
pasukan besar itu di pimpin oleh xai lang sekaligus bawahan dari pangeran itu, jika di lihat dengan seksama jenderal ini seharusnya bawahan dari pangeran ke 5 yaitu kai dang.
tidak tahu asal usul mengapa pangeran ke 5 ini ingin melenyapkan pangeran ke 6.
saat pasukan besar itu tiba, tiba tiba
boom
uaahh
sakitt
" kurang ajar ternyata ada jebakan di tempat ini" kata xei lang yang di landa amarah.
" semuanya hati hati" kata prajurit itu.
pasukan xei lang yang tidak ingin mati harus melambat jalannya menuju ke tempat kan zen , 10 menit kemudian bunyi lagi sebuah teriakkan " uaahhh sakitt" kesakitan yang di rasakan oleh orang itu mampu membuat ketakutan bagi pasukan xei lang.
" cihh, jika aku selamat dari jebakan ini, aku berjanji akan menghabisi seluruh pasukan pangeran ke 6 yang membuat jebakan ini" kata xei lang dalam hatinya.
setelah melewati hutan itu dengan aman " huaa, kita berhasill" kata para pasukan xei lang bersorak gembira.
" hei diam lah, kita masih belum menangkap pangeran ke 6 itu, jadi jangan senang dulu" kata xei lang kepada para pasukannya yang bersamanya.
" baik tuan" kata mereka semua.
ketika berada di gunung itu semuanya menghela nafas lega " baiklah ayo jalan !!!" kata xei lang dengan nada keras.
" tuan bisakah kita istirahat dulu ,sejak tadi kita tidak beristirahat " kata prajurit itu.
" TIDAK!!, apa kalian ingin di hukum oleh pangeran ke 5 jika kalian tidak becus dalam pekerjaan " kata xei lang membentak pasukannya dan membuat pasukannya terdiam.
" ayo jalan " kata xei lang.
saat berada di atas mereka melihat banyak prajurit yang memegang sebuah panah " tembak" kata pasukan kan zen
siuttt
cpretttt
panah panah itu meluncur ketika para prajurit xei lang mendaki gunung itu.
uahhh
__ADS_1
sakitt
" kuranv ajar , tunggu saja ketika kalian kalah perang ini ,aku akan menyiksa kalian ,aku akan membuat kalian menangis darah dan berlutut di bawah kaki ku" kata xei lang dalam hati.
+++++
balik di pasukan bei pao dan pasukan kavaleri kan zen.
pertarungan antara komandan pasukan kan zen dan juga bei pao membuat tempat itu rusak dimana mana, di antara mereka tidak ada yang mengalah seperti mereka mempertaruhkan hidup mereka di tempat ini.
" kau cukup bagus juga " kata bei pao
" hahaha, sejak aku menjadi komandan di pasukan ini aku dari dulu sudah sangat jago dalam berpedang , MENGERTI" kata komandan itu meremehkan bei pao.
"haha, kita lihat saja , siapa yang tersungkur di tanah dia lah yang menjadi pahlawan di tempat ini" kata xei lang.
" bagus kalau begitu, jangan mengecewakan ku " kata komandan itu yang sedang menyerang balik.
" tentu saja" kata bei pao yang menahan serangan komandan kavaleri itu.
+++++
balik ke kan zen.
kan zen yang mendengar kabar serangan itu pasti sangat gelisah dan sangat kebingungan " apa yang harus ku lakukan " katanya dalam hati,
tapi karena ada san dai di sampingnya dan selalu mendukungnya , membuat dia terus berusaha dan menyakinkan dirinya kalau dia itu bisa menjadi pemimpin yang baik.
++++++
balik ke pertempuran di gunung
pasukan yang sangat banyak tadinya di taklukan dengan mudah hanya dengan sebuah panah, xie lang yang melihat pasukannya banyak yang mati, langsung di landa amarah dan langsung menerkam seluruh pasukan kan zen yang berada di atas gunung itu dengan menggunakan kekuatannya.
pasukan di belakang xie lang juga tidak kalah sengit mereka menembak pasukan kan zen dengan sebuah panah beracun.
pasukan panah kan zen yang melihat itu langsung berbalik lari.
xie lang yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya reflek mengatakan " AYO MAJU HABISI MEREKA, JIKA AKU MENDAPATI MEREKA MASIH HIDUP AKAN KULITI KALIAN" kata xie lang kepada pasukannya.
dan itu membuat seluruh pasukan xie lang ketakutan, mereka pun berlari dengan kencang mengejar pasukan panah kan zen itu.
namun kejaran ini di manfaatkan oleh pasukan kan zen " bagus, lakukan!!" pasukan kan zen langsung menarik tali itu.
__ADS_1
ratusan batu besar langsung menghantam pasukan xie lang yang sedang mengejar pasukan kan zen saat itu.
xie lang yang melihat batu itu langsung membelahnya menjadi dua di depannya, namun batu yang dia belah hanya lah 1 batu saja, bagaimana dengan ratusan batu itu yang sedang menggelinding mendekati pasukan xie lang.
uahh
sakitt
ketika batu itu menggilinding, sebanyak 300 orang harus mati dan juga 500 luka luka parah akibat tindisan batu besar itu.
melihat pasukannya mati ,xie lang sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya namun langsung di tahan oleh komandan di sampingnya.
" tenang tuan, jika tuan gegabah dalam mengambil tindakan lagi, kita pastinya akan kalah dalam pertempuran ini " kata komandan itu dan itu mampu membuat xie lang mulai tenang.
setelah tenang " maaf untuk kalian yang sudah mati dan berkorban, darah kalian akan aku bayar hari ini juga" kata xie lang yang sudah mulai tenang.
"baiklah semuanya ayo maju!!" kata xie lang.
serangg
pasukan xie lang yang terluka juga ikut maju, entah kenapa saat melihat jenderal mereka yang mulai tenang dan tersenyum , itu seperti membangkitkan semangat mereka untuk terus berjuang.
xie lang sendiri sudah tidak seperti terakhir kali, xie lang memacu kudanya menuju atas gunung itu , saat melihat banyak pasukan kan zen yang menghadangnya menggunakan sebuah perisai dia menyenggolnya dengan menggunakan kudanya yang menyebabkan seluruh pertahanan kan zen sia sia.
setiap xie lang melakukan tebasan pastinya orang itu akan terbang karena xie lang menggunakan sebuah tombak yang memiliki berat bobot yang besar.
san dai yang melihat kecepatan yang tiba tiba " ternyata dia sudah tenang, baiklah kini giliran ku" kata san dai.
san dai memacu kudanya menuju ke xie lang yang sedang menebas para pasukan perisai itu.
san dai mengeluarkan sebuah belati di sakunya dan melemparnya dari jarak jauh,
uahhh
xi lang terkena belati itu tepat di bahu lengan kanannya , san dai yang melihat xie lang sedang kesakitan menahan perih dia langsung memacu kudanya lebih cepat tidak seperti terakhir kali, xie lang yang masih kesakitan tentu tidak sadar akan san dai yang sedang mendekatinya.
singg
"rasakan ini" kata san dai, namun serangan san dai di hadang oleh komandan xie lang dengan menggunakan sebuah panah dari jarak jauh.
xie lang yang sudah sadar langsung menghindar " kau, ternyata sangat licik" kata xie lang.
san dai sendiri tidak peduli akan perkataan xie lang " di dalam perang kelicikan juga sesuatu hal yang di butuhkan " kata san dai.
__ADS_1
"cih" mereka pun saling beradu kekuatan satu sama lain.
BERSAMBUNG