Perjalanan Menjadi Jendral

Perjalanan Menjadi Jendral
pengambilan wilayah sekte ji.


__ADS_3

" siapa kalian" kata kapten itu 😕 bingung


" kami hanya seorang pelayan saja " kata sen ren dan di anggukan oleh wei fu, vi nai dan lainnya.


pangeran datang " akhirnya kamu bangun juga ,ku pikir akan lama karena luka tubuh mu yang sangat banyak itu" kata kan zen


saking bingungnya kapten itu, dia habis tidak pikir lagi tentang pangerannya itu yang masih berada di sini " tun-ggu tunggu kok aku bingung nya, bukannya pangeran tadi sedang pergi dan mencari tempat perlindungan kenapa bisa berada disini" kata kapten penjaga itu.


" sebenanrnya begini ,pangeran kan zen ini adalah seorang sahabat dari sekte kami yaitu sekte 🐲 naga dan bisa juga disebut sebagai senior kami, alasannya adalah kan zen anak dari guru naga kami, dia di latih dengan gigih oleh patraik ke 7 kami yang sudah meninggal karena mengalami sakit di paru paru, saat itu kan zen masih berusia 9 tahun, " kata vi nai menjelaskan.


kapten yang mendengar cerita vi nai hanya menganggukan dan mengerti akan perkataannya.


" oo jadi begitu, terima kasih karena membantu kami" katanya sekali lagi.


" sama sama " kata mereka semua.


setelah bercerita dengan lama akhirnya sampai lah pada saat cerita intinya.


" bisakah kalian membantu ku sekali lagi, karena saya ingin membuat wilyah sekte ji itu menjadi makmur sama dengan kota yang saya miliki saat ini" kata kan zen


" aku rasa jika soal tentang wilayah mu itu, lebih baik jangan melibatkan kami, karena kami hanya melaksanakan tugas dari sekte naga hanya untuk mengawal anda dan juga keselammatan anda menuju ke tempat yang anda tuju" kata sen ren datar tanpa eksperesi .


kan zen mendengar hal itu sangat kecewa karena apa yang dia pikirkan tidak sesuai dengan ekspetasinya.


" baiklah terimakasih " kata kan zen dengan kecewa.


sebenarnya sen ren mengerti akan keresahan kan zen dalam mengatasi wilayah sekte itu, yang terkenal akan keberutalannya kepada pemerintah pusat.


tapi karena sen ren merasa kan zen ini memiliki sifat yang terlihat misterius, dia ingin mengujinya, jika kan zen mengatakan dia akan pergi ke tempat sekte itu maka sen ren siap membawa pasukan devisinya menuju ke sekte ji namun dengan cara diam diam.


hal ini di karenakan sen ren takut kalau kan zen akan menggunakan pasukannya hanya untuk membantai para warga yang tidak senang akan pemerintahan.


+++++


malam berganti pagi kini saatnya kan zen menentukan pilihannya apakah dia akan pergi atau tidak.


" aku akan pergi ke sekte itu, walaupun harus mati aku siap memberikan nyawaku untuk mereka jika memang itu pilihan mereka " kata kan zen


sen ren senang akan perkataan kan zen " baiklah jika itu memang pilihan mu, kalau begitu kami akan mengawal mu pergi ke sekte itu dengan aman" kata sen ren dengan tersenyum.


±+++++


setelah pembincaraan yang cukup panjang akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka ke tempat sekte ji itu.

__ADS_1


setiap perjalanan, mereka di hadang sangat banyak pemberontak yang menghalangi mereka , sudah 6 kali pasukan berkelompok itu menghadang mereka, tapi semuanya dengan mudah di tumpas dengan kekuatan pasukan devisi sen ren.


di tempat itu sudah banyak mayat bergantung di tiap tiap pohon 🌲, bau darah terlihat di setiap perjalanan memunculkan bau menyengat, yang menyebabkan se isi hutan itu bukan lagi berwarna hijau melainkan berwarna merah .


+++++


setelah banyak rintangan yang mereka lalui sekarang mereka telah sampai ke tujuan mereka yaitu sekte ji tempat markas pemberontak.


" kalau begitu sampai sini saja kami mengawal mu , semoga kamu bisa berhasil mencapai apa yang kamu inginkan " kata sen ren pergi sambil menghilang bersama pasukannya meninggalkan tempat itu.


" terima kasih " kata kan zen


kini ke 2 orang itu memasuki tempat itu, saat masuk mereka melihat banyak sekali anak anak yang terlantar, terlihat kalau anak itu kelaparan dan kurang gizi kelihatan dari perut mereka yang kurus dan muka mereka yang sangat pucat.


kan zen melihat banyak anak terlantar " kesihan sekali mereka , apakah selama saya tidak memperhatikan mereka keadaan sekte ini memang seperti ini" katanya dalam hati.


kan zen yang sudah tidak tahan mendengar jeritan tangisan serta kesakitan mereka dia langsung membawa semua bekal yang dia miliki dan di berikan ke tempat anak miskin itu.


semua anak yang melihat orang itu memberikan mereka makanan sangat senang seperti mereka melihat seorang malaikat yang datang menyelamatkan mereka " terima kasih kata mereka semua " dan di jawab oleh kan zen " sama sama".


setelah selesai memberikan makanan kepada orang orang miskin, dia langsung menuju ke tempat patraik sekte ini.


baru saja mau masuk ke dalam istana itu mereka di hadang oleh banyak prajurit, " beraninya kalian masuk tanpa se izin patraik" kata mereka dengan kasar.


" apa itu?" kata mereka


" kalian tidak perlu tahu, kalian cukup membawa aku ke tempat patraik kalian karena ini rahasia " kata kan zen.


" baiklah akan aku kasih tahu kepada patraik, awas aja jika kamu bohong" kata orang itu dan pergi.


++++


" tuan ada seseorang yang ingin bertemu anda, katanya dia ingin membicarakan sesuatu yang rahasia" kata orang itu.


" berikan dia masuk" kata patraik.


" baik tuan akan saya laksanakan" kata orang itu.


++++


setelah mendapatkan ijin masuk, kan zen langsung menuju ke dalam sekte itu.


" apa mau mu " kata patraik yang telah selesai akan pekerjaannya

__ADS_1


kan zen kaget karena gerakan patraik itu sangat cepat


" aku datang ke sini ingin memberikan tentang kesepekatan yang akan memuaskan diri anda " kata kan zen


" apa itu" kata patraik itu.


" saya akan memberikan anda pangan serta peralatan prajurit setiap bulannya dengan gratis , asalkan anda mau tunduk di bawah perintah ku" kata kan zen.


" apa kamu mau mengancam ku " kata patraik itu


" saya tidak mengancam anda tapi itu memang milik sya, atas perintah dari raja semua milik sekte ji akan menjadi milik pengeran ke 6" kata kan zen dengan tersenyum


" kalau aku tidak mau, apa yang kamu lakukan " kata patraik itu.


" aku akan memaksanya " kata kan zen .


hening


" hahhahhha, bagus bagus, sekarang aku mengerti pasti kamu adalah pangeran ke 6 bukann? " kata patraik itu


" iya " kata kan zen jujur.


" haha pantas saja" kata patraik itu dengan ketawa .


setelah ke tawa itu patraik mulai serius " kamu pikir aku akan memberikan nya semudah itu, aku rasa kamu sedang bermimpi PANGERAN" kata patraik itu menekankan dengan kata pangeran .


" iya aku tahu kamu tidak mau memberikannya, TAPI BAGAIMANA DENGAN ANAK ANAK YANG TERLANTAR ITU YANG SEDANG KELAPARAN, KEHAUSAN DAN MEMBUTUHKAN MAKANAN BUAT MEREKA MENGISI PERUT MEREKA, JIKA INI DI BIARKAN MAKA SEMUA ORANG YANG BERADA DI SINI AKAN MATI HANYA DALAM 5 TAHUN SAJA, APA KAMU AKAN BERTANGGUNG JAWAB AKAN KEMATIAN MEREKA PATRAIK" kata kan zen dengan sangat keras.


kata kan zen membuat patraik terdiam sejenak, dia juga mengerti akan situasi keadaan wilayah ini yang sangat miskin, bahkan saking miskinnya tempat itu sudah di penuhi dengan kotoran manusia di mana mana.


" sekarang kamu mengerti bukan, apakah dengan pemikiran memberontak akan menghasilkan keadaan yang membuat wilayah ini akan menjadi makmur, coba kamu pikir PATRAIK " kata kan zen


patraik yang mendengar perkataan kan zen ingin sekali dia menutup mulutnya dengan menggunakan pedangnya, tapi karena rakyatnya dia juga berfikir terbuka.


" baiklah, tapi kamu harus mendapatkan hati rakyat bukan dengan ku tapi manusia yang berada di wilayah ini" kata patraik itu.


" tenang saja, akan aku pastikan bahwa wilayah ini akan aku jadikan sebagai negara yang makmur sama dengan 2 WILAYAH KU' kata kan zen dengan keras.


" ucapan saja tidak cukup pengeran tapi harus di sertai dengan tindakan , bukan? hahaha" kata patraik itu.


" hahaha, lihat saja nanti" kata kan zen


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2