
di wilayah utara tepatnya di sekte ji itu
komandan kavaleri kan zen telah berhasil memenangkan pertempuran melawan pasukan bei pao.
bai pao kini telah mati tersungkur di bawah tanah akibat melawan komandan kavaleri itu.
saat saat kemenangan itu mereka di kagetkan dengan suara pasukan lain, panji panji itu tidak sama dengan panji pangeran ke 5 melainkan kini panji panji itu adalah panji pangeran ke 3 yaitu pangeran kan fan.
seluruh pasukan kan zen di sana di bantai dengan habis mau dari pasukan kavaleri,pemanah,pedang,tombak maupun meriam semuanya di bantai habis oleh pasukan pangeran ke 3.
komandan kavaleri sendiri lebih menghenaskan dia di tembakkan dengan banyak sekali pemanah di dadanya, tidak tahu seberapa banyak panah yang di tembakkan ke arah dada komandan itu.
berita panas ini telah tersebar di beberapa wilayah kerajaan kan, bahkan kekejaman yang di lakukan dalam penyerangan ini sudah sangat didengar, apalagi dengan ikut campur oleh 2 pangeran.
" apa apaan ini 2 pangeran ini seorang pengecut beraninya mereka bermain belakang!!!" kata dari orang yang pro terhadap kan zen.
" hei, yang pengecut itu pangeran kan zen, lihat saja ketika dia menyerang wilayah utara dengan tiba tiba, apalagi disana ada pangeran ke 5, itu sudah di sebut sebagai rencana pembunuhan terhadap pangeran ke 5 ba*ingan" kata pro terhadap 2 pangeran itu.
" pengecut? maksud mu pengecut apa bang*t? itu wilayah pangeran ke 6 bang*e, kalau dia mau menyerang dan menumpas pemberontak itu terserah dia karena itu memang WILAYAHNYA" kata pro kan zen dengan menekankan kata wilayah.
"menumpas? apa kamu tahu apa itu hak asasi manusia? mereka itu juga manusia, kalau pun mereka tidak mau pemimpin mereka pangeran ke 6 yah tidak apa apa, cukup hiraukan aja" kata pro 2 pangeran.
saking panasnya berita ini ,sampai 2 kubu mau dari pro kan zen dan 2 pangeran semuanya sama sama saling menyalahkan bahkan sampai harus menggunakan cara kekerasan untuk melindungi idola mereka.
++++++
balik ke sen ren (gunung sinabung)
sen ren sendiri dan pasukan devisinya itu masih belum mendengar pemberitahuan pangeran ke 6, karena kini mereka sudah berjalan sejak pertarungan itu berlangsung.
yang berarti kini sen ren dan pasukannya akan segera sampai ke tempat gunung itu.
ketika berada di gunung itu mereka menaikinya.
__ADS_1
" hei kau bilang ada sebuah beast yang berada disini, mana? kok tidak ada?" kata vei nai
" hei itu kan hanya cerita orang orang saja" kata wei fu mengelak.
" orang orang?, seharusnya kamu itu sudah pandai berfikir dengan baik, itu kan hanya cerita dongeng yang di karang karang saja oleh orang lain" kata vei nai.
" tapi..
baru saja wei fu melanjutkan percakapannya tapi langsung di potong oleh sebuah suara keras yang berada di dalam api itu.
arggggg.
huargggg
suara itu sangat keras membuat gendang telinga terasa sakit, jika saja sen ren dan teman temannya bukanlah orang yang memiliki kekuatan pastinya mereka sekarang sudah tuli mendengar teriakkan itu.
"h-ei, vei n-ai bagai-mana?, aku b-ener bukan?" kata wei fu di sela sela sakitnya.
" HE-I we-i fu saat saat seperti ini masih aja kamu membahas hal itu, lebih baik kamu memikirkan cara bagaimana kita bisa keluar dari suara itu" kata vei nai kesal.
setelah 30 menit kemudian suara itu mulai menghilang semuanya langsung bernafas lega, tapi meskipun begitu banyak pasukan sen ren yang harus pingsan akibat suara itu, melihat ini sen ren mulai memikirkan sesuatu.
" HALO SEMUANYA AYO BERKUMPUL" kata sen ren kepada pasukannya yang sedang menggendong teman teman yang pingsan itu.
semua pasukan maju sambil menggendong teman mereka " HMM BEGINI SEMUANYA AKU MENGUMPULKAN KALIAN, KARENA AKU MELIHAT SUDAH BANYAK PASUKAN YANG PINGSAN AKIBAT SUARA BEAST ITU, JADI UNTUK ITU KALIAN AKAN KEMBALI TURUN GUNUNG MENCARI DESA ATAU KOTA TERDEKAT, SAMBIL MEMANGGIL BANTUAN BUAT MENGOBATI SAUDARA KITA" kata sen ren keras kepada seluruh rekannya.
" tapi tuan, kami juga ingin membantu" kata prajurit itu.
" jika kamu ingin membantuku laksanakan dulu tugas mu itu baru kamu kembali kesini bersamaku" kata sen ren
" hmm tapi tuan jika tuan sendiri melawan beast itu...
perkataanya langsung di potong oleh wei fu dan e
__ADS_1
vei nai " kan ada kami kawan " kata mereka berdua secara bersamaan.
" oh iya, maaf aku lupa hehe" kata prajurit itu malu.
" YAUDAH KARENA SEMUANYA SUDAH SEPAKAT, KITA LANGSUNG MENJALANKAN TUGAS NYA MASING MASING OKE" kata sen ren.
"oke " kata mereka secara bersamaan.
setelah pembincaraan lama itu kini sen ren dan juga 2 temannya itu melompat memasuki ke dalam gunung lava itu.
saat berada di dalam mereka hanya merasakan hawa panas saja.
"wah disini panas sekali " kata wei fu.
" yah elah, yah memang panas lah ini kan gunung berapi" kata vei nai.
" aku sudah tahu bang*at, kan aku hanya tanya kepada diri ku bukan kamu?" kata wei fu.
" kau gila yah? masa tanya dirimu?" kata vei nai
"kau..
" HEI DIAMLAH, JIKA AKU MELIHAT LAGI SIKAP KALIAN BEGINI, MAKA AKU SEN REN TIDAK AKAN LAGI MEMBAWA KALIAN " kata sen ren marah serta kesal dengan kedua temannya ini yang tidak tahu akan situasi.
dan mereka berdua terdiam dan tidak lagi melanjutkan perdebatan mereka, takut kalau sen ren akan marah dan melaporkannya kepada guru di sekte naga.
ketika perjalanan mereka yang hening tanpa ada pembicaraan tiba tiba mereka di kejutkan oleh suara keras itu lagi "arggggg" sen ren,wei fu dan juga vei nai yang mendengar ini langsung memasang sebuah kapas atau daun untuk menutup telinga mereka, sambil menyalurkan kekuatan mana mereka ke telinga mereka yang sakit.
dum
dumm
itu bukan lagi suara teriakkan melainkan suara langkah kaki yang membuat se isi gunung ini bergetar karena gerakannya yang kuat itu.
__ADS_1
ketika moster itu maju, eskpresi mereka langsung berubah menjadi suram, mereka kini hanya berfikir apakah mereka akan mati atau selamat.
BERSAMBUNG