
sen ren yang sangat pintar dalam strategi pastinya tahu bagaimana yang harus di lakukan.
tapi sen ren sekarang memiliki beban di kepalanya entah kenapa saat kejadian menolong yui dalam penculikan itu, dia mengalami sakit akan kepalanya , setiap malam dia mengigit tangannya sendiri untuk menahan sakit perih itu, bukannya dia ingin menahan sakit itu tapi dia tidak ingin yui sedih akan luka kakaknya ini, dia ingin menjadi pemberani tanpa bantuan orang lain itulah sen ren yang sekarang ini.
sen ren yang ahli strategi meskipun agak sakit memikirkan itu tapi dia tetap berusaha dan akhirnya dia memiliki rencananya yaitu mengadu domba antar kerajaan.
cara sen ren kali ini adalah membuat kerajaan fei dan su tidak saling mempercayai satu sama lain itulah rencana sen ren kali ini.
sen ren memberitahu yui akan rencananya ini, dan yui mengangguk akan rencana sen ren ini, sekarang sen ren sedang memberikan pesannya lewat burung merpati kepada bai ling yang sudah membentuk pasukan nya sendiri.
dan akhirnya tinggal menunggu waktu untuk datangnya pasukan itu,1 minggu lebih sekrang pasukan bai ling telah datang sebanyak 5.000 pasukan datang memakai pakaian kumuh .
di pesan itu sen ren sengaja memberitahu bai ling untuk memberikan 5.000 pasukannya saja, hal ini di karenakan dia ingin membuat sebuah kerusuhan dengan 5.000 pasukan ini.
sen ren memberitahu seluruh pasukan nya itu untuk datang ke esokkan harinya pada malam hari di tempat rumah medis ini.
pihak tabib yang berada di medis itu sendiri tidak keberatan karena sudah banyak para orang kaya yang datang sambil membawa pasukannya untuk melindunginya bahkan ada yang membawa sebanyak 20.000 pasukan.
__ADS_1
jadi intinya di tempat ini pemandangan itu sudah biasa.
hingga tibalah keesokan harinya pagi menuju malam dan sen ren telah menghubungi seluruh pasukan itu untuk datang pada malam harinya.
sen ren menjalankan rencana nya dengan menggunakan pakaian prajurit kerajaan su bersama pasukannya itu, hal ini di lakukan agar saat mereka melakukan pembunuhan di malam hari mereka tidak ketahuan melainkan yang di tuduh adalah kerajaan itu sendiri.
hingga 1 jam malam mulai lah saat dimana sen ren menjalankan rencananya itu, sen ren dan seluruh pasukannya berpakaian seperti pengemis aja untuk menghindari tatapan para warga yang mungkin nanti akan mencolok jika mereka bersama.
tibalah saat di gerbang kerajaan fei itu, sen ren melihat sebanyak 20 orang menjaga gerbang itu, untuk menghindari 20 orang itu dia melakukan serangan pertamanya dulu di dekat kerajaan fei itu, tepat di bangunan yang sangat canggih yang letak tidak jauh dari kerajaan fei, hal ini di lakukan agar saat mereka masuk di gerbang itu tidak memiliki kemacetan lagi karena pasti para pasukan itu hanya terfokus pada sebuah ledakkan yang terjadi di dekat bangunan itu.
boom
boom
mereka bertanya tanya "apa yang terjadi?, siapa itu?, siapa yang melakukannya?" pertanyaan ini terlintas dalam pikiran mereka, tanpa berama lagi mereka langsung datang membantu memadamkan api yang besar itu.
sen ren dan pasukannya yang melihat kalau 20 orang itu telah pergi dia mulai mengganti pakaiannya dengan pakaian prajurit.
__ADS_1
di dalam istana ada banyak prajurit yang menjaga, pelayan kebanyakan sudah tidur karena kerja mereka hanya mengurus dapur ataupun menjaga anak dari keluarga kerajaan.
sen ren tanpa berama lagi dia mencekik prajurit itu dengan tangannya, terus dia menusuk leher dari prajurit, saat sudah mati mereka menaruh mayat itu di tempat aman, mereka melakukannya berulang ulang sampai prajurit yang berada di dalam mati.
saat semua prajurit sudah mati kini lah sen ren dan pasukaannya akan membunuh anak raja yang berada di kamarnya itu, sen ren sengaja untuk tidak membunuh raja, karna kalau dia membunuh raja maka rencananya untuk membuat 2 kerajaan ini berperang tidak akan terjadi, karena itulah sen ren memiliki ide untuk membunuh anak dari raja itu, seorang ayah pastinya tidak akan mau jika anaknya mati tanpa sebab pasti dia akan mencari pembunuh itu sampai dapat, ini lah rencana sen ren.
tiba di kamar itu ternyata dalam kamar itu terdapat 2 pelayan yang sedang menemani pangeran, dia melihat pakaian pelayan ini sudah tidak ada artinya dia telah melakukan suatu hal yang sangat di larang, sen ren yang melihat itu jengkel, iri, bercampur menjadi satu, dia juga lelaki pastinya dia mau akan hal itu, tapi sen ren menepis pikiran itu dia hanya akan setia dengan seorang perempuan yang menikah dengannya.
sen ren tanpa berama lagi dia dan pasukannya mencekik pangeran yang sedang telanjang itu, sen ren yang melihat pangeran ingin berteriak dia menutup mulutnya itu dengan sebuah lilin yang berada di meja itu, rongga mulut pangeran itu terbakar, sen ren juga tidak lupa membunuh 2 pelayan itu, sen ren membunuh pelayan itu dengan cara menusuknya dengan belati.
hingga pangeran dan juga pelayan itu mati dengan keadaan melotot bagaimana tidak mereka mati dengan sangat tersiksa sungguh tragis nasip mereka ini.
sen sendiri tidak peduli akan hal itu karena dia sudah terbiasa menyiksa orang dalam kehidupannya ini, berbeda dengan prajurit yang melihat secara langsung mereka takut serta gemetar dalam hati mereka ini, mereka tidak menyangka kalau tuan mereka ini sangat kejam bahkan sudah lebih kejam di bandingkan seekor harimau.
saat selesi membunuh itu, sen ren sengaja menjatuhkan sebuah lencana di bajunya itu, karena bajunya itu berasal dari kerajaan su.
selesai membunuh itu sen ren pergi dengan pasukannya itu dengan cara mengendap ngendap mereka tidak lupa membunuh prajurit yang sedang berpatroli di luar .
__ADS_1
sen ren dan juga prajurit nya tidur di kamar masing masing sen ren yang sudah merasa mengantuk mulai tidur sambil menghirup udara di atasnya dengan lega.
" sekarang tinggak menunggu esok hari" katanya sambil tidur di ranjang itu.