Perjalanan Menjadi Jendral

Perjalanan Menjadi Jendral
ilusi


__ADS_3

" hmm serbuk?, hahaha, kalian pikir serbuk ini bisa menghalangiku" kata badang dalam hati sambil mengecuk matanya karena terkena serbuk itu.


" semuanya serang bersamaan" kata devisi 2.


hiya


hiya


semua pasukan itu menyerangnya secara bersamaan.


" pasukan tombak, tusuk singa itu dengan bersama sama " kata kata kapten devisi 3


" siap kapten "


" pemanahh!!!! tembak seser mata dan ulu hatinya " kata kapten yang berada di pasukan pemanah


" siap kapten "


tusukan, sabetan, terlihat di sekujur badan singa itu, namun singa itu diam mematung.


" apakah kita menang " kata kapten devisi 1


" aku tidak tahu" kata lainnnya.


" aumm, rgghhhhhhhh" suara singa itu semakin kencang dan membuat gendang telinga para pasukan sen ren terasa pecah.


" siallll"


" keras sekali"


" semuanya, jangan diam saja tusuk mulut singa itu"


" baik kapten". kata lainnya.


namun sebelum menusuk mulutnya singa itu langsung mencakarnya.


akh


pasukan yang memegang tombak lamgsung terlempar sangat jauh.


" sial, jika begini terus kita bisa mati" kata kapten devisi 4.


semuanya langsung muram mukanya,


" cih, begini saja kalian sudah patah semangat, jangan pernah bilang kalian adalah pasukan tuan ren, kalau kalian sudah menyerah seperti ini" kata kapten devisi 1.

__ADS_1


" kau pikir, kami akan menyerah semudah itu, justru aku hanya memperkirakan saja " kata kapten devisi 4.


" bagus kalau begitu" kata devisi 1.


langsung saja semuanya patas semangat langsung kembali membalas singa itu, beberapa kali mereka terlempar dan jatuh tapi mereka masih bisa bangkit lagi.


" ternyata anak muda itu tidak salah mempunyai anak buah " kata badang dalam hati melihat semangat pasukan sen ren ini.


" ku rasa sudah cukup main mainnya, terimalah ini" kata badang mengeluarkan sebuah bola api di mulutnya


boom


boom


semuanya langsung terlempar jatuh, dan saat mereka berusaha bangun mereka sudah tidak sadarkan diri.


" hmm, ku rasa aku mempunyai pasien lagi kali ini, seharusnya tadi aku katakan saja asal ku, sial sekali!! baru juga istirahat " kata badang kesal .


+++++++


kembali ke sen ren.


" kenapa tempat ini sangat luas, padahal ini hanya berupa ilusi saja " kata sen ren yang yakin kalau ini ilusi.


sen ren berjalan memutari setiap hutan tapi yang dia dapatkan tidak ada.


boom


" ha, suara apa itu" kata sen ren yang langsung berlari menuju ke tempat suara itu.


setelah sampai sen ren melihat sebuah kotak yang berada di bawah lubang itu.


tanpa berapa lama sen ren langsung turun mengambil kotak yang berada di lubang itu.


selesai mengambil sen ren langsung membuka kotak itu dan terlihat sebuah kosakata dan alphabet yang aneh, serta simbol simbol yang aneh.


" ku rasa ini sebuah pentunjuk" kata sen ren.


balik ke guan kang.


"sen ,tolong!!!" kata guan kang yang sedang gemetar akibat melihat arwah getayangan.


" kenapa aku harus mengalami ilusi seperti ini sih" kata guan kang yang gemetar.


guan kang memang sejak kecil sering takut akan sebuah arwah getanyangan atau hantu, hal itu sebabkan sejak kecil sen ren sering sekali diganggu oleh pamannya, misalnya jika guan kang tidak kuat maka hantu itu akan mengambil tubuhnya dan memakannya.

__ADS_1


" ini semua gara gara paman, jika dulu dia tidak menakutiku mungkin saja aku sudah bisa melawan hantu itu" kata guan kang yang gemetar di balik gua.


balik ke lu xen


" bajin*an kalian, jika kalian menyentuhnya sekali saja akan aku buat kalian menderita" kata lu xen dengan mata memerah.


" hahaha, pangeran kau itu sudah tidak bisa apa apa, mau kami melakukan apa pun kepada saudara mu itu terserah kami" kata prajurit itu.


" terserah, hahah, kalian pikir aku akan diam saja, ingatlah ini lu xen akan membuat kalian menderita" kata lu xen.


" menderita?, memangnya pangeran yang tidak bisa menggunakan mana bisa membuat kita menderita, hahha lucu sekali pangeran " kata prajurit itu sambil memegang perut wanita itu.


" jangan kau sentuh dia *** " kata lu xen yang memerah matanya melihat itu.


" haha pangeran cukup nikmati aja oke " kata prajurit itu.


perempuan itu yang tidak bisa apa apa hanya bisa menangis histeris, ' hhuuuuuuu, tolong ampuni aku".


prajurit itu langsung melakukan tindakan senonoh di depan lu xen.


lu xen sudah bener bener naik darah dia menghina prajurit itu dengan berbagai perkataan perkataan kotor.


10 menit kemudian perempuan itu di siksa dia langsung pingsan karena sudah tidak bisa menerima kenyataan di depannya.


" sial , malah pingsan, sudah lah selamat tinggal pangeran" kata prajurit itu


" lihat lihat saja akan aku kuliti kau, aku potong daging mu, dan aku akan memberikannya dengan sekumpulan a***". kata lu xen dengan keras tapi tidak ada sahutan dari prajurit itu.


7 menit kemudian perempuan itu sudah sadar dan masih mengingat kejadian yang menimpanya, dia masih belum menerima apa yang terjadi kepadanya.


" aku sudah kotor, aku kotor!!" kata wanita itu histeris dia menjambak tambutnya seperti orang gila


lu xen yang melihat itu langsung menenangkannya tapi setiap perkataan lu xen tetap tidak di jawab oleh perempuan itu malahan dia tambah histeris.


" aku kotor aku kotor hahah aku kotor" wanita itu langsung membenturkan kepalanya di lantai.


lu xen yang takut langsung menghentikannya dan melarangnya tapi wanita itu tetap tidak menyahutnya malahan dia menambah kepalanya di bentur ke lantai.


" tidak tidak ku mohon" kata lu xen


2 jam kemudian perempuan itu mati.


setelah perempuan itu mati gantian keluarganya di perlakukan dengan tidak bermoral di matanya.


dan itu membuat kebencian lu xen kepada prajurit itu semakin besar, dia sekarang hanya memikirkan cara untuk balas dendam.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2