Perjalanan Menjadi Jendral

Perjalanan Menjadi Jendral
pertempuran di utara wilayah sekte ji (2)


__ADS_3

musnahnya pasukan kavaleri bei pao menjadi salah satu kunci kemenangan mereka.


" semuanya masuk ke dalam jangan biarkan mereka lari dari sini" kata komandan kavaleri itu.


" siap tuan"


kuda kuda itu berlari dengan kencang sambil menghenuskan pedang mereka kepada para prajurit bei pao.


" TERUS MAJU" kata komandan itu teriak.


" BAIK TUAN" kata pasukan itu.


darah dari berbagai darah mengalir di pertempuran itu hingga mereka berada di tengah kota pemberontak itu.


para warga yang berada di sana bersembunyi di rumah mereka.


ketika komandan kavaleri itu maju dia melihat banyak sekali pasukan yang berada di istana di tengah kota pemberontak ini.


" hahah, apa kalian pikir, dengan kalian menghadang pasukan ku kalian bisa menang " kata komandan kavaleri itu memandang remeh lawannya.


bei pao yang memimpin pasukan di istana itu " iya, aku lah yang akan menjadi lawan mu " kata bei pao.


" bagus, tunggulah kematian mu" kata komandan kavaleri itu sambil mengangkat tangannya " SEMUANYA MAJU SERANG MEREKA " kata komandan kavaleri itu.


hiaaa


mati kau


terjadi lah pertempuran sengit di istana itu adu pedang sering terjadi di antara mereka, " SEMUANYA BERTAHAN" kata bei pao.


" BAIK TUAN" kata pasukan bei pao.


pangeran yang melihat dari dalam istana itu tersenyum " tunggulah kematian kalian adikku KAN ZEN " kata pangeran itu.


+++++


di luar wilayah utara terdapat panji panji berkibar dengah gagah dengan pasukan yang sangat banyaknya itu.


tidak tahu pasukan mana mereka berasal tapi jika mereka ingin melakukan perang, mereka bisa saja menjadi musuh paling merepotkan.


++++++++

__ADS_1


kan zen sendiri tidak tahu akan hal itu karena dia tidak membawa sebuah mata mata diluar wilayah utara ini , dia lebih berfokus ke depannya di banding di luar.


pasukan besar yang berada di luar wilayah itu kini akan mendekat di markas kan zen yang berada di tenda tenda itu.


30 menit kemudian prajurit yang sedang berlari lari sambil terpincang pincang seperti dia melihat seorang malaikat maut yang akan mengambil nyawanya.


" TUAN"


" TUAN


kata prajurit itu yang menyebutkan kata tuan berapa kali sambil berteriak dengan kencang.


teriakkan yang di bawa oleh prajurit itu makin keras lagi ketika dia berteriak dengan sebutan " TUAN, JIKA TUAN TIDAK KELUAR MAKA KITA AKAN BANTAI" kata prajurit itu dengan keras.


sehingga membuat para prajurit yang berada di tenda juga ikut keluar.


kan zen yang sedang duduk di tenda itu sambil meminum sebuah cangkir air putih harus menunda minumannya itu karena teriakkan itu.


kan zen keluar di ikuti dengan sandai yang berada di sampingnya setiap saat.


saat dia menghadap kepada prajurit itu yang sedang kelelahan seperti orang yang sedang di kejar oleh seekor harimau.


" i-ni tuan itu itu..


" cukup, redakkan dulu nafas mu dan hatimu " kata san dai yang melihat prajurit itu.


prajurit itu menarik nafas sebentar sambil membuangnya dan itu di lakukan berapa kali


setelah 3 menit mengatur nafas akhirnya prajurit itu mengatakan sesuatu " tuan aku mendapatkan kabar buruk kalau pasukan yang sangat besar telah datang dan akan menuju ke tenda ini dalam 15 menit lagi " kata prajurit itu.


semua prajurit yang berada di tenda itu terkejut akan informasi itu, " i-ni bagaimana ini bisa terjadi" kata prajurit itu dan di ikuti oleh banyak prajurit lainnya sambil bertanya tanya.


" apakah itu pasukan bantuan mereka ?" kata san dai memikir.


dan itu menambah kekhwatiran para prajurit lagi.


" aku tidak tahu tuan " kata prajurit yang tadi memberikan informasi.


" biarkan kita melihat mereka dari arah gunung itu jika memang mereka adalah musuh kita , kita akan sekuat tenaga menghalau nya agar pasukan kita yang berada di depan tidak di serang" kata kan zen.


" baik tuan". kata prajurit itu bersamaan.

__ADS_1


akhirnya mereka secara bersama sama bersatu sambil memangku teman temannya yang sakit akibat pertempuran di tembok itu.


saat berada di gunung itu, mereka menaiki nya secara bersama sama , karena pasukan yang dimiliki kan zen di tenda itu hanya sekitaran 200 lebih orang saja, maka kan zen memilih untuk menaiki gunung itu karena itulah salah satu cara menahan gempuran pasukan besar itu.


balik ke pasukan besar itu.


pasukan besar yang memiliki persenjataan lengkap serta armor kuda yang di pasang di setiap sudut kudanya membawa kesan seperti melaikat maut yang akan mati jika berhadapan melawannya.


kini mereka sudah berada di tenda itu.


" semua pasukan cari setiap orang yang berada di tenda ini dan habisi dia " kata jendral itu


" baik tuan" kata mereka bersamaan


setelah banyak memakan waktu mereka tidak dapat seorang pun yang berada di tenda itu.


" jadi mereka sudah tahu yah kalau kita akan menyerang mereka, jika begini kita akan habis di marahi dengan pangeran " kata jenderal itu dalam hati.


saat jenderal itu strees tiba tiba ada sebuah pasukan yang membawa sebuah peta yang seperti peta yang berada di kawasan utara ini.


peta itu di berikan kepada jenderal itu, dan jenderal itu melihat peta itu " hahaah, jadi mereka disini yah, sangat pintar tapi juga sangat tidak masuk akal bersembunyi di sebuah gunung itu dengan pasukan kami yang sangat besarnya" kata jenderal itu disertai ketawanya.


" seluruh pasukan ku ayo kita pergi menuju ke gunung itu dan habisi PANGERAN KE 6" kata jenderal itu.


" SIAP TUAN" kata mereka semua bersamaan


+++++


disisi lain kan zen dan pasukannya sedang menyiapkan banyak jebakan di sekitaran gunung itu.


setiap jebakan di pasang dengan rotan, kawat, jaring , dan ujung bambu runcing.


ketika benda benda ini pasang dan orang itu terkena jebakan ini, 100% orang itu mati kecuali mereka berhati hati dalam menghindari jebakan ini.


" semoga dengan ini, kita bisa mengurangi pasukan besar itu" kata kan zen dan di sertai anggukan oleh pasukannya dan juga pelayannya san dai.


++++++


tanpa berapa lama pasukan besar itu datang ke gunung itu sambil tersenyum haha.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2