
" habisi mereka "
"jangan kasih ampun"
teriakkan seluruh penduduk pedesaan membuat seluruh pasukan ini menjadi sangat ganas dan semangat.
berapa kali kelompok ini menyerbu seluruh tenda dan tempat tinggal para pasukan pangeran ke 5 itu.
" sial, semuanya mundur, jenderal pen chang telah mati"
" mundur !!!"
" mundur!!!"
teriakan dari salah satu pasukan pen chang itu membuat seluruh pasukan itu mencoba untuk melarikan diri.
" mundur!!!"
semua pasukan itu lari dari berbagai arah, " jangan biarkan mereka kabur!!!!" kata salah satu warga desa itu.
mayat mayat yang berada di tempat itu sudah tidak terhitung jumlahnya bahkan jika kita berjalan saja dengan santai, kita akan melihat banyaknya mayat yang terkapar di tempat itu.
1 jam kemudian pertarungan itu pun selesai, warga desa yang berada di desa hanshu berkumpul di satu titik, dan kini mereka berhadapan dengan guan kang dan juga lu xen.
" tuan tuan, terimakasih, kami sangat terimakasih atas apa yang anda lakukan kepada kami, jika bukan karena kalian kami bisa saja hidup dengan sengsara sekarang ini" kata kepala desa itu.
" tidak apa kami juga sebenarnya datang kesini bukan untuk membantu kalian mengusir pasukan penindas itu" kata guan kang
" lalu apa? apakah anda memiliki maksud lain?" kata anak muda itu.
" jika kami bilang kalau seperti itu iya kalian akan apa " kata guan kang
para warga bingung namun anak muda itu membalas dengan senyuman " tidak apa kalian memanfaatkan kami, namun setelah anda mengajarkan kami bagaimana arti hidup itu, itu sudah menjadi hadiah buat kami, untuk itu aku berfikir jika kalian ingin memanfaatkan kami silakan karena kami juga ingin membalas budi untuk kalian" kata anak muda itu dan membuat semua warga terharu akan perkataannya.
" siapa namamu" kata lu xen
" aku tidak mempunyai nama, aku adalah anak yatim piatu, saat aku di besarkan aku hanya di panggil dengan no 7" kata anak muda itu.
mendengar ini membuat guan kang sangat tertarik" apa kamu mempunyai teman?, sahabat?, pacar? " kata guan kang
" tidak aku tidak memilikinya, sama sekali tidak memilikinya " kata anak muda itu.
" siapa yang membesarkan kamu" kata lu xen
__ADS_1
" yang membesarkan ku, yang pertama itu saat aku masih 5 atau 6 tahun aku di besarkan oleh sekumpulan orang bertato , yang kedua 7-9 tahun aku di besarkan oleh seorang kakek tua , dan 10 tahun sampai 14 tahun sekarang ini adalah diriku yang hidup sendiri " kata anak muda itu.
"bagus, kalau begitu persiapkan perlengkapan mu dan atribut mu yang layak di bawa, aku akan mengajarimu dan mengadopsi " kata guan kang
dan itu membuat anak itu kaget " APA!!" kata anak itu
bukan hanya anak itu saja yang kaget tapi seluruh warga di desa hanshu ini juga terkejut, namun meskipun begitu dalam hati mereka terlihat senang karena salah satu dari desanya bisa berguru dengan orang hebat ini.
" selamat anak muda "
"selamat"
"selamat"
semua warga di desa ini tepuk tangan dengan gembira sambil mengucapkan kata selamat kepada anak itu.
" mm, makasih kak " kata anak itu malu.
" hei, kamu masih menunggu di situ, apa kamu tidak mau menjadi murid ku" kata guan kang di serta kata candaan.
namun anak itu menganggap serius " TIDAK KAK, tunggu sebentar, " kata anak itu yang langsung lari meninggalkan tempat itu.
hahhaha
haha
haha
" baiklah, ku rasa yang aku ajarkan kalian sudah aku ajarkan dengan baik, dan aku harap pelajaran ini akan kalian pergunakan juga dengan baik, jadi sebelum kita selesai akan pertemuan ini, lebih baik kita membersihkan mayat mayat ini, karena jika di biarkan bisa saja kita semua akan kena virus" kata guan kang
" siap pak " kata seluruh warga itu
setelah bubar " lu xen dimana kek sen? " kata guan kang,
" kak sen bukannya kak sen itu bersama kamu" kata lu xen
" tidak aku tidak bersamanya karena itulah aku bertanya bodo" kata guan kang
" aku juga tidak tahu bodo, karena itulah aku mengatakan seperti itu" kata lu xen
" kau... ah sudahlah buat apa juga bicara sama kamu" kata guan kang
" kamu pikir aku mau bicara sama kamu, ogah banget " kata lu xen
__ADS_1
++++++
di sumur
sen ren yang penasaran langsung saja memasuki lobang itu, tempat itu sangat gelap dan licin, jadi ketika masuk harus dengan pelan pelan.
" aduh, sial" kata sen ren yang jatuh terpeleset, " ku rasa jika aku harus kembali memberitahu mereka berdua" kata sen ren dalam hati.
sen ren yang sudah sangat sial akibat lorong licin langsung kembali menemui kedua temannya itu.
ketika dia kembali ke atas dan langsung berlari menuju ke tempat titik yang sudah di tandai sebagai tempat pertemuan jika perang telah selesai.
ketika sampai " hei apa kalian akan ribut seperti itu lagi" kata sen ren yang kesal akan sikap kedua orang ini, apalagi saat kejadian di sumur itu yang masih membekas di hatinya.
" eh kak sen ren, kemana aja kak" kata guan kang
" guan, kamu itu lebih tua dari pada aku yang sehatusnya bilang kak itu seharusnya aku, mending pakai kalimat biasa saja seperti sen tidak usah pakek kak" kata sen ren
" oh iya hehe" kata sen ren
" ha yasudah lah, untuk pertanyaan mu itu ikuti aku " kata sen ren yang malas berdebat.
sen ren dan lu xen yang tidak mengerti masih berdiam di tempat, " KALAU AKU BILANG IKUT IKUT!!!"kata sen ren yang marah
" oh baik sen " kata guan kang dan lu xen yang langsung berlari mendekati sen ren.
tiba di sumur sen ren langsung saa turun dan dikuti keduanya tanpa mengatakan sesuatu.
mereka menyelam sambil masuk ke lobang besar itu secara bergantian, berapa kali mereka terpeleset, dan mengatakan kalimat kalimat kasar.
" sen, sebenarnya apa sih ini" kata lu xen yang jengkel
" xen, ini tempat pangeran ke 6, kamu tahu pen chang kan yang mati saat itu, akulah yang membunuhnya, saat itu aku memaksanya untuk mengatakan dimana tempat pangeran ke 6 " kata sen ren sambil berjalan pelan.
" ohhh" kata lu xen dan guan kang .
ketika pembicaraan itu, mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka.
2 menit, 10 menit, 20 menit, hingga 30 menit di habiskannya akhirnya mereka sampai di sebuah lubang besar dan ketika mereka memasuki mereka mendapati sebuah 3 lobang.
" jadi bagaimana ini" kata guan kang
" begini saja kita berpencar, dan jika kalian mendapat masalah kalian cukup memegang mendali ini, karena mendali sengaja aku siapkan jika kita mendapati keadaan mendadak" kata sen ren dan langsung di balas dengan keduanya dengan kata " baik"
__ADS_1
BERSAMBUNG.