Perjalanan Menjadi Jendral

Perjalanan Menjadi Jendral
pangeran ke 6 mati?


__ADS_3

" kau tidak perlu tahu aku siapa, yang perlu kamu tahu aku hanya ingin nyawamu" kata sen ren dengan dingin.


" kau? beraninya kau!!!, apa kamu tahu dengan menyerang seperti ini sama saja dengan melawan pangeran ke 5 dan ke 3" kata pen chang


" ahaha, hal yang perlu kamu tahu, aku tidak peduli dengan urusan kerajaan ini sama sekali tidak peduli" kata sen ren


" kau..


sen ren yang malas berdebat langsung saja menyerang pen chang menggunakan pedangnya,


shing


pen chang yang masih belum siap, langsung saja menggunakan kuda kuda pertahanannya,.


cpreet kuda kuda pen chang di patahkan dengan cepat oleh pedang sen ren.


" kau? dasar licik!!" kata pen chang yang masih memegang lengan tangan kanannya yang luka.


" saat kau berada di hadapan musuh mu, seharusnya kamu sudah siap akan kemungkinan yang terjadi, tapi ini bahkan hanya luka kecil seperti itu kamu masih mengadu" kata sen ren mengejek


kata kata sen ren yang terkesan mengejek langsung membuat marah pen chang " akan ku bunuh kau!!! " kata pen chang yang di landa amarah.


pen chang yang marah membuat gerakan pedangnya terkesan berantakan, setiap kali sen ren melihat gerakannya tentu sen ren tahu kalau dia akan menang.


sen ren dengan santai menangkis serangan pen chang sambil mengeskpresikan muka mengejek di hadapannya.


sudah berapa menit berlalu sen ren terlihat masih segar dan belum berkeringat sama sekali bahkan goresan pedang pun tidak terlihat, sedangkan pen chang sudah kelihatan lelah dan memiliki banyak bekas luka di sekujur badannya.


jika di lihat seperti ini tentu saja hanya dengan melihatnya sudah di tahu siapa yang menang.


sambil menguap sen ren berbicara " whuamm, kalau kekuatan mu hanya segini lebih baik kamu belajar beladiri dulu bersama ayahmu bagaimana cara memegang sebuah pedang" kata sen ren.


" kau pikir!! aku ini orang bodoh !!!, bagaimana bisa kamu membandingkan ku dengan anak kecil!! " kata pen chang marah.


sen ren yang melihat muka pen chang " sudahlah cukup, aku akan serius, semoga dengan ini kamu bisa tahu kekuatan lawanmu sebelum bertindak" kata sen ren menasehati tapi di balas dengan muka mengejek pen chang .

__ADS_1


sen ren tanpa berama lagi langsung saja menghenuskan pedangnya ke pen chang.


pen chang dengan kuda kuda bertahannya menahan serangan sen ren yang bertubi tubi kepadanya.


buk


buk


buk 🔥


pen chang yang di serang secara bertubi tubi langsung membalas serangan sen ren tapi semuanya sia sia, setiap kali dia melawan serangannya, sen ren dengan cepat langsung mengincar dada dan lehernya secara bersamaan, sehingga membuat pen chang terus berhati hati.


" sial kenapa orang ini bisa kuat seperti ini" kata pen chang dalam hati.


ceprett darah bercecer di mana mana,


sudah tidak terhitung lagi berapa darah yang habis dari tubuh pen chang yang setiap kali harus menggunakan kuda kuda bertahan.


sebenarnya pen chang ingin mengucapkan kata menyerah namun susah setiap kali dia ingin mengatakannya tenggorokannya terasa tidak enak seperti ada sebuah benda yang tersangkut di tenggorokannya.


" sudah sudah cukup aku minta maaf" kata pen chang yang sudah frustasi akibat kehilangan tangan kanannya .


" apa kamu pikir aku akan melepaskanmu? " kata sen ren sambil menjilat darah yang keluar di pedangnya.


pen chang yang melihat itu langsung merinding, bulu bulunya naik sambil memikirkan kekejaman apa yang akan terjadi kepadanya selanjutnya.


" apa yang kamu inginkan" kata pen chang gemetar


sen ren yang mendengar itu tersenyum" mudah, dimana letak pangeran ke 6" kata sen ren


" kau.. jadi kau disini ingin menyelamatkan pangeran ke 6 " kata pen chang


" iya," kata sen ren singkat


" tidak, aku tidak tahu" kata pen chang mengelak

__ADS_1


" ohh, tidak tahu yah, kalau begitu kau sudah tidak ada gunanya lagi" kata sen ren yang langsung mengangkat pedangnya ke atas.


crittt


kaki pen chang terpotong " tidakkkkkkkkk"


pen chang histeris melihat kakinya yang sudah terpotong terbelah " a-pa yan-g ka-mu lakuk-an' kata pen chang yang sudah tidak bisa lagi menahan tangisannya.


" kamu hanya perlu mengatakan letaknya saja, kan mudah bukan?" kata sen ren sambil menundukkan kepala melihat mata pen chang ke depan.


" cihhh, aku tidak akan mengatakannya, tidak akan!!!, kamu sudah membuatku kehilangan tangan dan kaki buat apa lagi hidup baj*an" kata pen chang sambil meludahi wajah sen ren yang berada di dekatnya itu.


sen ren yang melihat itu langsung menghapus luda pen chang yang berada di mukanya sambil mengekspresikan muka tersenyum " kamu pikir aku akan membunuh mu sekarang juga , hahhahah' kata sen ren ketawa.


pen chang gemetar ketakutan dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya " tidakkkkk, aku mohon aku mohon ampuni aku, bunuh aku cepat huu" kata pen chang sambil memeluk kaki sen ren.


pen chang sudah tidak bisa lagi bertahan semua pertahanan dan kata katanya musnah, dia sudah tidak peduli lagi akan harga dirinya sebagai jenderal.


" ampuni? bunuh? hmm gimana yah" kata sen ren sambil mengarahkan kepalanya ke langit.


"apa pun yang kamu minta akan aku lakukan, tapi berjanji lah untuk bunuh aku" pen chang yang memeluk kaki sen ren.


" hmm, oke kalau begitu sekarang aku katakan lagi dimana letak pangeran ke 6" kata sen ren.


pen chang yang mendengar sudah tidak bisa lagi menolak, lalu dia menunjuk di sebuah sumur kumuh itu" itu letaknya" kata pen chang.


sen ren langsung mengarahkan pandangannya ke sumur itu, seketika muka sen ren langsung terdiam " kauuuu!!!!!!! cepritttt kepala pen chang langsung terpisah.


sen ren langsung berlari menuju ke sumur itu sambil menusuk beberapa pasukan pen chang yang menghadangnya , kini mata sen ren sudah berwarna merah seperti kejadian yang berada di hutan itu akan terjadi lagi.


sen ren masuk ke sumur itu yang di penuhi oleh air dan menyelam, ketika dia masuk dia langsung histeris yang dia lihat hanya tengkorak tanpa daging, dia sekarang berfikir apakah pangeran ke 6 sudah mati dan ini tengkoraknya"


saat dia menyelam dia tidak sengaja menyentuh sebuah dinding sehingga batu dinding itu jatuh dan ketika jatuh semua batu yang berada di situ jatuh semua.


seketika sen ren melihat itu langsung terkejut dan terlihat ada sebuah lobang besar di balik dinding itu " pangeran ke 6 tidak mati" kata sen ren bingung.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2