
malam hari.
" ren mengapa tadi siang kamu menahanku untuk membunuh manajer itu, sedangkan kamu dengan dinginnya langsung membunuh manajer itu" kata guan kang yang sedang tidur bersama sen ren di sampingnya.
" aku juga tidak tahu, entah kenapa hati ku mengiginkannya" kata sen ren.
guan kang yang mendengar itu bingung " ren jelaskan padaku apa yang kamu lalui dulu" kata guan kang.
ren yang mendengar itu tersenyum dn mengatakan " jika kamu ingin mendengar kisahku, ikuti lah aku dan selalu berada disamping ku baru aku mengatakannya " kata sen ren.
" bukannya sekarang aku sudah mengikuti mu, bahkan aku sudah janji kalau aku akan selalu bersamamu, jiwaku nyawaku semua milikmu, jika kamu menginginkan aku mati aku bisa menebas leherku sekarang juga " kata guan kang
dengan tersenyum sen ren mengatakan " jangan hanya perkataan saja tapi buktikan bahwa kau pantas berada di sampingku, kamu seharusnya tahu di dunia ini yang kuatlah yang berkuasa, jika dia kuat dan memiliki kekuatan pasti dia tidak akan mau menuruti keinginan majikannya " kata sen ren
" tapi aku bukan orang seperti itu" kata guan kang dengan mata membara.
" buktikan,ayo tidur kita masih ada urusan besok" kata sen ren.
guan kang yang mendengar itu ingin bicara tapi mendengar sen ren menenggur dia langsung membatalkan pembicaraannya " mungkin saja ren lelah, yaudah aku tidur aja, semoga aja besok ada sesuatu menarik " kata guan kang sambil berbaring
+++++
pagi hari tepat pada saat matahari naik sen ren yang sudah bangun langsung menyiapkan sarapan serta mandi dengan menggunakan air panas.
sen ren tidak ingin membangunkan guan kang, karena dia tahu kalau guan kang lelah melayani para prajurit di luar.
selesai makan sen ren langsung berlatih dan mempelajari kitab fire red.
1 jam kemudian guan kang bangun sambil mengucek matanya yang gatal, " huam hari yang menyegarkan" kata guan kang
__ADS_1
guan kang bangun dari tempat tidurnya sambil mencari sen ren, ketika dia menuju dapur dia melihat banyak makanan yang enak di meja itu, guan kang yang ngiler langsung saja melahap makanan itu sambil lupa dengan sen ren.
sen ren yang sudah selesai dengan aktivitas rutinnya langsung menuju ke home, " eh, ternyata kamu sudah bangun kirain masih tidur" kata sen ren sambil menyindir.
guan kang yang sedang melahap makanan itu langsung membalas perkataan sen ren " hei kak, kakak pikir aku ini pemalas apa, lihat aja tubuh ku yang kotak ini masih bilang tentang aku pemalas " kata guan kang.
" bukannya aku mengatakan masih tidur, kapan aku mengatakan pemalas" kata sen ren
guan kang yang tidak mau kalah langsung membalas " hei kak, aku tahu kamu menyindir ku, dari bahasa mu aja aku tahu kalau kau mengejek ku " kata guan kang dan terjadi la adu mulut antara sen ren dan juga guan kang.
guan kang bahkan sampai lupa tentang makanannya karena perkataan sen ren itu yang terkesan menyindirnya.
sen ren sendiri menikmati suasana ini, menurutnya dengan suasana yang seperti ini tempat ini akan terasa hidup, seperti kata pepatah " kesedirian tanpa teman, maka suasana akan menjadi sunyi dan mati, tapi jika kita memiliki teman maka suasana akan menjadi indah dan cerah " ~ ini pepatah yang aku buat bukan dari google 😉 kawan hehe.
guan kang walaupun terkesan bicaranya marah tapi hatinya seperti terasa senang karena bisa berbicara dengan sen ren tanpa rasa canggung.
walaupun di warnai dengan ejekan dan juga sindiran tapi mereka senang ØŒketika selesai dengan sindiran dan juga ejekan itu mereka tertawa bersama sama seperti apa yang mereka lakukan tadi hanya ekting belaka.
+++++
namun kesenangan itu harus sirna ketika seorang koki menanyakan dimana pak manajer, bahkan kejadian ini sampai ribut dan menjadi topik panas, ada yang senang karena tidak di itimidasi, dan ada juga yang mengejeknya seperti orang itu adalah badut buat mereka.
sen ren mendengar ini hanya diam sambil tersenyum tapi hatinya mengatakan kalau dia harus melakukan tugasnya sebagai mata mata, bahkan dia mengejek dirinya sendiri karena lupa akan pekerjaannya, begitu pun dengan guan kang yang merasa kalau dirinya ini hanya beban untuk sen ren.
+++++
pada malam harinya sen ren dan juga guan kang mulai melakukan pekerjaan mereka masing masing sen ren mencari informasi melalui para jenderal dan juga komandan tapi dia melakukannya dengan hati hati dan tersembunyi
sedangkan guan kang mencari informasi melalui para prajurit dan juga para pekerja di tempat ini.
__ADS_1
sen ren dan guan kang melakukannya dengan hati hati.
ketika sen ren membuka pintu itu sambil menyelinap seperti pencuri yang sedang mencari korbannya, datang seorang komandan sambil di dampingi oleh para prajurit nya setianya itu.
mereka membicarkaan tentang kasus tubuh wanita yang berumur 19 tahun, ketika pembicaraan itu sen ren mendengar kalau komandan ini telah meniduri wanita itu sambil menceritakan lekuk tubuhnya yang indah, bahkan dia mengatakan kalau perempuan yang dia bawa itu masih perawan dan belum di sentuh oleh siapapun.
sen ren mendengar itu langsung mengenggam tangannya seperti dia ingin meluapkan amarahnya dengan meninju komandan itu tapi dia diam karena dia mempunyai misi yang lebih penting dari itu.
" hei komandan bagi lah sedikit wanita anda " kata prajurit itu.
" heheh, kalian akan mendapatkannya ketika aku menjadi jenderal jadi tunggulah sampai aku menjadi jenderal " kata komandan itu
prajurit itu langsung murum seperti mereka tidak menyukai sikap komandan mereka, komandan mereka melakukannya sedangkan kami yang bdrda di sampinganya hanya menonton seperti budak.
sebenarnya para prajurit ini diam diam menaruh dendam pribadi karena mereka merasa seperti tidak ada di hadapan komandan mereka jadi mereka diam diam menghinanya di dalam hati.
ketika pembincaraan itu datang lah seorang jenderal bernama pau chang
" hei apakah kalian sudah menaruh tahanan itu dengan baik " kata pen chang
"iya tuan aku sudah menaruhnya dengan baik baik " kata komandan itu kepada atasannya.
" bagus, jika aku mendapatkan berita buruk akan hilangnya tahanan ini, tunggu saja kematian kalian" kata pen chang
" baik tuan " kata mereka.
" hmm, kurasa aku harus mengawasi komandan ini" kata sen ren sambil tersenyum di pikiran nya kini sangat yakin kalau tahanan itu pasti adalah pangeran ke 6.
+++++
__ADS_1
disisi lain guan kang mendapatkan berita " hahah, berita ini pasti akan bagus jika di dengar oleh kak ren " kata guan kang sambil tersenyum
bersambung