Perjalanan Menjadi Jendral

Perjalanan Menjadi Jendral
bertemunya sen ren dan yue lin


__ADS_3

esok harinya kesehatan kan zen sudah mulai membaik walaupun luka luka dalamnya masih belum bisa di sembuhkan.


" sen ren, siapa yang akan mengantar kita, bukannya gunung sinabung itu sangat jauh" kata lu xen


" ada yang akan mengantar kita tenang saja" kata sen ren sambil tersenyum.


" tapi si.....


tak


tak


tak


sebuah suara 🐎 kuda berlari menuju ke lokasi desa hanshu, rombongan kuda itu sangat banyak, hal itu mampu membuat khawatir masnyarakat desa di desa hanshu.


" ibu siapa mereka apa mereka akan membunuh kita" kata anak itu dengan polos.


" aku tidak tahu" kata ibu yang tidak tahu harus menjawab apa akan situasi ini.


" tenang saja rombongan kuda itu adalah orang baik" kata guan kang sambil mengelus kepala anak itu


" ooo begitu" kata anak itu dengan tersenyum.


" jika aku boleh tahu rombongan kuda itu siapa kak xen" kata gan ning


" sebenarnya aku juga tidak tahu, tapi yang aku dengar kalau rombongan itu adalah orang baik" kata lu xen.


" ha, kak xen kok tidak tahu siapa itu padahal kak xen kan teman tuan ren" kata gan ning bingung.


" hmm bagaimana menjelaskannya ya, tapi yang pasti aku ini berteman dengan sen ren hanya karena dia menyelamatkan ku saat itu" kata lu xen.


gan ning yang bingung akan perkataan lu xen langusng sadar " ohh jadi kak xen ini di selamatkan oleh kak ren sebelumnya dan belum terlalu lama, kalau begitu berarti kak xen ini sama dong dengan ku" kata gan ning.


" hmm, bisa di bilang begitu dan bisa juga tidak" kata lu xen


" loh kok gitu" kata gan ning jengkel dengan sikap lu xen yang terkesan singkat tanpa penjelasan.


tak


rombongan kuda itu kemudian berhenti di depan pintu desa hanshu.


2 orang dari mereka turun dari kuda mereka sambil berlutut.


" sen ren " kata mereka berdua dambil berlutut


sen ren yang melihat itu hanya bisa geleng gelengkan kepala, " sudahlah, bangun, bagaimana kabarmu wei fu, vei nai" kata sen ren.


"tentu saja baik" kata mereka berdua.

__ADS_1


" bagus, kalau begitu mari kita lanjutkan perjalanan, namun sebelum itu aku berterimakasih kepada para warga karena berkat kalian aku bisa bertu dengan tuan kami, " kata sen ren.


" tidak apa apa malahan kami lah yang harus berterimakasih karena kalian telah membebaskan kami dari penindasan" kata para warga itu.


" kalau begitu selamat tinggal, ingat jangan lupa ingat kami " kata sen ren.


" tentu saja kami ingat, justru kami lah yang harus bilang seperti itu kepada tuan semoga tuan bisa mengingat kami" kata warga itu sambil bercanda.


" walaupun aku memiliki banyak urusan tapi soal menyelamatkan serta orang yang membantuku tentu saja aku ingat" kata sen ren kepada seluruh desa itu dan di balas dengan senyuman yang manis oleh mereka


setelah mengobrol sangat panjang akhirnya sen ren dan teman temannya itu pergi meninggalkan desa hanshu.


 


 


setelah melakukan perjalanan cukup lama dan rintangan yang sangat banyak akhirnya mereka sampai di gunung sinabung.


rombongan pasukan sen ren mengibarkan panji nya ke atas " hei pak tua, aku DATANG" kata guan kang.


" hachu.. sial anak itu menganggu saja " kata badang yang sedang tidur itu.


" suara apa itu?" kata yue lin kepada badang


" itu suara yang akan menjemputmu sebentar lagi" kata badang


" jemput? siapa yang akan menjemputku?" kata yue lin


" keluarga? apakah aku punya keluarga" kata yue lin.


" anak ini sudah di jawab malah bertanya lagi, oh anak muda cepatlah kesini" kata badang dalam hati


sebelum memasuki gunung sinabung para pasukan sen ren memasang tenda di sekitaran gunung ini, alasan mengapa memasang tenda di sekitaran gunung ini, kalian pasti tahu alasannya.


selesai memasang tenda sen ren dan rombongannya memasuki gunung itu.


" hei pak tua, MUNCULLAH" kata guan kang


" iya pak tua MUNCULLAH" kata vei nai


" pak tua kami bosan menunggu MUNCULLAH" kata wei fu


badang yang terusik tidurnya langsung terbangunkan karena suara keras itu,


"SIAPA YANG MENGANGGU KU TIDUR BAJ***" kata badang dengan keras


" HMM maaf pak tua kami tidak bermaksud " kata ketiga orang itu.


" KALIAN BERTIGA HARUS DI KASIH PELAJRAN BARU TAHU RASA YAH" kata badang yang langsung mendekati mereka dengan cepat.

__ADS_1


👊👊 boom


boom


puk


" aduh ampun pak tua" kata mereka bertiga sambil memohon


" rasakan itu" kata badang


semua orang yang melihat itu sejak tadi hanya bisa tertawa dengan keras


hahahaha


haha


hah


" apa kalian pikir ini lucu" kata badang kepada pasukan sen ren.


semua pasukan sen ren langsung terdiam, kini tubuhku mereka gemetar akan tekanan dari manusia harimau ini.


" pak tua, lama tidak berjumpa" kata sen ren sambil tersenyum.


pak tua yang masih memberikan tekanan langsung tersadar akan perkataan sen ren " lah anak muda lama juga tidak berjumpa" kata badang.


" jadi bagaimana dengan yue lin"" kata sen ren.


" dia baik baik saja, apa kamu mau lihat" kata badang.


" tentu saja bagaimana tidak " kata sen ren.


badang dan sen ren pergi meninggalkan rombongan pasukan sen ren.


" apa kita harus ikut juga " kata seluruh pasukan sen ren yang masih berdiri disitu akibat tekanan kakek itu yang masih belum di lepaskan.


" bagaimana bisa kita ikut kalau kita masih seperti ini" kata salah satu pasukan sen ren itu.


ha nasip nasip kata mereka semua begitu pun juga ketiganya .


" siapa dia " kata perempuan itu .


" dia keluarga mu" kata badang.


" keluarga, apa kamu keluarga ku" kata perempuan itu.


" tentu saja kita kelurga " kata sen ren sambil memeluk yue lin


" maaf, karena aku tidak bisa menjagamu saat itu" kata sen ren saat berpelukan

__ADS_1


" i--iya" kata yue lin yang masih canggung


BERSAMBUNG


__ADS_2