
" sial, aku kecolongan" kata sen ren
" ada apa ren" kata guan kang tidak mengerti
sambil menghelas " ini aku rasa kita salah, telah membiarkan kedua orang itu kabur dari sini" kata sen ren.
guan kang yang mendengar itu langsung mengerti " t*i jika aku tahu seperti ini, lebih baik aku menyiksanya lagi sampai aku puas " kata guan kang geram.
sen ren merinding mendengar apa yang di katakan oleh guan kang " sekarang kita harus memikirkan cara untuk kabur dari situasi ini" kata sen ren.
" aaaaa ituuuuu" kata pangeran itu yang sedang di gendong di belakang.
" hei pangeran lebih baik kamu diam , kalau kau bicara lagi aku tinggal kan kamu disini" kata guan kang yang jengkel akan suara pangeran itu.
pangeran yang kesal langsung menunjuk nunjuk tembok itu sambil berteriak " aqaassajkaam".
tapi semua yang di katakan pangeran itu tidak membuat sen ren dan guan kang meliriknya karena yang mereka dengar hanya suara yang tidak jelas.
namun meskipun begitu sen ren masih bisa memahami apa yang di inginkan pangeran negara lu ini.
" kang, aku rasa dia ingin memandu kita untuk pergi ke tempat itu" kata sen ren sambil menunjuk tempat lorong kecil itu.
lorong itu tidak memiliki obor ataupun lampu sama sekali, dan jika di lihat di lantainya itu penuh dengan lumut serta genangan genangan air.
guan kang melihat yang di tujuk sen ren dia langsung mengerti " inget hati hati, tapi jika dalam keadaan mendesak silakan lari " kata guan kang kepada sen ren
" tentu saja " kata sen ren
mereka pun sama sama menuju ke arah itu,
saat ke tempat itu para prajurit di luar telah masuk ke dalam ruang bawah tanah itu.
" Cari mereka!!! " kata komandan itu.
" baik komandan" kata prajurit itu.
__ADS_1
disisi lain sen ren dan guan kang telah masuk ke lorong kecil itu, ketika masuk sen ren dan guan kang di kejutkan dengan sebuah suara yang keras.
karena penasaran sen ren dan guan kang mulai mencari tahu asal dari suara itu.
2 jam kemudian suara itu tidak terdengar lagi.
hingga sebuah suara mengaggetkan mereka berdua " suara apa itu" kata sen ren dan guan kang
1 menitnya lagi teriakkannya semakin kencang" argggg"
karena penasaran sen ren dan guan kang mulai memutari sekitar lorong ini, " ren apa kamu menemukan sesuatu" kata guan kang
" tidak , tapi...
sen ren membeku ketika melihat sebuah lubang kecil dan di bawahnya terlihat banyak sekali tahanan di siksa bahkan di jadikan eksperimen percobaan.
" ren, ren!!, ren, hei ren, kamu dengar aku tidak" kata guan kang yang berada jauh di sana.
guan kang yang tidak mendapat panggilan langsung saja berlari mendekati sen ren, saat sudah dekat dengan sen ren dia pun menepuk pundak sen ren yang saat itu sedang fokus melihat kejadian yang berada di bawahnya itu.
" argg" sen ren yang kaget lantas langsung berteriak sambil menutup mulutnya dengan tangannya agar suaranya tidak terdengar oleh orang yang berada di bawah.
pangeran sendiri tahu apa yang di lihat sen ren jadi dia dengn cepat menutup mulut guan kang takut kalau orang yang berada di bawah mendengar nya.
" hei apa yang kamu lakukan" kata guan kang marah.
sen ren dan pangeran yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas saja " hei apa kamu tidak lihat apa yang aku lakukan, kalau mau bercanda ada waktunya kang, lihatlah apa yang di bawahmu ini" kata sen ren bisik agar tidak di dengar.
guan kang yang mendengar itu langsung saja melepas tangan pangeran yang sedang menutup mulutnya lalu dia jongkok sambil melihat di bawah apa yang di depannya itu.
dan reaksinya sama dengan apa yang di rasakan oleh sen ren " i-ni a-pa yang terjadi" kata guan kang kaget.
" aku juga tidak tahu, tapi yang pasti mereka pasti ingin membuat sebuah makhluk yang mungkin bisa menjadi mala petaka buat kita" kata sen ren.
" sial, kita harus menghentikanya kak" kata guan kang yang sedang menyentuh lubang kecil itu tapi di tahan oleh sen ren.
__ADS_1
" hei bersabarlah tunggu lah saat kita bebas dari buruan pasukan itu" kata sen ren.
" oh iya aku lupa ternyata kita masih menjadi buruonan, maaf kak" kata guan kang
" ya sudah kalau begitu ayo kita kabur dari sini" kata sen ren.
" oke kak".
sen ren dan guan kang bersama pangeran itu mulai berlari mencari tempat keluar , hingga terlihat lah sebuah akar yang menutupi tempat jalan keluar itu.
sen ren langsung saja menebas akar itu hingga jalan keluar pun terbuka, walaupun banyak batu di tempat itu, tapi jalan itu masih bisa di lewati oleh sen ren dan juga ke dua orang itu.
" huaaa akhirnya kita bisa bebas " kata guan kang
" jangan senang dulu, meskipun kita bebas kita belum tahu apa pasukan itu masih mengejar kita atau tidak" kata sen ren.
" baik kak, ayo lanjutkan " kata guan kang yang sudha mulai lelah.
++++++
" sial kemana mereka" kata komandan itu
" jika aku tahu begini seharusnya aku menaruh banyak pengawal ke tempat ini" kata jendeal itu yang sangat marah akan tugas komandan yang tidak becus mengerjakan tugas.
" tuan, seluruh tempat ini telah kita telusuri tapi kita masih belum ada tanda tanda akan jejak mereka" kata prajurit itu.
" kalian!!!! sangat tidak becus, bang*at lebih baik kalian mencuci dirumah kalian saja di bandingkan kalian mengurus pekerjaan ini" kata jenderal itu memaki semua anggotanya termasuk komandan yang berada di sampingnya.
komandan yang terima lantas mengatakan " sudah jenderal yang menyuruh kita menjaga tempat pangeran ke 6 dengan banyak penjaga, sedangkan pangeran kerajaan lu andalah yang menyuruh kami membawa penjaga cukup 2 orang sjaa " kata komandan itu membalas
" kau melawan ku baj*ngan" kata jenderal itu
plak
plak
__ADS_1
tamparan dari berbagai temparan di lepaskan kepada komandan itu" rasakan ini baji*gan " kata jenderal itu sambil menampar komandan itu dengan keras.
komandan yang terima ikut juga menampar jenderal itu hingga terjadilah pertarungan antara komandan dan jenderal itu.