Perjalanan Menjadi Jendral

Perjalanan Menjadi Jendral
memberikan hadiah kalung buat zen lin.


__ADS_3

"BAIKLAH KALI INI KAMI AKAN MELELANG BATU BERWARNA HITAM INI, TAWARAN PERTAMA ADALAH 100 KOIN EMAS" KATA PANITIA


seluruh para orang kaya memandang batu itu biasa saja, menurut mereka batu berwarna hitam itu sangat banyak di jalanan sana, jadi hanya cukup mengambil dan membuatnya.


saat belum ada yang memberi tawaran sen ren langsung menjawab " 200 KOIN EMAS" kata sen ren


para orang kaya yang memandang aneh kepada anak yang membeli itu, tapi mereka hanya diam saja lagi pula itu tidak penting buat mereka.


akhirnya setelah berapa lama, lamanya tidak ada yang menawar " BAIKLAH, 200 KOIN EMAS UNTUK BATU HITAM INI BUAT ANAK INI" KATA PANITIA ITU yang sekarang senang mendapatkan keutungan padahal batu yang dia temukan itu berasal dari danau.


sen ren sendiri merasa kalau batu hitam sangat istimewa di matanya karena ada perasaan aneh yang menyuruhnya untuk membeli itu, sen ren tidak tahu perasaan itu tapi dia mengikuti kata hatinya itu untuk membeli batu itu, lagi pula dia mempunyai uang banyak di cincinnya.


ketukan


1 kali


2 kali


3 kali


akhirnya batu hitam itu di miliki oleh sen ren tanpa ada yang menawar.


" BAIKLAH KALI INI BATU YANG BERWARNA MERAH, SAYA YAKIN PASTI BANYAK PARA ORANG KAYA YANG SUKA AKAN BATU INI, TAWARAN PERTAMA 500 KOIN EMAS" KATA PANITIA


600


620


650


670


tawaran dari berbagai tawaran di lepaskan,


" 1,000 KOIN EMAS, tolong kalian mengerti, dan tidak menawar lagi, jika ada yang menawar maka dia akan berurusan dengan kerajaan su" kata orang itu keras menantang


kerjaaan su adalah kerajaan besar yang berada di utara aliran putih, di utara aliran putih memiliki 7 kerajaan, salah satu dari kerajaan yang berada di utara adalah kerajaan su dan kerajaan fei.


sen ren yang melihat ini memasang senyumnya, " 1,500 KOIN EMAS" kata sen ren


" hei nak, jika kamu mau keluarga mu hidup lebih baik kamu tidak melawan utusan kerajaan" kata prajurit itu


" hei, aku datang di sini untuk membeli, jadi jangan menahan ku dengan nasihat mu yang sombong itu" kata sen ren mengejek


" NAK, KATAKAN SEKALI LAGI, AKU AKAN MEMBUNUH DISINI" kata prajuritbutu marah


"silakan, mari katanya jago ayo" kata sen ren


" KAU!!!!"

__ADS_1


prajurit itu sangat marah akan perkataan sen ren yang pedas itu, dia langsung mengangkat pedangnya dan akan menebas kepala anak yang berada di depannya itu,


namun baru mau di tebas, datang sebuah belati menghsntikan prajurit itu dari jarak jauh


tangkk!!!!


!!!!


" HA, SIAPA KAMU" kata prajurit itu


" dengar ini, ini wilayah kerjaan fei jadi jangan pernah membawa masalah di kerajaan fei, kami tidak peduli akan kerajaan mu itu, tapi jika kamu membunuh di kerajaan kami, maka kami akan melawan mu" kata jenderal yang baru saja melihat apa yang terjadi itu.


sebenarnya jenderal ini tidak ingin ikut campur, tapi atas perintah raja jika ada seorang yang membunuh di kerjaaan ini maka akan di hukum dengan cara di penggal, dan hukum ini sudah bertahun tahun lamanya, bukannya tidak memberi wajah kepada kerajaan su itu tapi mereka tidak mau di cap sebagai kerajaan yang tidak aman.


" KAU,cihh, hei nak jika aku melihat mu lagi di depan ku, ketahuilah aku akan membunuh dan menyiksa mu " kata prajurit itu mengancam


" silakan saja, haha" kata sen ren ketawa


"ANAK INI!!, baiklah ayo pergi " kata prajurit itu kepada rombongannya


+++++++


setelah para prajurit kerajaan su itu pergi,


" bagaimana, apakah aku bisa membelinya" kata sen ren


panitia yang masih shock karena kaget tadi akan perkataan anak itu yang menurutnya sangat pedas, langsung tersadar " oo, i-ya maaf, ini ambillah" kata panitia itu yang tidak mau lama lagi berada disini.


" iya, paman , tenang saja " kata sen ren pergi meninggalkan jenderal itu setelah membayar batu merah yang dia beli itu.


jenderal yang melihat anak itu, " hmm, anak yang menarik" kata jenderal itu dalam hati dan pergi dari keremunan.


++++++


tuan putri yang sedang menunggu dari kereta , karena para prajuritnya belum datang juga membelikan batu yang berharga yang dia sukai itu.


akhirnya setelah berapa lama menunggu, para prajurit itu datang.


" akhirnya kalian datang juga, mana batunya " kata tuan putri itu semangat


para prajurit yang melihat gelagat semangat tuan putri mereka agak takut, karena yang mereka laporkan pasti berita buruk.


" tu-an pu-tri, kami tidak mendapatkan batu itu, karena ada seorang anak kecil yang memiliki lebih banyak uang yang sudah membelinya" kata prajurit itu jujur.


"APAA, AKU SUDAH MENUNGGU KALIAN MEMBERIKAN KABAR BAIK TAPI KALIAN MALAH MEMBERIKAN AKU BERITA YANG BURUK!!!, AKU TIDAK MAU TAHU JIKA KALIAN TIDAK MENDAPATKANNYA MAKA AKU AKAN MENGHUKUM KALIAN DAN KELUARKAN KALIAN DARI KERAJAAN SU" kata tuan putri itu mengancam serta marah karena tidak di belikkan apa yang disukai nya.


mereka mengangguk dan menyetujui saja karena kalau mereka berbicara lagi pastinya mereka di hukum bahkan mungkin...di siksa.


++++++++

__ADS_1


setalah tukang menempa batu itu menempa selama berjam jam lamanya.


" nak, ini kalung yang kamu inginkan, aku telah melapisinya dengan sebuah berlian serta emas dan di tengah tengahnya telah aku pasang batu merah yang kamu berikan padaku" kata tukang itu


sen ren yang melihat kalung nya tidak bisa tidak terpesona karena kalung nya di buat dengan sangat perfeck " terimakasih , jadi berapa biayanya" kata sen ren


" biayanya, 10.000 koin emas," kata penempa itu karena dia harus mengeluarkan item berlian serta emas yang dia gunakan buat menempa kalung yang di inginkan anak itu, jadi dia berfikir 10.000 koin emas mungkin cukup.


" baiklah" kata sen ren tanpa beban dia langsung memberikan uangnya.


tukang itu melotot tidak percaya, padahal dia hanya main main akan perkataanya tadi, tapi anak ini menganggapnya dengan serius, tapi karena dia mendapatkan keuntungan jadi mau tidak mau dia mengambilnya " terimakasih" kata tukang itu senyum.


" sama sama " kata sen ren


tanpa berama lagi dia langsung pergi dan membawa kalung itu , dan akan memberikannya kepada zen lin yang tadi dia lukai hatinya.


+++++++


sen ren yang sudah tiba di ruang medis langsung pergi ke ruang kamar zen lin.


sen ren yang melihat zen lin dan yui sedang berbincang dengan bahagia, sen ren langsung menghampirinya.


" hei, apakah kalian bersenang senang" kata sen ren


zen lin dan yui yang melihat sen ren " iya" kata mereka bersamaan sambil saling menatap dan tertawa dengan kecang " hahahhaha".


" aku rasa kalian sangat cocok, oh iya aku ingin memberikan mu sesuatu sebagai permohonan maafku" kata sen ren yang melihat mereka tertawa.


zen lin yang melihat itu " sebenarnya tidak perlu, kamu membelikan aku hadiah sebagai permohonaan maaf ,lagi pula itu juga salah ku" kata zen lin.


" Tidak, ambillah dan lihatlah di dalam kotak itu" kata sen ren


zen lin mengambil kotak itu dan melihat dan melotot tidak percyaa " i-ni , i-ni, apa ini untukku" kata zen lin yang kaget.


" iya, semoga kamu menerima permohonaan maafku" kata sen ren


" ter-imakasih, terimakasih, aku sangat senang, sebenarnya kamu tidak perlu maaf seperti itu kok, dari awal aku sudah memaafkan mu lagi pula aku juga salah jadi maafkan aku juga" kata zen lin menangis sejadi jadinya, dia menangis bahagia karena selama ini dia tidak pernah di berikan oleh hadiah siapa pun, dan ini hadiah pertama untuknya , jadi bagaimana bisa dia tidak senang.


" semoga dengan ini kita bisa berteman" kata sen ren dan yui


" iya aku mau kok menjadi teman mu" kata zen lin karena dia telah menemukan teman yang bisa dia ajak curhat serta berbagi kesedihan.


++++++++


|||||


bagian episode 31 selanjutnya mungkin saja akan terjadi perang antara pasukan go rong, gu dong melawan sekte daun dan sekutunya.


__ADS_1




__ADS_2