
setelah selesai mengikuti kelas, guan kang dan lu xen tidak henti hentinya memuji sen ren, bahkan ketika mereka keluar dari kelas mereka masih membicarakan.
" kalian ini sangat berisik, aku kan udah bilang kalau itu hanya keberuntungan saja" kata sen ren.
" ha, keberuntungan dari mana ren aku lihat kamu dengan percaya dirinya memberikan jawaban yang bagus saat itu" kata guan kang
" yah, aku masih mengingatnya lagi, bahkan para perempuan dan pria tidak henti hatinya melotot kepadamu" kata lu xen
sen ren yang mendengar itu bukannya senang malah dia merasa kesal, " sudah hentikkan, jangan membahasnya lagi " kata sen ren tegas kapada kedua orang yang di sampingnya.
hingga membuat kedua orang itu terhenti dan tidak meluruskan lagi pembahasan itu.
tapi kemudian datang beberapa perempuan dengan cepat memeluk sen ren, nama perrmpuan itu tentu sja sangat terkenal, namun mereka kebanyakan adalah perempuan nakal, semua orang yang ingin mengambil sen ren harus melewai gadis nakal itu karena memang gadis nakal itu kini hanya mengincar sen ren
sen ren yang melihat itu tentu saja menghindar namun semua upanya sia sia karena setiap dia melawan, mereka akan tetap mengejarnya.
sen ren yang sudah tidak tahu apa lagi hanya bisa pasrah dan tidak melawan lagi ketika di peluk oleh perempuan itu.
+++++
malam hari sen ren , guan kang, lu xen kini mereka sudah bersiap merubah diri mereka seperti seorang yang kekar dan memiliki kekuatan karena dengan begini prajurit yang melihatnya akan menganggapnya sebagai seorang prajurit sungguhan.
dan benar saja ketika para prajurit itu menatapnya dan bertanya kepadanya mereka langsung percaya apalagi konstum yang kita 3 pakai sangat pas hingga membuat mereka percaya begitu saja.
guan kang menelusuri setiap pojok kamar karena dia kini sudah mempunyai berkas setiap prajurit bahkan data pribadinya sudah dia ketahui, guan kamgelakukan ini semata mata untuk melihat apakah di antara mereka ada hungan dengan jenderal pen chang.
__ADS_1
di bagian lu xen dan sen ren mereka secara bersama sama berpencar mencari informasi yang mereka dengar darai beberapa prajurit yang menjaga di sekitar sini, ketika mendengar itu
lu xen yang tiba tiba kebelet langsung pergi ke kamar mandi, dia masuk kedalam kamar wc itu dan melaksanakan ritualnya, sebenarnya beberapa hari ini lu xen selalu menahan untuk tidak makan bahkan dia makan hanya sedikit saja karena dia takut akan ke belet saat dia di penjara, sehingga dia menahannya.
" uagh", dengan perasaan lega dia mengeluarkan banyak kotoran dari tubuhnya, meskipun beberapa kali dia harus menahan sakit ketika perutnya membombandirnya beberapa kali.
meskipun begitu dia mendapatkan sebuah hal yang mengejutkan ketika dia berada di wc itu, seorang prajurit yang datang ke wc bercerita tentang jenderal pen chang, lu xen yang mendengar itu mengambil kesempatan sambil tetap berada di wc dan mengeluarkan kotorannya dia mendengar segala apa yang di bicarakan oleh orang itu .
" hei, aku bener bener capek berpura pura menjadi prajurit magang di tempat ini" kata prajurit itu 1
" aku rasa juga begitu, jika bukan karena pen chang menyuruh kita berada disini, kita mungkin saja masih menikmati pangkat kita sebagai komandan dan letnannya" kata prajurit 2
" sekarang apa kamu mendapatkan informasi tentang orang yang menculik pangeran lu itu" kata prajurit ke 1
" yah, aku masih iri ketika laki laki itu di kejar banyak gadis cantik di sampingnya" kata prsjurit ke 1 yang iri.
" hahaha, begini lah kita yang jomblo, meskipun banyak perkejaan tapi jenderal tidak pernah menberikan kita sebuah hadiah sebagai balas budi atas pekerjaan kami, yang dia lakukan hanya memberikan sebuah sepucuk uang untuk kita bawa untuk menghidupi hidup kita" kata prajurit 2 yang kesal dengan tuannya.
prajurit 1 yang mendengar itu mengangguk karena memang itu kebenarannya.
" ngomong ngomong bagaimana dengan pangeran ke 6" kata prajurit 1, sebelum dia berbicara lebih jauh prajurit ke 2 langsung saja menutup mulutnya.
" hei pelan pelan berbicara" kata prajurit 2.
" memangnya kenapa, lagi pula tidak sda orang di wc ini" kata prajurit 1.bisik
__ADS_1
sebelum dia berbicara lebih jauh seseornag membuka pintu dan terlihat lah prajurit yang sedang berada di wc itu.
kedua orang itu langsung terkejut apalagi kedok mereka sebagai mata mata di ketahui oleh orang ini.
tanpa berapa lama kedua prajurit itu langsung saja menyerang orang itu, orang itu yang idak tahu apa apa di kejutkan dengan orang yang menyerangnya " ttt-unggu" cepritt darah bercecer di tubuhnya dan langsung jatuh di tanah ketika dia sudah kehilangan kesadaran.
" cih hampir aja" kata prajurit 1
" sekarang kamu lihat bukan" kata prajurit 2.
" bagaimana aku tahu kalau orang ini ada, lagi pula kamu tidak memberitahuku tentang keberadaannya sejak tadi " kata prajurit 1
" bagaimana aku memberitahu mu sedangkan kamu selalu mengoceh dengan ku dengan tidak jelas" kata prajurit ke 2.
dan terjadi la saling adu bacot antara mereka berdua.
" kamu pikir kamu saja yang hebat, lihat selama aku berada di desa hanshu aku selalu nomor 1 dan mendapatkan pujian nya" kata prajurit 1.
" kamu pikir kamu saja, lihatlah aku ketika menjaga pangeran ke 6 di desa itu, aku selalu mendapatkan nilai plus dan selalu mendapatkan pujiannya " kata prajurit ke 2.
sebenarnya dia antara mereka berdua tidaj ada yang akur karena mereka berdua sama sama pesaing merebutkan hati jenderal pen chang agar mereka bisa naik pangkat, kedua orang ini sebenarnya adlaah komandan dan juga letnan tidak heran jika mereka bisa membunuh dengan cepat kedua orang itu tanpa harus menggunakan dua tebasan lagi.
selama mereka adu bacot lu xen mendenagarkan dengan baik baik " hehehe desa hanshu yah, ku rasa aku mendapatian berita yang bagus kali ini, aku harap sen ren menghadiakan ku makanan yang enak karena pekerjaan ku" kata lu xen yang sedang duduk berjongkok di wc itu.
BERSAMBUNG
__ADS_1