selama berapa menit " oh jadi begitu sekarang jendral gu dong dan juga kui fan mati di medan perang ya" kata sen ren yang sangat tertarik apa lagi dengan aliran hitam yang pertahanannya tidak tembus walaupun di serang dengan sangat banyak .


" selain perang itu apakah ada yang terjadi di luar sana lagi" kata yui.


" ada, tuan putri yang sen ren bunuh saat itu, menurut dari informasi yang aku dapat, raja kerajaan su sangat marah karena putri kesayangannya mati, dia menuduh kerajaan fei lah yang melakukannya karena tidak melindungi putrinya yang sedang dalam bahaya di wilayah kerajaan fei" kata zen lin


" oh jadi sekarang kerajaan su dan juga kerajaan fei sedang saling menyalahkan atau sudah melakukan tidakan seperti militer" kata sen ren.


" hampir tepat, karena saat ini , walaupun belum ada bukti kerajaan fei melakukan pembunuhan, tapi kerajaan su sekarang sudah melakukan tindakan seperti menahan warga kerajaan fei di wilayahnya" kata zen lin


" kalau begitu , pastinya kerajaan fei tidak tinggal diam bukan " kata yui


" iya bener pastinya apalagi warganya lah yang di pertaruhkan, kerajaan fei juga melakukan hal yang sama seperti menahan warga kerajaan su untuk pergi ke tempat tinggalnya, namun berapa hari telah berlalu sekarang kerajaan su melakukan tindakan seperti mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh raja kerajaan fei, kerajaan fei pastinya tidak akan diam dia juga melakukan hal yang sama, namun mereka tidak melakukan dengan terang terangan seperti kemiliteran tapi melakukan dengan diam diam" kata zen lin


" oh jadi begitu, terimakasih zen lin" kata mereka berdua karena telah di berikan informasi yang sangat memuaskan.


||||||


__ADS_1



__ADS_2