Perjalanan Menjadi Jendral

Perjalanan Menjadi Jendral
di kerajaan fei.


__ADS_3

saat sen ren dan yui memacu kuda akhirnya mereka mendapatkan sebuah ibukota yang berasal dari kerajaan aliran putih, bernama kerajaan fei.


kerajaan ini awalnya adalah kerajaan yang netral, namun entah kenapa kerajaan ini tiba tiba menjadi aliran putih, kerajaan ini dihuni oleh seluruh aliran putih maupun netral, sedangkan aliran hitam di jadikan sebuah budak di kerajaan ini atau seperti di jual belikan seperti barang pada umumnya.


saat sen ren dan yui berjalan mereka melihat banyak sekali para budak yang berasal dari aliran hitam, bahkan sekarang dia sedang berfikir " apakah aku akan menjalankan rencana ku untuk melawan aliran putih," sambil berfikir dalam hati.


sen ren dan yui sebenarnya tidak tega melihat para budak itu di pukuli bahkan di lecehkan seperti mainan, mereka ingin sekali membunuh orang itu dan menyiksanya, tapi karena mereka sekarang datang di sebuah ibu kota yang besar maka mereka tidak menjalankan rencana itu.


sen ren dan yui sambil melihat melihat kesana dan ke sini sejak tadi, mereka melihat seorang perempuan sekitaran se umuran mereka akan di lucuti oleh pria itu, mereka mengepal tangan dan tanpa aba aba sen ren langsung meninju, tapi sebelum itu terjadi seseorang yang berada di belakangnya tiba tiba langsung memenggal kepala laki laki itu.


sen ren kaget begitu pun yui, kerena mereka sejak tadi tidak merasakan keberadaan orang itu..


laki laki itu kaget dan mati dalam keadaan melotot, perempuan yang hampir di lucuti itu menangis dengan deras serta berterimakasih kepada penolongnya itu " ter-imakasih hiis, terimakasih tuan, terimakasih " kata perempuan itu.


laki laki yang sudah memenggal kepala orang itu, merasa ingin membakar mayat itu agar tidak di ketahui seorang pun, namun naas hal itu di ketahui oleh orang yang sedang berpatroli " APA YANG KAMU LAKUKAN, BAJINGAN, BERANINYA KAMU MEMBUNUH DI TENGAH HARI BEGINI HAH" kata petugas patroli itu keras dengan menggunakan auranya agar di dengar oleh seluruh orang yang berada di sekitaran situ.


orang orang yang mendengar itu, berbondong bondong langsung datang ke lokasi kejadian mereka melihat ada seorang pemuda yang menggunakan pisau belati seperti seorang asasin dan memiliki penutub di mukanya itu, mereka juga melihat seorang perempuan menangis sejadi jadinya seperti seorang kesakitan dan tersiksa.


asasin itu yang sudah ketahuan langsung menggunakan teknik yang dia kuasai itu sambil menghilang dari tatapan para orang sekitar.


sebelum asasin itu pergi, patroli itu dengan cepat mengeluarkan sebuah belati di sakunya dan menancapkannya kepada asasin itu, tapi naas asasin itu dengan cepat menghentikan belati itu dengan tangannya, tapi ternyata itu adalah sebuah jebakan yang di bikin patroli itu " haha, kena kau"


pang


pang


boom


boom


ledakan itu pun mengagetkan seluruh orang yang berada di selatan itu, mereka berbodong bodong memperhatikan, mereka melihat seorang asasin yang terluka menggunakan kekuatan kecepatannya sambil melompat di atap rumah, tapi itu di ketahui oleh ketua patroli serta janderal kerajaan ini, mereka dengan cepat memburu asasin itu.


pemburuan itu dilakukan sangat lama, bagaimana tidak asasin yang sudah berpengalaman pasti tahu jalan mana yang harus dia lalui dan dia tidak lalui, jadi sangat susah bagi para patroli yang sudah biasa di dalam ibukota ini.


sen ren dan yui pergi sambil mengobati perempuan yang menangis itu yang langsung pingsan sejak tadi, sen ren dan yui menunggu sambil berdoa semoga orang itu selamat.


++++++


di ruang medis

__ADS_1


perempuan itu yang baru saja bangun dari tidurnya kaget karena ruangan ini bukan rumahnya.


dia pun mengingat mengingat bagaimana bisa dia berada di tempat ini, ....saat selesai mengingat tubuhnya gemetar bagaimana tidak dia masih shock saat orang itu akan melucutinya di lorong itu, dia juga berterimakasih kepada orang yang menolongnya waktu itu ,tapi dia tidak tahu siapa sebenarnya orang itu, dia hanya berharap semoga orang itu akan di lindungi jalan yang di laluinya.


saat dia berdoa, tiba tiba seseorang mengetok pintu kamar medis itu, " oh, akhirnya kamu bangun, aku pikir kamu akan pingsan berapa hari lagi" kata sen yui yang sudah menyiapkan makanan serta minuman.


" sini makan dulu, nanti tambah sakit kamu, kalau tidak dirawat" kata yui.


" i-ya nyonya" kata perempuan itu


" hei, kok nyonya sih kita ini kan seumuran tahu lihat saja muka kita ini masih belum dewasa seperti ibu ibu yang berada di rumah, yang suka gosip itu, haha" kata yui bercanda


" haha, maaf" kata perempuan itu sambil menggaruk kepalanya..


" hei, ngomong nomong kita belum tahu nama masing masing, kenalin aku yui," kata yui sambil menyodorkan tangannya


" zen lin" kata zen lin sambil bersalaman


" hmm, zen lin nama yang bagus" kata yui


zen lin hanya tersenyum malu mendengar yui memuji namanya.


" ayok makan dulu" kata yui sambil menyodorkan makanan itu



ilustrasi zen lin


akhirnya setelah makan dan sambil berbicang dengan banyak, datang lah sen ren yang baru saja berlatih di luar, " oh, ternyata dia sudah bangun rupanya" kata sen ren


" sudah dari tadi kak" kata yui yang melihat kakaknya


" hmm, ngomong ngomong siapa orang yang kemarin mencelakaimu" kata sen ren bingung


zen lin gemetar lagi, karena perkataan sen ren yang mengingatkan akan kejadian itu, " a-ku, i-tu..


" hei kak, zen lin masih shock tadi jangan memaksanya" kata yui keras


" ha, oh maaf" kata sen ren yang sudah sadar akan perkataanya yang kurang tepat

__ADS_1


sen ren yang melihat zen lin tidak menjawab karena gemetar akan perkataannya " hmm, kalau begitu kenalin aku sen ren " kata sen ren


zen lin yang melihat itu " z-en lin" kata zen lin yang masih gemetar


" kak, lebih baik kakak pergi dulu, biar yui yang menemani zen lin" kata yui


sen ren yang tahu kalau dia bersalah harus menyetujui adiknya itu lagipula karena perkataanya itulah yang menyebabkan zen lin jadi semakin takut kepada pria.


" baiklah, tapi ingat jika ada sesuatu katakan kepada kakak mu ini" kata sen ren


" iya kak, pergi sana " kata yui mengusir


tanpa beralama lagi sen ren pergi, namun saat keluar dari ruang medis itu dia masih merasa bersalah akan perkataannya, jadi untuk memaafkan perkataannya itu dia mulai pergi ke pasar untuk membeli sesuatu.


+++++


di pasar


sen ren memilirkan apa hadiah yang di sukai perempuan.


saat sen ren memikirkannya tiba tiba dia melihat sebuah acara besar yang berada di tengah kota, di tengah kota itu seorang pedagang sedang menjual sebuah acara baru.


saat sen ren yang melihat acara batu itu dia langsung memiliki ide di atas kepalanya untuk membuat sebuah kalung buat zen lin.


" BAIKLAH, KALI INI SAYA AKAN MENJUAL SEBUAH BATU YANG BERWARNA IJO, UNTUK HARGA DARI BATU INI SEBANYAK 200 KOIN EMAS" KATA PANITIANYA


250


350


400


450


semua orang berbondong bondong membeli BATU berwarna ijo itu, bagaimana tidak karna warnanya yang mengkilat membuat seluruh para orang kaya langsung membeli itu buat istri mereka atau putri mereka.


sen ren yang melihat itu diam saja, karena dia lebih tertarik dengan batu berwarna merah dan hitam itu.


setelah sen ren menunggu lama akhirnya saat yang di tunggu tunggu pun hadir.

__ADS_1


|||||||


yoi.


__ADS_2