
selesai makan sen ren dan kedua temannya itu langsung melanjutkan perjalanan.
1 jamnya perjalanan di goa itu mereka berada di ujung terowongan itu, saat sampai mereka tidak melihat apa apa lagi selain tempat yang sempit.
" sen, aku rasa pangeran sudah mati" kata guan kang yang lelah.
" aku rasa juga begitu sen, lagi pula mana mungkin pangeran bisa selamat dari tempat ini, sedangkan tempat ini banyak sekali rintangannya" kata lu xen
" aku rasa sen kau telah di tipu oleh pen chang itu" kata guan kang
" tidak aku sangat yakin kalau pangeran ke 6 pasti disini, isting ku tidak pernah salah kang, aku sudah melihat mata pen chang saat itu, matanya menunjukkan kejujuran yang artinya dia tidak menipuku" kata sen ren.
" tapi bisa saja pen chang melakukan itu, untuk menipumu, lagi pula pen chang itu jenderal jadi mana mungkin dia bisa menghianati tuannya yang memberikan pangkat setinggi itu" kata lu xen.
sen ren yang mendengar perkataan lu xen langsung terdiam, " sial, apa aku di tipu oleh pengecut itu(pen chang), tidak mana mungkin, aku sangat mengenal watak seseorang dari mukanya serta perlilakunya, jadi mana mungkin aku salah" kata sen ren dalam hati.
" tapi ka......
"ark akh"
" suara apa itu" kata lu xen yang mendengar suara .
" hei lu xen kalau kau mau bercanda tidak usah pada situasi seperti ini juga" kata guan kang.
" tapi memang aku mendengarnya kang" kata lu xen.
"to-lo-ng"
" itu kau mendengarnya bukan" kata lu xen
" sudah sudah, aku mendengarnya " kata sen ren.
" aku pikir tadi kamu bercanda ternyata beneran" kata guan kang.
" ya mana mungkin juga aku bercanda pada situasi seperti ini" kata lu xen
" to-lo-ng"
" disini" kata sen ren yang menggali sebuah batuan yang banyak itu menggunakan tangannya.
guan kang dan lu xen yang melihat itu tentu membantunya juga.
setiap menit mereka melakukan itu suara itu semakin keras dan jelas, walaupun tangan mereka berdarah mereka tetap menggali batuan itu.
__ADS_1
30 menit mereka menggali akhirnya mereka mendapati, pangeran mereka yang sekarat tidak sadarkan diri.
" tuan, tuan" kata sen ren
" apa dia pangeran ke 6" kata lu xen yang masih berfikir untuk bertanya dalam hatinya.
" hei lu xen, ayo sini bantu kami mengangkat pangeran" kata sen ren dan guan kang yang sementara ini memangku tangan kan zen di pundaknya.
" oh baik, maaf " kata lu xen yang langsung ikut membantu .
-------------------------------------
-------------------------
1 jam kemudian, mereka semua telah kembali di desa hanshu ini.
" SEMUANYA TUAN KITA ADA DISINI" kata salah satu warga yang melihat sen ren.
mendengar teriakkan itu tentu para warga han shu dengan senantiasa menyambut kedatangannya.
" tuan tuan kamu dari mana saja " kata anak itu.
" eh, maaf padahal aku sudah berjanji akan membawamu bersama kami" kata guan kang yang merasa bersalah karena menyuruh anak itu mengambil barang barangnya.
" semuanya bisa kalian bantu teman kami" kata sen ren kepada para warga
sen ren tentu saja ikut apalagi itu adalah tugasnya untuk menjaga pangeran agar tetap aman.
" kang, bukannya ini anak yang akan kami adopsi itu" kata lu xen
" iya xen aku ingin memberinya nama tapi aku tidak tahu nama apa yang cocok untuknya" kata guan kang.
" gimana kalau kita memberinya nama gan ning" kata lu xen
" gan ning, bukannya namanya.....
guan kang tiba tiba diam melihat mata anak itu berbinar seperti anak itu menyukai nama itu.
" hmm yaudah aku akan memanggil mu dengan sebutan gan ning" kata guan kang.
" terimakasih tuan " kata anak itu memberikan hormat sambli menundukkan kepalanya.
" sama sama" kata guan kang.
__ADS_1
------------------------------------------
----------------------
di medis.
" lukanya sangat parah, aku tidak apa aku bisa atau tidak karena darahnya ini sudah sangat sedikit, serta pernapasan yang sangat sedikit " kata tabib itu.
" jadi apa bisa diselamatkan" kata sen ren
" aku rasa kalian membutuhkan tabib lain untuk mengobatinya,namun aku bisa untuk membuatnya bertahan sampai kalian mendapatkan tabib nya"kata tabib itu.
" tabib?, kami tidak mengenal satu....., eh oh iya kakek tua itu kenapa aku baru ingat" kata sen ren.
"apa kamu menemukannya" kata tabib itu yang melihat sen ren tersenyum tiba tiba.
" hehe tentu saja aku menemukannya" kata sen ren.
" bagus kalau begitu, kalau begitu minggir untuk memberikan dia bertahan cukup lama aku membutuhkan ketenangan " kata tabib itu yang menyuruh sen ren pergi .
sen ren yang mendengar itu tentu pergi .
saat keluar dia di sapa oleh guan kang,lu xen dan juga gan ning yang sudah memiliki nama.
" jadi bagaimana sen, apa kamu bisa mengobatinya " kata lu xen.
" tidak, tabib itu tidak bisa mengobatinya" kata sen ren
" ha, jadi pangeran itu akan mati" kata guan kang
" bukan seperti itu, dia menyuruhku untuk mencari tabib lain" kata sen ren.
" tabib lain?" kata guan kang.
" iya tabib lain, kalian tahu kan kakek tua yang berada di gunung sinabung"kata sen ren.
" oh, kakek itu tentu aku tahu " kata guan kang
lu xen yang tidak mengerti ingin bertanya tapi langsung di jawab oleh sen ren " tunggula sampai kau ketempat itu baru pertanyaan nu akan di jawab " kata sen ren.
lu xen yang mendengar itu langsung diam " baiklah".
" kalau begitu sip esok jari kita akan melanjutkan perjalanan" kata guan kang
__ADS_1
" iya esok hari kita berangkat" kata sen ren yang langsung membuat guan kang sangat antusias.
BERSAMBUNG.