
pemberitahuan
awalnya sih saya mau hapus tapi baiklah, karena saya merasa kalau saya salah karena harus menghapus novel ini~
namun saya juga sangat terimakasih karena ada pembaca yang bisa komen di novel ini ~
yaudah kita lanjut aja, semoga tidak di hapus novel ini, padahal gua udah tulis.~
+++++
di kota dufa
sen yui " wah, akhirnya bisa hirup udara segar" kata sen yui
sen ren " apa maksud mu yui" kata sen ren
sen yui " apa, kakak!!, tidak lihat di dalam sana semuanya banyak darah ,gelap, dan penuh dengan aura mencekap dan tidak sedap di pandang, dan disana juga menjual belikan budak, APA MEREKA TIDAK KESIHAN BUDAK ITU?. kata yui dengan cemberut serta marah
sen ren " oh begitu yui ku yang cantik jelita ini" kata sen ren bercanda
sen yui" kakak, jangan membuat ku marah" kata yui
sen ren " iya deh, ayo kita pulang" kata sen ren
budak yang melihat di belakang hanya diam aja.
+++++
di tempat tinggal
sen ren " ayok masuk, lihat tempat tinggal kami" kata sen ren
bai lang yang gugup" iya tu-an" kata bai lang
sen ren " cih, ayolah. kenapa gugup begitu, kita ini sudah seperti saudara tahu" kata sen ren
bai long " bukan-nnya tidak pantas buat kami menganggap tuan saudara" kata bai long
sen ren " jika memang kalian tidak mau menjadi saudara ku tidak apa apa, namun satu hal yang pasti, semoga aja kalian tidak marah jika aku bilang adik" kata sen ren
bai du " ti-dak, kami tidak marah kok kak, kami menganggap tuan saudara kok" kata bai du
sen yui" kalau begitu kenapa kalian menjawab sen ren tuan seharusnya kakak tahu" kata sen yui
__ADS_1
"sudah sudah, bai long,bai lang,bai du, tuan kalian itu sudah menganggap kalian adik seharusnya kalian menganggap tuan kita itu kakak" kata bai ling
sen ren " bu, aku menganggap bukan hanya anak anak itu aja, tapi bibi akan aku anggap sebagai ibuku, karena kami sudah tidak mempunyai ibu lagi, apalagi kita masih kecil butuh kasih sayang seorang ibu bu" kata sen ren
bai ling yang mendengar ini sangat tersentuh bagaimana tidak anak anak ini menganggap dia sebagai ibunya yang sebenarnya seorang budak," terimakasih" kata bai ling,
" terimakasih hiis, aku akan menganggap kalian sebagai anakku juga bukan sebagai bibi atau pun kakak tapi sebagai ibu untuk kalian berdua" kata bai ling sambil menangis, saat ini dia sudah berjanji dalam hatinya bahwa dia tidak akan meninggalkan kedua anak ini tanpa ibu.
sen ren dan yui" terimakasih.ibu"
mereka saling berpelukan dan haru,
sen ren dan yui sebenarnya sudah lama merindukan pelukan dari seorang ibu, dan inilah dimana dia menganggap ibunya itu sudah kembali, saat di jeruji besi itu dia melihat bekas cakaran serta pedang yang berada di leher atau pun badan yang pernah di miliki ibunya hal itulah dia merasa ada sebuah hubungan yang mereka miliki.
setelah berpelukan
sen yui mengajak 3 anak itu bermain bersamanya
++++
di sofa
setelah 4 jam lamanya
sen ren " bu, bisakah ibu mengajarkan aku untuk belajar bisnis" kata sen ren
sen ren " aku bisa ibu" kata sen ren
bai ling'" baiklah kalau begitu baca buku ini sampai habis dan hafalkan" kata bai ling
"baiklah" kata sen ren,
setelah 1 minggu lebih belajar akhirnya sen ren berhasil menuntaskan hafalannya serta mengingat pelajaran yang berada di buku itu dengan rajin.
bai ling " bagus, akhirnya kamu selesai juga" kata bai ling
sen ren " iya ibu, tapi ibu aku ingin membuat sebuah jaringan yang berada di kota ini, agar kita bisa memiliki bantuan di masa depan nanti" kaat sen ren
bai ling yang berfikir" oh jaringan yah , bagaimana kalau membuat sebuah restoran dulu, lagi pula kita tidak memiliki latar belakang, jadi lebih baik kita membuat jaringan kecil dulu" kata bai ling
sen ren mendengar ini setuju " iya ibu, aku mau" kata sen ren
bai ling " tapi kita membutuhkan uang" kata bai ling
__ADS_1
sen ren " kalau soal uang itu gampang ibu ,karena aku memiliki banyak uang di cincin peninggalan orang tua ku" kata sen ren
bai ling " bagus" kata bai ling
+++++
akhirnya rencana mereka di mulai bai ling membeli banyak restoran di lorong A,B,C,E dimana di lorong ini memiliki jumlah penduduk paling banyak di banding lorong lain.
bukan hanya membeli, dia juga memecat karyawan yang tidak bener di restorannya dan menggantinya dengan yang budak, karena menurutnya budak yang terikat kontrak pastinya lebih setia di bandingkan orang biasa.
pemindahan posisi pemilik pastinya akan terdengar dari karyawan yang berada di restoran dan juga berita tentang banyaknya pemecatan atau phk, hal ini menimbulkan khwatiran bagi karyawan yang berada disana, mereka berdoa semoga aja pemilik mereka lebih baik di bandingkan pemilik sebelumnya.
namun karena pemecatan itu para karyawan yang di pecat mau marah tapi tidak bisa karena mereka bukan pemilik dari restoran itu, mereka hanya memendam rasa dendam itu di hati mereka.
+++++
di toko
sekarang bai ling dan juga anak anaknya yang juga sudah dia anggap, merias diri mereka secantik dan seganteng mungkin, di toko mahal dekat ibu kota kota duva yang terkenal akan tata riasnya.
karena setelah membeli restoran ini agar tidak terhina dari karyawan mereka ,bai ling merasa harus merias diri mereka seperti seorang bangsawan umumnya,.
setelah merias diri bai ling keluar bersama anaknya di toko hias itu,
mereka di pandang seperti matahari ☀️ yang bersinar , bagaimana tidak bai ling yang memiliki kecantikan seperti seorang ratu, dan anaknya yang cantik dan ganteng seperti pangeran dan juga putri yang berasal dari dunia lain.
flash back(on)
bai ling sendiri adalah seorang anak dari pengusaha dan memiliki bisnis yang banyak tapi karena kecerobohannya dalam mengola bisnis dan termakan dalam godaan duniawi sehingga orang setia yang dia miliki semuanya pergi dalam hidupnya, dia bangkrut, bahkan istrinya yaitu ibu bai ling pergi meninggalkannya dan menjual anaknya bai ling di tempat budak, dan pada suatu hari tepat pada bulan purnama ayah bai ling mati karena bunuh diri.
bai ling tidak mau mengulai hal itu sehingga dia bersifat dingin sampai saat ini, dia hanya tersenyum kepada anaknya saja tapi kalau di luar dia akan seprti singa.
flash back (of)
saat di pandang oleh seluruh penduduk di ibu kota, bai ling dan anaknya langsung menuju restoran yang mereka beli, untuk melihat serta merasakan tempat yang mereka telah beli itu.
karyawan yang melihat pemiliknya itu hanya bisa terpana, terdiam bahkan ada yang menesteskan air liur mereka ke lantai,
bai ling yang melihat ini diam aja seperti sifatnya selama ini, dia berjalan sambil menyapa karyawannya serta memberikan solusi buat masalah restorannya.
+++++
||||||
__ADS_1
hmm kalau di hapus novel ini parah sih, pasti kesihan pembacanya karena nggak bisa baca novel lagi hehe