
" ren aku rasa jauh lebih baik kita membiarkan perempuan ini berobat di gunung ini, apalagi manusia singa itu kelihatannya tidak jahat buktinya aja dia berhasil mengobati perempuan ini hingga bisa berbicara" kata vei nai.
" hmm, aku rasa itu ide bagus sen ren kita coba saja" kata wei fu.
sen ren yang mendengar itu masih ragu dengan pilihan temannya, tapi melihat sikap paman ini sejak tadi dia langsung percaya .
" yaudah aku turuti ajuan kalian, tapi untuk meninggalkannya aku harus membuat sebuah boneka mirip dengan diriku untuk berjaga jga siapa tahu ada kejadian yang tidak menyenangkan di telinga" kata sen ren.
mereka berdua mendengar itu tentu setuju " ok".
setelah perdebatan sangat panjang akhirnya sen ren dan juga ke dua temannya keluar dari gunung itu, ketika keluar gunung mereka melihat banyak pasukannya yang berkumpul di sekitaran gunung ini.
tuan
tuan
sen ren
semua orang berteriak keras gembira karena ke tiga orang ini telah keluar dari gunung itu.
ketika semuanya berkumpul sen ren mulai datang dan menyuruh kepada sebagian pasukannya menjaga gunung ini sekaligus yang berada di dalam gunung juga.
semuanya mendengar itu ada yang kecewa karena harus di tinggalkan kawan lama, dan ada juga yang menangis akibat mereka berpisah satu sama lain.
ketika tangisan itu kini vei nai lah yang berbicara " semuanya di mohon perhatiannya " kata vei nai kepada pasukannya yang sedang menangis serta kecewa kepada keputusan ini.
" begini saja, kami memiliki sebuah kitab yang di namakan dengan kitab tinju darah , kitab ini memiliki kekuatan yang tidak kalah dengan kekuatan pedang, agar kalian percaya biar sya tunjukkin" kata vei nai.
vei nai meninju sebuah batu yang berukuran sangat besar dengan tinju api nya "pangg" bukan hanya batu yang rusak melainkan rumput rumput di tempat itu terbakar karena tinju itu.
seluruh pasukan yang melihat itu langsung berbinar semangat seperti melihat sebuah harta karun.
" jika kalian ingin memiliki kitab ini kalian harus menjaga tempat ini, tapi kalau kalian tidak mau tidak apa kami tidak memaksa" kata vei nai.
" kalau begitu silakan angkat tangan yang mau ikut bersama ku di luar" kata sen ren.
saya
__ADS_1
aku
sayA
wei fu yang melihat itu senang ternyata masih ada pasukan yang tidak tergoda dengan kitab itu.
" bagus kalau begitu, pasukan yang memilih kitab silakan tunggu disini, sedangkan yang mau mengikuti ku ayo kita langsung jalan" kata sen ren.
" baik tuan" kata mereka semua.
sen ren dengan cepat turun dari gunung bersama ke dua temannya dan mulai memimpin teman temannya menuju ke tempat pangeran ke 6 berada, sedangkan vei nai sedang membagikan beberapa kitab agar semuanya di bagi rata ,jadi dia agak ketinggalan untuk menyusul pasukan sen ren.
++++++
balik ke tempat pangeran ke 6 kan zen.
kan zen di tarik dengan keras menuju tempat penjara bawah tanah " bukk"
prajurit (xie lang)" rasakan itu, kalau kau melakukan hal seperti kabur tunggu saja akan kami buat kamu tidak bisa merasakan hidup di luar" kata prajurit itu.
kan zen yang mendengar itu diam
wajah kan zen sendiri jika dilihat sudah seperti bukan lagi pangeran melainkan pengemis yang berada di jalan, kenapa? karena mukanya sekarang terbakar seperti di bakar dengan cara hidup hidup.
kan zen di balik penjara itu terus bertanya kepada dirinya " kenapa aku begitu bodo?, kenapa aku terus yang di tindas? kenapa aku tidak dapat kasih sayang? apa aku anak buangan? anak haram? anak pengemis?" kata kata ini di ulangi terus berapa kali di dalam hatinya
pangeran ke 3 dan pangeran ke 5 sekarang sedang berpesta merayakan kemenangannya
" bagimana kakak dengan rencana ku ini" kata pangeran ke 5 dengan bangga.
" hahah tentu saja bagus, sebenarnya awalnya aku tidak percaya kalau kita berhasil apalagi dengan rumor kekuatan pengeran6, kepintaraanya, tapi sekarang saat aku melihat ini secara langsung, aku sekarang percaya kalau rumor itu tidak bener hhahha" kata pangeran ke 3
hahahah
hahha
mereka tertawa bersama sambil meminum sebuah wine 🍷 anggur.
+++++++
__ADS_1
balik ke tempat sen ren
walaupun mereka tadi banyak mendapat rintangan seperti bandit tapi mereka bisa melaluinya hanya dengan beberapa detik saja dan sekarang mereka sudah berada di ibu kota, banyaknya pasukan sen ren yang di bawa pastinya menimbulkan ke gaduhan para warga di sekitaran ibu kota.
" hei kenapa masih ada pasukan di ibu kota ini, bukannya pangeran ke 6 sudah mati" kata 🙎
" aku juga tidak tahu mungkin saja mereka pasukan buangan yang selamat dari perang itu" kata 🧒
sen ren yang mendengar itu langsung menyusut mukanya, jika saja dia tidak memiliki kekuatan yang bisa merasakan aura sekitar maka mungkin saja sen ren tidak bisa mendengar apa yang mereka bicara kan tentangnya, jadi dia perlu bersyukur karena bisa mempelajari teknik ini.
wei fu yang sudah tidak tahan langsung menarik kera baju dari petani itu " HEI katakan apa yang terjadi di tempat ini" kata wei fu itu.
petani itu yang melihat sorot mata wei fu langsung menciut nyalinya " ti-dak ak-u tid-ak ta-hu" kata petani itu.
" KAU APA KAMU MAU DI PUKUL PETANI SIALAN" kata wei fu dengan keras kepada petani itu
para warga yang melihat itu langsung takut dan mengigil.
petani itu yang kena teriakkan itu langsung terkencing kencing di celananya "amp-un tu-an ak-an a-ku ka-takan" kata petani itu yang sudah takut.
petani itu mulai menceritakan tentang apa yang terjadi di tempat ini sejak sen ren dan wei fu tidak ada
" jadi begitu tuan " kata petani itu
" sial ternyata pangeran telah di tangkap" jata wei fu.
para pasukan sen ren sudah mulai tegang karena berita ini.
" pangeran ke 5 yah, aku rasa rencana ini mungkin saja di bikin oleh pangeran ke 5, karena hanya dia saja yang bisa memiliki rencana seperti itu karena dia adalah ahli strategi " kata prajurit sen ren.
kata kata prajurit itu membuat sen ren langsung merasa tertarik seperti melihat sebuah permata " pangeran 5 yah , semoga saja dia tidak mengecewakan ku" kata sen ren dalam hati.
kata kata prajurit itu membuat semua prajurit saling berdebat satu sama lain.
" cukup sudah ayo cari tempat supaya kita bisa istirahat, sajak tadi kita tidak beristirahat karena perjalanan yang panjang" kata sen ren yang menghentikan perdebatan pasukannya dengan mengalihkan sebuah topik.
para prajurit itu mengangguk saja dari pada memusingkan berita yang baru saja mereka dengar lebih baik mereka istirahat menenangkan pegal dan otot mereka karena perjalanan yang jauh.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
PERTANYAAN APAKAH SEN REN AKAN MENYELAMATKAN PANGERAN KE 6 ATAU TIDAK?