Perjalanan Menjadi Jendral

Perjalanan Menjadi Jendral
sadarnya yue lin


__ADS_3

" sial, kenapa banyak sekali binatang buas di tempat ini" kata guan kang yang berada di gua 1


" haaa, haa, capek sekali, sudah berapa binatang yang aku bunuh yah" kata lu xen yang berada di gua 2


" ini sangat bagus dengan batu inti beast ini, aku yakin aku bisa naik tingkat" kata sen ren.


2 jam lamanya mereka berada di gua terlihat di antara mereka sudah banyak keringat bercucuran di tubuh mereka.


" sial kenapa ini tidak ada habisnya!!" kata guan kang


" jika begini terus maka mana ku akan habis" kata lu xen


" hehehe, ayo berikan aku kristalnya" kata sen ren


di dalam gua itu terlihat banyaknya gerombolan manusia ijo berupa manusia, dan juga serigala.


ketika mereka lemas dan juga sudah sangat capek, mereka mendapati sekilat cahaya yang bersinar di gua itu.


" tinggal sedikit lagi, ayoooo guan kang!!!!" kata guan kang menyemangati dirinya.


" cahaya akhirnya, menyingkirlah kalian" kata lu xen menebas sambil berlari.


" sial, kenapa harus ada cahaya di situasi seperti ini" kata sen ren yang malas memasuki cahaya itu.


stt...


stt...


suara apa itu kata ketiganya


" suara ini seperti batu yang menggelinding" kata sen ren yang berfikir " oh tidak jika begitu aku tidak bisa terlalu berlama disini" kata sen ren yang panik langsung saja berlari.


begitu pun keduanya yang sama sama mendengar suara sama dengan panik mereka menghabisi binatang buas itu.


" ayo, ayo cepat " kata mereka bertiga.


boom


boom


boom


" hampir saja " kata ketiganya yang melihat batu besar itu menutupi gua itu.


" sial dimana ini, kalau begini bagaimana aku ketemu dengan sen ren " kata guan kang.


" ku rasa, sumur itu mempunyai sihir sehingga tempat ini sangat luas" kata sen ren .


" aku harus memulihkan manaku" kata lu xen.


ketiganya mulai memulihkan kekuatan mereka.

__ADS_1


20 menit akhirnya mana mereka telah terkumpul, luka luka yang berada di tubuh mereka mulai menutup.





+++++


di samping itu kini kita di hadapkan dengan yue lin, dan juga kakek.


seperti yang kalian tahu yue yin sembuh dengan sangat cepat berkat bantuan dari kakek itu.




" siapa kau" kata yue lin.


" aku orang yang telah menolong mu" kata kakek itu.


" menolong ku?" kata yue lin bingung


" yah menolong mu, saat itu kamu tidak bicara atau pun bergerak, kamu layaknya sebuah patung yang hanya diam tanpa mengucapkan kata atau pun bergerak sedikit pun " kata kakek itu menjelaskan.


namun yue lin tetap datar seakan tidak mengerti akan penjelasan kakek itu.


kakek itu yang melihat raut wajah yue lin yang datar membuat dia sangat kesal, karena apa yang dia lakukan selama ini seperti tidak di hargai, " cih jika kau seorang laki laki sejak tadi aku memukul mu " kata kakek itu dalam hati bercampur kesal.


" terimakasih" kata yue lin datar tanpa ekspresi sekali pun.


" tidak apa, aku rasa kau kehilangan keingatan mungkin ini efek samping dari obatnya jadi untuk itu kau istirahat dulu disini" kata kakek itu.


yue lin mengangguk tapi masih datar.


" yaudah kalau begitu aku mau keluar sudah capek aku mengobati mu selama setengah bulan ini" kata kakek itu yang langsung pergi.


di luar gunung itu terlihat beberapa pasukan sen ren yang berjaga sambil berlatih.


ketika kakek itu turun gunung sambil berubah mode binatang nya.


seluruh pasukan kaget akan suara pasukan dari devisi yang menjaga gunung.


" tolong, tolong ada singa api " kata prajurit itu berteriak.


" kalian kenapa?, tolong jelaskan " kata pasukan lainnya.


" begini, di gunung itu kami melihat ada seekor singa api sangat besar di bandingkan yang kita lihat di sekitaran hutan" kata prajurit.


" haa, bagaimana bisa seekor singa berhasil masuk ke tempat gunung itu" kata pasukan lainnya dan itu membuat bingung semua pasukan yang lain.

__ADS_1


" kita harus menyerangnya bersama sama" kata prajurit itu


" baiklah" kata pasukan lainnya yang sudah bersiap mengambil pedangnya masing masing menuju ke tempat singa api itu.


kakek itu sedang bersantai di sebuah batu di atas sambil menghirup udara tapi masih mode singanya, dan lansung mengaum untuk melepaskan kesesalannya " grrrrrrrr" .


auman singa itu mampu membuat pasukan sen ren yang sedang menuju ketempat itu gemetar ketakutan.


" tidak perlu takut, kita banyak, mana mungkin singa itu bisa mengalahkan kita " kata kapten devisi 3.


dan langsung di anggukan dengan lainnya.


semuanya kini telah berkumpul di sekitaran batu itu sambil mempersiapkan senjata mereka untuk menyerang" serangggg"


seranggg


serangg


serangg


pasukan sen ren menyerang singa itu secara bersamaan.


singa api itu atau disebut dengan badang sudah mengetahui gerakan dari mereka itu, tapi dia tetap diam karena menurutnya ini menarik, karena dia juga membutuhkan sebuah hiburan.


singa api itu mengaum dengan keras sambil mengeluarkan api di tubuhnya


boom


boom


boom


semua pasukan itu terlempar dengan sangat jauh .


argh


argh


" sial jika begini kita semua akan mati " kata kapten devisi 1.


" semuanya lari!! biar aku yang menghadang singa itu" kata kapten devisi 2.


" hei kamu pikir, kita akan lari dan menyelamatkan hidup kita" kata pasukan itu.


" jika kita lari itu sama saja kami melanggar janji kami kepada tuan sen ren, apalagi kami memiliki kitap masing masing sebagai hadiah untuk menjaga tempat ini, jadi apapun alasannya kita akan mati disini" kata prajurit itu dan membuat seluruh pasukan langsung semangat bertarung.


semuanya berdiri sambil tersenyum mereka semua menatap singa api itu dengan tatapan membunuh.


badang yang melihat itu langsung senang karena dengan begini kesasalan nya akan menghilang dengan bertarung dengan mereka semua.


" matilah kau"

__ADS_1


pasukan sen ren membuang sebuah serbuk yang memungkinkan untuk mendeteksi singa api itu jika dia akan lari.


BERSAMBUNG


__ADS_2