
seluruh pasukan aliansi sekte daun menghabisi seluruh sekte ,kerajaan, dan juga kota yang berada di wilayah aliran hitam ini.
tidak terhitung pembantaian yang terjadi di seluruh wilayah pasukan aliran hitam .
pasukan aliran hitam yang terus memberikan perlawanan harus kalah telak dan kini hanya tinggal kerjaan zu yang masih belum di hancurkan entah kenapa kerajaan ini sudah menjadi basis tertinggi di seluruh wilayah aliran hiitam.
jadi jika mereka kalah maka mereka hanya pergi ke kerajaan zu yang sudah di lindungi tembok yang begitu kokoh serta peralatan yang canggih, hanya wilayah kerajaan zu lah yang paling tepat sebagai perlindungan aliran hitam, dan semakin hari di kerajaan zu sudah di penuhi oleh seluruh penduduk aliran hitam yang mengungsi ke sini ,hal ini di karenakan aliran putih tidak menerima nya bahkan aliran netral yang tidak ikut campur pun tidak menerimanya untuk masuk ke wilayahnya, sehingga hanya wilayah kerajaan zu lah hal yang tepat buat mereka mengungsi.
sekarang pasukan aliansi sekte daun berbodong bondong datang menghancurkan kerajaan zu, bukan hanya aliansi sekte daun, tapi aliran putih, aliran netral juga ikut membantu menghancurkan kerajaan zu.
aliran netral awalnya enggan untuk berperang, tapi banyak pikiran pikiran mereka yang takut jika mereka akan di serang oleh aliansi sekte daun jika mereka tidak memilihnya saat itu, karena ketakutan itu lah membuat mereka memilih untuk memihak aliansi sekte daun dan mengikutinya.
namun yang ikut hanya setengah nya saja di akiran netral, setengah nya lagi memilih untuk tidak ikut menurut mereka dengan cara tidak mengikut itu sudah cukup membantu dalam perang .
sekarang panji panji yang berada di arah barat telah di kibarkan dengan tinggi tinggi tanda kalau musuh telah datang, zi sang yang sudah selesai akan tugasnya langsung menuju ke tempat wilayah kerajaan zu.
saat zi sang melihat tembok besar itu, dia tahu kalau pasukannya pasti tidak akan berhasil menghancurkannya tanpa bantuan 2 jendera itu
zi sang menyuruh pasukannya untuk membentuk perkemahan sambil menunggu jenderal bu van dan li vai.
di arah timur dan arah utara bu van dan li vai telah selesai melakukan tugasnya, mereka menuju ke kerajaan zu.
tiba di sana mereka menerima laporan kalau zi sang sudah lebih dulu sejak mereka selesai menaklukan bagian bagian aliran aliran hitam.
zi sang juga menerima laporan kalau 2 jenderal itu telah datang.
zi sang memberikan sebuah pesan kepada 2 jenderal itu untuk berkumpul ke arah barat.
pesan itu di baca oleh 2 jenderal itu dan menuju ke arah barat.
" wah , zi sang ternyata kau sudah sejak tadi ya berada disini, hahah" kata bu van
" iya " di balas zi sang
" terus mengapa kamu tidak langsung serang saja, apa kamu takut ,hahahh" kata li vai
" hei, kalian harusnya mengerti sebagai jenderal kita tentu tahu seberapa kuat tembok kerajaan zu ini" di balas zi sang lagi.
" tapi sekarang karena ada kalian beedua seharusnya kita akan berhasil menaklukannya " kata zi sang
kali ini 3 jenderal itu sedang berdebat untuk menyerang tembok kerajaan zu ini menggunakan meriam dan pendobrak.
" aku rasa dengan menggunakan meriam atau pun pendobrak kita bisa menaklukan tembok yang besar ini" kata zi sang dan di anggukan oleh 2 orang itu.
__ADS_1
sekarang mereka telah setuju untuk menghacurkan tembok kerajaan zu ini dengan menggunakan meriam atau pun pendobrak,
pada pagi hari tepat saat naiknya matahari tanda kalau perang akan di mulai, suara gentongan berapa kali di lepaskan untuk di dengar oleh pasukan kerajaan zu.
tok
tok
tok
" seluruh pasukan ku, ayo kita hancurkan kerajaan zu dan segala isi penduduk yang berada di dalamnya !!!!" kata bu van keras.
serang!!!
basmi!!!
siksa mereka!!!
habisi mereka!!!
uaaaa
teriakkan seluruh prajurit membuat seluruh pasukan kerajaan zu di bawah komando li ru semakin ketakutan.
mendengar itu seluruh prajurit berteriak
kami bukan orang lemah!!
kami seorang pejuang!!!
ini tanah kami dan nyawa kami!!
habisi penjajah!!
kata pasukan aliran hitam dengan lantang serta keras.
dan akhirnya pertarungan pun di mulai para pasukan mencoba untuk naik ke tembok besar kerajaan zu dengan menggunakan tali namun naas mereka di tembak menggunakan panah ataun pun pedang serta tombak.
setiap mereka naik selalu saja pasukan kerjaan zu dengan mudahnya membunuh pasukan aliansi yang sedang menaiki tembok yang besar ini.
sekarang sudah 4 jam berlangsung tapi tidak ada satu pun pasukan yang menyerah, sekarang 3 jenderal itu berfikir untuk menggunakan meriam mereka serta pendobrak mereka untuk menaklukan kerajaan zu.
rencana itu pun di lakukan selama 2 jam di lakukannya rencana itu membuat seluruh pasukan kerjaan zu risih bagaimana tidak sekarang di depan mereka ada menara pemanah dan juga meriam yang selalu menggetarkan tembok kerajaan zu berapa kalinya.
__ADS_1
pasukan kerajaan zu berapa kali selalu mendapatkan serangan dari menara pemanah itu, li ru yang sudah merasa risih langsung memerintahkan kafaleri militer untuk membantu menghacurkan aliansi sekte daun yang sudah menyerang secara brutal ini.
pintu telah terbuka kafaleri militer memajukan kudanya sambil menebas pasukan aliansi sekte daun yang kaget akan kecepatan kafaleri ini.
berapakali mereka di tebas seperti pisau🔪🗡️ yang datang tanpa mereka ketahui.
namun tembok kerajaan zu bergetar lagi karena meriam kali ini memiliki panjang dan lebar tidak seperti meriam pada umumnya yang kecil dan hanya menaklukan tembok yang sekiranya tembok yang sudah rusak.
boom tembok kerajaan zu hancur, kali ini pasukan zi sang maju bersama pasukanya menuju ke tembok itu " matilah kalian, haha" katanya
berapa kali pasukan menghentikan zi sang yang
sangat dekat di tembok aliran hitam namun naas semuanya mati, karena pasukan zi sang sudah berlatih dengan giat dan memiliki kelas formasi yang bagus yang jarang ada di beberapa negara.
sebenarnya dong dzuho ingin merencanakan untuk kabur dari kerajaan zu ini dalam 3 hari lagi, namun siapa sangka hanya dalam 1 hari tembok kerajaan nya bisa di hancurkan dengan mudah, dong dzhuo duduk dengan pasrah sambil menikmati apa yang ada di istana nya itu.
sedangkan yang berada di dalam kerajaan zu semuanya penduduk sudah membawa parang , pedang yang berada di rumahnya masing masing untuk melakukan perlawanan jika pasukan aliansi telah mendekat di dalam kerajaan zu ini.
para petinggi aliran hitam bener bener takut banyak yang sudah lari dari kerajaan ini dengan menyamar seperti prajurit aliansi sekte daun itu.
hari berganti hari ternyata walaupun tembok itu hancur tapi selama 2 hari ini bertahan li ru dan pasukannya mampu menghalau laju pasukan aliansi sekte daun, para pasukan aliran hitam sebenarnya tidak yakin apakah mereka menang kali ini, pasukan aliran hitam hanya melihat langit dan mengatakan apakah ada keajaiban di dunia ini.
hanya itu saja yang mereka katakan, " hahha matilah kalian semua " kata bu van keras
namun tiba tiba suara getong
boom
boom
boom
suara getong itu terdengar di penjuru medan perang itu.
mendengar itu membuat seluruh prajurit menghentikan sejenak duel mereka itu.
mereka bertanya tanya siapa itu.
BERSAMBUNG
||||||
😉
__ADS_1