
sen ren yang sudah menggila, dia tidak tahu lagi siapa musuh ataupun kawan, yang terpenting siapapun yang berada di dekatnya dia menganggap nya sebagai musuh.
matanya berwarna merah api 🔥 bisa melihat pergerakan lawan dengan cepat, bahkan manusia sekali pun tidak bisa membaca arah serangannya karena serangan yang di luncurkan oleh sen ren sangat cepat.
mereka hanya bisa berteriak " TOLONG, TOLONG, AMPUNI KAMI, KAMI SALAH HISS, PLISS AMPUNI KAMI!!, JANGAN SIKSA KAMI" teriakan itu selalu terjadi di seluruh para prajurit itu, mereka menyesal, sedih, serta cape menghadapi semua ini.
" TERIAK LAH, TERUS TERIAK LAH, BAJINGAN!!!!!, APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA ADIKKU HARUS DI BALAS DENGAN DARAH KALIAN SENDIRI, RASAKAN DAN NIKMATI APA YANG KALIAN LAKUKAN" kata sen ren yang di landa amarah.
tuan putri itu menangis dengan kuat melihat prajuritnya yang sudah tidak bernyawa, dia mengigil ketakutan, sampai air yang berada di rok bawahnya tumpah karena melihat siksaan itu.
tuan putri hanya bisa pasrah akan kesalahan yang dia perbuat, dia menyesal karena memaksa para prajuritnya itu untuk membeli batu itu, jika saja waktu itu dia menyuruh para prajuritnya itu untuk tidak membelinya lagi pasti hal ini tidak akan terjadi, tapi yang terjadi sudah terjadi, dia hanya bisa mengutuk dirinya sendiri dalam hati.
sen ren membunuh dengan kejam banyak sekali lengan ,kepala, kaki, yang sudah terpotong potong.
namun belum berapa lama kemudian seseorang datang dengan membawa 100 prajurit ranah 🌟 bintang, dia yang datang melihat banyak sekali pohon yang terbakar serta orang orang yang terkapar di tanah, " APA YANG SEDANG TERJADI" katanya.
terus dia melihat tuan putri mereka yang tangannya yang sudah terpotong , kaget dan terkejut " PARA PRAJURIT HENTIKAN PEMUDA ITU" kata orang itu, 100 prajurit dengan cepat datang dan menghadang sen ren yang akan mendekati tuan putri mereka.
sen ren yang melihat itu hany tersenyum, " HEHE, TERNYATA ADA JUGA YANG DATANG UNTUK MATI, KALAU BEGITU RASAKAN INI " sen ren dengan cepat berlari sambil memegang pedangnya yang sudah siap menebas.
tangg
seluruh para prajurit itu menahan serangan itu, di bantu dengan orang itu yang sudah berada di ranah bintang 5, sehingga membuat pertarungan tidak seimbang.
berapa kali sen ren jatuh, dan di gores di bagian badan lengan, oleh pedang para prajurit itu, tapi sen ren tidak lelah dia sudah seperti iblis, dia menggunakan kekuatan penuhnya " the fire red" api yang berada di tempat itu menghilang dan terkumpul di badan sen ren, " RASAKAN INI BAJINGAN " kata sen ren.
dusss
dusss
boom
__ADS_1
serangan itu menggetarkan tanah serta membuat seluruh isi pohon menghilang dengan sekejap, sen ren yang sudah lelah langsung pingsan terkapar, sedangkan para prajurit dan putri itu mati terkapar, karena serangan dahsyat yang di berikan oleh sen ren.
+++++++++
perang besar besaran terjadi di seluruh wilayah, karena sekte daun menyatakan perang melawan aliran hitam, gu dong dan gu rong sangat marah mereka memimpin pasukan aliran hitam melawan sekte daun.
sekte daun dan sekutunya melawan seluruh wilayah aliran hitam dengan gagah berani tanpa takut, karena mereka sudah yakin akan kemenangan mereka dalam perang ini.
sekte tengkorak berkhianat mereka membunuh seluruh sekte yang berada di wilayahnya yang tidak menurutinya bergabung dengan aliansi sekte daun.
perang ini menggetarkan seluruh benua madusa, bahkan para raja,sekte,dan juga kota, yang tidak ada sangkut pautnya mengadakan rapat terbuka yang dimana di rapat itu membahas tentang perang yang terjadi sekarang ini, mereka adalah aliran netral jadi mereka lebih memilih diam di banding kan ikut dalam perang.
" bagaimana ini sekarang perang besar telah terjadi apakah kita akan bergabung bersama aliansi sekte daun untuk menghacurkan seluruh wilayah aliran hitam" kata patraik itu
" aku rasa kita lebih baik bergabung dengan aliran hitam karena mereka sedang berada di ambang krisis dalam perang" kata orang itu
" ha, apakah kamu gila, jangan membuat kita mati, bersama, lebih baik begini saja, bagaimana kalau kita beraliansi untuk membahas pertahanan, agar seluruh wilayah kita bisa aman tanpa bertarung dengan mereka" kata orang itu
" apakah kamu yakin, mereka tidak menyerang kita?" katanya
" cih, kalian ini, haaa, begini aja, lebih baik kita tidak ikut dalam perang ini, siapa pun pemenang dalam perang ini nantinya kita akan mendukung nya lagi pula buat apa kita bergabung sedangkan ada cara aman" kata raja itu
hmm
hmm
semua orang sedang berfikir akan usulan raja itu,"baiklah aku setuju", semuanya yang melihat ada yang setuju mengangguk aja lagi pula dengan ini mereka akan aman kata mereka dalam hati.
semua dari seluruh wilayah netral memilih untuk tidak memihak siapapun , mereka memilih siapapun pemenang dalam perang ini maka mereka akan mendukungnya.
disisi lain mendengar kabar kalau para wilayah aliran netral banyak yang memilih untuk diam dan tidak ikut perang, mereka kecewa, baik aliran hitam maupun aliran putih.
perang masih berlanjut, ju kai yang terkenal akan belatinya membunuh seluruh yang mendekati perbatasan aliran hitam dengan sadis, bersama pasukannya.
__ADS_1
begitu pun juga dengan zi ru yang melindungi perbatasan aliran putih.
di tengah perang terjadi adu pedang antara gu dong melawan kui fan, " HEI, MINGGIRLAH DARI WILAYAH KAMI, BAJINGAN" kata gu dong, " HAHA, BAGAIMANA BISA KAMI MINGGIR DARI ALIRAN YANG PERNAH MEMBASMI KAMI" kata kui fan keras.
gu dong yang marah langsung menancapkan pedangnya begitu pun juga dengan kui fan yang sudah siap akan serangannya.
terjadi adu pedang tankkk, sighhh, mereka saling beradu pedang satu sama lain dengan ranah yang sama ,pasti pertarungan ini akan seimbang.
darah dari berbagai darah jatuh di dekat mereka, bahkan yang menghalagi pertarungan mereka, akan mereka tebas seperti memotong tahu, jadi banyak yang menghindari dari kedua orang itu.
di sisi lainnya
gu rong sedang melawan zefai yang berada di depannya, mereka saling tatap satu sama lain, kemudian tertawa terbaha bahak
hahah
haha
haha
" ternyata, kami telah di bohongi" kata gu rong,
" bukan kalian yang kami bohongi, tapi kalian yang terlalu bodo karena membunuh pahlawan kalian sendiri" kata zefai
"cihh, ternyata kita tidak berkawan yah, padahal saat melihat mu waktu itu, aku pikir kamu baik, ternyata kamu jahat dan busuk dari belakang" kata gu rong
" itulah taktik, gu rong, jika kamu pintar maka kamu pemenangnya, tapi jika kamu bodoh dan tidak mengerti akan perkataan lawan maka kamu hanya bisa berada di belakang lawanmu sendiri" kata zefai dengan senyum penuh makna
" tidak usah, kamu menasehati ku zefai, aku sudah cukup sadar akan apa yang kamu lakukan hari ini" kata gu rong
tanpa berapa lama lagi zefai dan gu rong beradu pedang satu sama lain.
BERSAMBUNG
__ADS_1
||||||||
HMM.