
akhhhhhhh belati kena tepat ke dua dada kedua pria itu.
belati itu di lapisi dengan racun sehingga mengakibatkan tubuh menjadi lelah dan lama kemudianorang itu akan mati, jika tidak memiliki penawarnya sekarang juga.
"baj*ngan keluar kalian!!!, jangan jadi pengecut bang**t" kata prajurit itu
guan kang dan sen ren keluar dari persembunyiannya sambil berjalan mendekati kedua pria itu.
tak
tak
tekanan arwah yang di lakukan oleh guan kan dan juga sen ren mampu membuat ke dua prajurit itu terbaring ke lantai bahkan mulut mereka sampai menyentuh tanah.
sen ren yang sudah berada di depannya lalu menatap kedua prajurit itu sambil tersenyum " hei, apa kalian berdua tahu jika aku keluar dari persembunyian ku maka itu akan menjadi akhir hidupmu dan bisa saja aku menyiksa mu hingga kamu meminta di bunuh sekarang juga " kata sen ren
sen ren yang berbicara tidak di hiraukan sama sekali oleh kedua orang itu karena mereka sekarang sedang di paksa menutup rapat rapat kata mereka jika mereka mengucapkan sebuah keburukan maka mereka harus menanggung konsekuensinya.
sen ren yang melihat itu bukannya marah malah dia tersenyum seperti dia melihat sebuah mutiara di depannya.
" hehehe, jadi kalian tidak mau kasih tahu yah" kata sen ren yang langsung saja melepaskan tekanannya begitu pun juga guan kang yang melepas tekanan miliknya.
sen ren dengan cepat mengangkat prajurit itu sambil mengiriskan belatinya tepat di tubuh prajurit itu.
arkkkkkk
arkkkk
prajurit itu meronta ronta kesakitan " uahhhhhhh" walaupun sakit tapi dia tetap bertahan.
lain halnya dengan prajurit satunya lagi yang sedang di siksa oleh guan kang.
guan kang mencabut cabut kuku yang dimiliki prajurit itu hingga botak, berapa kali prajurit itu meronta ronta kesakitan namun tetap di hiraukan oleh guan kang, guan kang seperti menikmati siksaan ini, entah kenapa di dalam dirinya kini memiliki kelainan tersendiri ketika guan kang menyiksa orang dia selalu tersenyum senyum sendiri seperti yang di lakukannya merupakan hal yang biasa.
sedangkan sen ren dia masih melakukan irisan di setiap tubuh orang itu, bahkan orang itu sudah hampir tidak memiliki kulit yang tersisa, yang ada di depan sen ren kini hanya sebuah daging yang di penuhi dengan darah.
" AMPUN, AMPUN, AKU JA-WAB AKU JAWAB TOLONG, AMPUNI AKU" kata prajurit itu dengan keras sambil menangis dia kini sudah tidak peduli lagi tentang uang dia hanya memikirkan tubuhnya yang di jadikan siksaan oleh sen ren.
__ADS_1
sen ren yang mendengat teriakkan keras itu langsung tersadar dengan apa yang dia lakukan, dia mulai menatap kedua mata prajurit itu sambil tersenyum.
namun prajurit itu menganggap senyuman sen ren adalah senyuman jahat yang ingin menyiksa tubuhnya, bahkan kini aset di bawahnya telah mengeluarkan bau pesing di celananya.
" Huuuuuuuu ampuni aku, aku berjanji tidak akan lagi mengikuti organisasi manapun, dan tidak mengikuti lagi pemerintah " kata orang itu sambil menangis.
sen ren yang melihat itu malah tertawa terbhaka bahak " hahhaha, apa yang kamu bicarakan, aku tidak mungkin sekejam itu hingga membuat mu mengeluarkan pesing di celana " kata sen ren sambil menggunakan nada leluconnya.
" i-ya" kata prajurit itu sambil duduk di tanah, dia mulai menceritakan semua apa yang dia tahu
" aku sudah mengatakan semuanya jadi tolong lepaskan aku" kata prajurit itu.
sen ren dan guan kang yang sedang duduk sambi mendengar cerita mereka " hmm gimana sen ren, apa kita bebaskan saja mereka " kata guan kang bisik.
"lepaskan saja, lagi pula mereka sudah tidak ada gunanya lagi, apalagi dengan tubuh mereka yang parah" kata sen ren, sekejam kejamnya sen ren jika dia sudah janji maka dia akan menepatinya.
guan kang mengangguk saja, dan mulai melepaskan tekanan yang dia lakukan kepada prajurit itu, dia juga tidak lupa memberikan obat penawar racun yang dia lakukan kepada kedua orang itu.
" sama sama" kata sen ren dan guan kang.
+++++++
tanpa lama lama lagi sen ren dan guan kang langsung menuju ke tempat penjara yang sudah di koordinatkan oleh kedua prajurit itu.
ketika masuk, sen ren dan guan kang tidak menyangka kalau tempatnya sangat banyak jebakan apalagi dengan perangkap perangkap di bawah kaki mereka.
" sungguh mereka sangat memperketatnya" kata guan kang dan di anggukan oleh sen ren.
mereka berdua berjalan sambil diringi dengan sebuah panah meluncur ke tempat mereka, sen ren dan guan kang masih bisa mengatasi jebakan jebakan itu dengan menahan dengan medua tangan mereka.
ketika sampai ke lorong ke 2 sen ren dan guan kang di kejutkan dengan sebuah king kong yang sangat banyak, bagaimana tidak king kong itu bahkan berimpit impitan seperti mereka menaiki kereta yang memiliki banyak penumpang di dalamnya.
tanpa berama lagi sen ren dan guan kang menyerang semua king kong itu dengan mengguanakan tenaga dalam mereka, dan juga mana mereka.
hiattt
__ADS_1
hiatt
serangan dari berbagai serangan di pancarkan oleh sen ren dan guan kang king kong king kong itu menjerit kesurupan, seperti tidak tahan lagi berada disini.
20 menit kemudian king kong, kingkong itu terbaring di lantai yang artinya semua dari mereka telah pingsan akibat serangan sen ren.
setelah membuat king kong itu terbaring sen ren dan guan kang melanjutkan lagi perjalanannya hingga sampai ke titik terakhir yaitu pintu yang berada di ujung itu.
clek pintu itu di buka dan terpapang lah sebuah manusia yang di rantai di jeruji besi itu.
" astaga, sangat kejam" kata sen ren yang kaget melihat apa yang di depannya.
" aku tidak menyangka kalau rahasia seperti ini di sembunyikan dengan baik baik, tanpa di ketahui oleh siapapun" kata guan kang dan di anggukan oleh sen ren.
sen ren maju mendekati jeruji besi itu sambil mengalurkan kekuatannya untuk menghacurkan jeruji itu, ketika memegangnya sen ren mengalami banyak siksaan yaitu siksaan terkena aliran listrik yang sangat banyak, tidak tahu seberapa volt kekuatan yang dimiliki oleh listrik ini, tapi itu mampu membuat kesakitan yang tidak bisa di lupakan.
guan kang yang melihat itu tentu saja membantunya dengan mengalurkan energinya dengan tangannya menempel ke punggung sen ren , ketika menempel guan kang juga merasakan hal yang sama, tapi itu bisa di tahan, lain halnya dengan sen ren yang menahannya dengan mengigit kera bajunya.
pangg
pangg
boom
jeruji besi itu hancur , sen ren dan guan kang tanpa menunggu langsung saja menghampiri pangeran itu sambil memangkunya di pundak sen ren.
sebenarnya pangeran ini masih sadar , hanya saja dia masih belum bisa menggerakan tangannya dan juga bibirnya untuk bicara , jika dia bicara pun itu terbata bata, dan untuk matanya sudah setengah tertutup dan kelopak matanya sudah hitam yang berartikan dia jarang tidur.
sambil menggendongnya , sen ren dan guan kang berlari sambil mengobrol dengan pangeran itu walaupun pangeran itu masih belum bisa bicara dengan bener.
" hei pangeran jika aku boleh tahu, apakah kamu memiliki hubungan dengan pangeran ke 5 dan ke 3, soalnya yang aku tahu mereka melakukan ini seharusnya memiliki sebabnya bukan?" kata sen ren.
" itu aaa baaaa kkaa" kata pangeran itu tapi masih belum di mengerti akan perkataaannya.
hingga saat mereka mau menaiki tetangga mereka tiba tiba mendengar suara jejak kaki yang sangat banyak di atas sana.
BERSAMBUNG
__ADS_1