Perjalanan Menjadi Jendral

Perjalanan Menjadi Jendral
melihat yue lin.


__ADS_3


setelah pembincarsan antara patraik sekte ji dengan kan zen.


kan zen mulai berfikir membuat sesuatu yang mengesankan tersendiri buat wilayah ini.


setelah berfikir cukup lama dia masih belum memiliki ide di pikirannya, hingga dia melihat seorang kakek kakek yang sedang membacakan sebuah puisi.


kakek itu mengatakan


" Ada yang sedang bahagia


Juga menderita


Ada yang berbunga


Juga merana


Ada yang mencinta


Juga kecewa


Ada yang tertawa


Juga terluka


berbagai warna di hidupmu


adalah cerminan dari tingkah lakumu


bersiap diri dalam setiap kesempatan


untuk merubah menjadi keberuntungan"


semua orang yang berada disana mendengar puisi itu sangat kagum dan seperti memiliki semangat kembali, begitu pun juga dengan kan zen yang kagum akan puisi itu.


kan zen datang dan langsung mengucapkan sesuatu " kek, boleh kah jelaskan arti dari makna yang terkandung ke dalam puisi itu" kata kan zen.


" HEHEHE, baiklah, arti dari puisi ini adalah Proses, proses adalah satu langkah sebelum hasil, hasil tidak mungkin ada tanpa proses. Proses yang baik tentu akan menghadirkan hasil yang baik pula


seperti yang kalian tahu tanpa hasil yang kita dapatkan harus dengan menggunakan proses, jika tidak menggunakan proses maka pekerjaan kita itu bukan lah hasil" kata kakek itu

__ADS_1


semua kagum akan arti itu, arti itu seperti mengajarkan kita untuk jangan melihat hasilnya dulu sebelum mengerjakan.


kata kata puisi itu membuat kan zen terkesima , dia pun berkata " kek, jika boleh tahu kata kakek ucapkan itu sangat bagus , dan itu membuat ku bisa semangat dalam mengerjakan, tapi ngomong ngomong mengapa kakek duduk seperti pengemis , seharusnya kakek pergi merantau dan mencari hidup kakek itu, dengan puisi kakek saya yakin kalau orang luar sana pasti terkesima dan akan membayar kakek dengan harga sangat mahal " kata kan zen panjang lebar.


kakek yang mendengar perkataan kan zen tiba tiba dia ketawa " hehehe nak, lihatlah kakek ini yang sudah tua, walaupun kakek pintar dan sangat bagus dalam puisi, tapi kakek tidak ingin melanjutkan pendidikan kakek seperti orang kaya, pangeran ataupun bangsawan" kata kakek


kan zen bingung akan perkataan kakek itu dia lalu berkata " kek walaupun kakek sudah tua , tapi dengan kepintaran kakek saya yakin 100% kalau di luar sana pasti banyak yang menerima kakek" kata kan zen


" hehehe nak nak, saya hidup di besarkan di wilayah ini, hati saya selalu mengatakan seperti ini nak, ( jika kemiskinan yang berada di sekte ini belum bisa terselesaikan, maka saya tidak akan pergi )" kata kakek itu.


sebenarnya kan zen masih belum mengerti akan pemikiran kakek itu, tapi karena terlalu banyak bertanya dia diam saja mendengarkan, meskipun begitu dia juga mendapatkan pelajaran dalam puisi itu.


setelah mendengarkan puisi itu dia pun pergi mencari tempat tenang, disana dia meluapkan segala emosinya.


argggggg


argggg


dia berteriak dengan keras dan sekencang kencangnya.


setelah meluapkan emosinya itu dia mulai menuju ke tempat penjual wine.


" pangeran bagaimana apakah berhasil? "kata kapten itu yang sedang meminum wine nya.


kapten yang mendengar itu langsung menyemprot air winenya " , apa bagaimana bisa? jangan jangan kamu membohongi ku ya pangeran? " kata kapten tidak percaya.


kan zen menghela nafas dan menjelaskan segala yang terjadi di tempat pertemuan tadi.


" ooo jadi begitu, hehehe maaf yah tuan" kata kapten merasa bersalah akan perkataanya tadi.


" iya tidak apa apa" kata kan zen.


setelah itu mereka berpesta sambil meminum wine mereka.


di bagian lain sen ren dan teman temannya mendapatkan masalah sekarang, karena salah satu temannya itu tidak sengaja menyenggol sebuah kotak pil ketika berada di museum.


banyak dari para pengunjung mencibir temannya itu karena menyenggol kotak pil itu, kotak pil itu seharga 888.000 koin emas.


sekarang mereka sedang cekcok dengan petugas dan saling menyalahkan satu sama lain.


" pak begini teman saya ini tidak sengaja menyenggol kotak itu, jadi harap di mengerti lah pak" kata wei fu.

__ADS_1


" hei anda ini enggak usah mengelak, kalau pun kalian sengaja atau tidak sengaja kalau sudah menjatuhkan barang itu harus di bayar dengan harga mahal" kata petugas itu membalas.


" anda ini bagaimana pak, bagaimana bisa kami membayar uang sebanyak itu" kata vei nai.


" yah, itu urusan kalian bukan urusan saya" kata petugas itu.


" tapi kalau kami tidak mau, anda ingin melakukan apa?" kata wei fu


" maka saya akan melaporkan ke pemerintah pusat" kata petugas itu.


satu sama lain saling menyalahkan seperti jawaban mereka adalah yang benar dan pemikiran yang lain lontarkan adalah salah.


sen ren dari tadi melihat itu langsung menghampiri mereka dan menjawab " sudah berapa kotak pil itu" kata sen ren.


perdebatan itu mulai berhenti dan petugas itu menjawab " 888.000 koin emas" katanya.


" ooo ini " kata sen ren, yang langsung memberikan uang itu tanpa khawatir sama dekali karena uangnya sangat banyak di cicin nya itu.


" heheh begini dong sejak tadi, kan gampang" kata petugas itu dan pergi.


sen ren langsung mengambil kotak itu dan pergi tanpa mempedulikan ke dua temannya yang sedang heran akan uang itu.


sen ren yang sudah menyelesaikan permasalahan tadi berfikir untuk pergi jalan jalan melihat tampat sekte ini.


saat berada disana dia melihat banyak sekali orang miskin dan anak anak yang terlantar,


dia hanya melihat saja dan langsung pergi meninggalkan tempat itu hingga dia menemui seorang yang sangat dia kenal yaitu yue lin.


awalnya dia tidak percaya tapi saat melihat dari dekat dia tahu itu yue lin, tapi dia sangat terkejut karena melihat rantai yang berada di lehernya.


" sebenarnya kehidupan apa yang membuat mu menjadi seperti ini " kata sen ren dalam hati.


dia sebenarnya ingin menghampirinya tapi melihat banyak nya orang yang berada di kerumunan ini.


dia tidak mau akan kesalahannya membuat sekte naga akan mendaptakan masalah yang sangat besar.


dia hanya berdiri dan menonton ketika melihat yue lin di paksa masuk kedalam penjara budak itu.


saat sen ren sedang putus asanya dia melihat sebuah poster di tempat itu yang bertuliskan kalau pelelangan budak akan datang 3 hari lagi yang artinya sen ren masih ada kesempatan untuk membebaskan yue lin dari penjara budak itu.


" tunggu la aku yue lin , aku akan datang menyelamatkan mu" kata sen ren dalam hati dan pergi dari keremunan itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2