Perjalanan Menjadi Jendral

Perjalanan Menjadi Jendral
desa hanshu


__ADS_3

jika kalian ingin tahu dimana para magang tinggal, kalian pastinya tahu tentang rumah kost atau rumah yang sementara di tinggali layaknya pelajar pesantren di kehidupan kita.~


seperti di kebutuhan militer asrama seperti ini juga ada di markas ini ada asrama pria dan wanita sama seperti kehidupan kita~.


oke lanjut.


Di rumah(asrama pria)


asrama ini sangat luas, ukurannya 20.890 m2, jadi jika di tempati dari semua kamar pastinya akan terlihat kamar kamar yang kosong, karena memang tempat ini bukanlah sebuah markas yang bisa di masuki orang lain, kecuali orang itu mempunyai kemampuan untuk masuk ke tempat ini.


sen ren , guan kang, dan juga lu xen sekarang sedang duduk di sebuah kursi sambil menghela nafas, terlihat dari wajah mereka ada nada kecewa, namun tidak dengan lu xen yang sekarang sedang senyum senyum sendiri.


" ren, apa kamu.. kata guan kang


sebelum bicara sen ren langsung menyela guan kang dan menjawab " aku tidak mendapatkan apa pun yang penting karena itulah muka ku seperti ini.


mendengar itu tentu saja guan kang juga kecewa namun kecewanya bukan pada sen ren melainkan dirinya sendiri karena tidak bisa membantu sen.


sen ren yang melihat wajah guan kang tentu saja tahu kalau guan kang sekarang juga belum mendapatkan informasi, lalu sen ren berbalik menghadap lu xen dan yang di lihat mukanya bukan sebuah kesedihan atau kecewa melainkan senyum yang manis dan itu membuat sen ren hampir muntah.


"uamm, kata sen ren yang hampir muntah melihat ekspresi lu xen.


" ada apa, apa ada yang salah dengan wajahku" kata lu xen sambil tersenyum manis.


sen ren yang mendengar itu tentu tambah muntah "sialan , ubahlah senyummu itu dengan senyum biasa " kata sen ren.


guan kang sendiri yang sudah melihat sejak tadi awalnya baik baik saja, namun lama kelamaan di tatapnya lu xen itu yang dari tadi tersenyum itu membuatnya langsung ngeri. " kuran* ajar kau lu xen, apakamu tidak sadar diri dengan penampilan mu yang senyum senyum sendiri itu" kata guan kang


lu xen yang mendengar itu tentu panas wajahnya dan otaknya seakan meledak akan amarah, dia sebenarnya ingin meluapkan seluruh emosinya kepada guan kang dan sen ren, tapi mengingat mereka lah yang membantunya dia langsung diam tanpa mengucapkan apa pun.


2 menit, 30 menit, 50,menit, 1 jam, 1.20.jam


akhirnya sen mulai bicara " lu xen dari mukamu terlihat sebuah rasa tidak bersalah yang artinya anda pasti memiliki sesuatu yang membuatmu tersenyum " kata sen ren


lu xen langsung senyum lagi " heheh, tentu sja " kata lu xen sambil melipatkan tangannya.


" apa itu?" kata guan kang dan sen ren bersamaan


" sebelum aku mengatakannya, kalian harus janji akan membuatkan saya makanan yang enak" kata lu xen dan dianggukan oleh kedua orang itu.


" hehe, nah begini dong, kan gampang, oke ini jawabnnya " kata lu xen


lu xen menceritakan sambil tersenyum kemenangan, ketika cerita itu berlangsung sen ren dan guan kang wajah mereka seperti kebahagian.

__ADS_1


" desa hanshu yah, kalau begitu kita langsung jalan esok" kata sen ren


" tapi, soal pekerjaan kita"kata guan kang


"hei ingat kita ini hanya mata mata, bukan mencari pekerjaan atau setia di tempat ini" kata sen ren kepada guan kang dan di balas dengan perminta maafan.


guan sadar kalau dia disini hanya sementara bukan selamanya " astaga , maafkan aku " kata guan


" tidak apa " kata sen ren


+++++


esok harinya sen ren, guan kang, lu xen berjalan mencari informasi tentang lokasi desa hanshu


selama bebeberapa jam mereka mencari akhirnya lokasi yang tepat di temukan, itu terletak pada kota miskin yang jauh dari markas ini, jika di lihat sen ren dan guan kang pernah melewati tempat ini, tempat ini adalah tempat ketika sen ren dan juga guan kang melihat banyaknya orang miskin terlantar .


" ren bukannya ini tempat yang kita lalui dulu, sebelum kita sampai ke tempat ini" kata guan kang


" iya, itu bener" kata sen ren singkat


lu xen yang tidak mengerti mau bertanya namun sebelum dia bertanya sen ren dan guan kang sudah mengambil tas mereka dan melanjutkan perjalanan.


" sial, heii tunggu!!" kata lu xen


++++++


setelah menempu jarak sangat jauh kini mereka telah dampai ke kota yang miskin.


" jadi ini yang kalian maksud " kata lu xen sambil mengekspresikan raut marah


" iya" kata mereka berdua bersamaan


" jika aku sudah kembali ke kerajaan ku tunggu saja, akan aku serang kerajaan ini" kata lu xen


sen ren dan guan yang melihat itu hanya bisa menghela nafas saja, seperti mereka tidak percaya, tentu saja sen ren dan guan tidak percaya bagaimana bisa seorang pangeran yang baru saja bebas ini kenali oleh keluarga kerajaan , dan lagi pula disana ada pangeran lain yang bisa menjadi penerus kerajaan lu.


" iya iya sudah , ayo kita lanjutkan perjalanan " kata sen ren


++++


desa hanshu


tiba di desa ini sen ren,kang, dan lu xen mengekspresikan hal yang berada karena tempat ini di penuhi oleh banyak prajurit, bahkan setiap mereka pergi pasti akan ada spanduk spanduk kerajaan kan yang banyak berkibar di setiap sudut desa ini.

__ADS_1


" sangat banyak, bagaimana kita bisa melalui ini" kata lu xen


" hehehe, tenang saja kan masih ada aku" kata guan kang sambil memukul dadanya percaya diri


" ahhahaa, aku tidak percaya kalau kamu bisa" kata lu xen yang tidak percaya kata guan kang


" kau!!!, beraninya kau" kata guan kang yang marah sambil mengepal kan tangannya, sen ren yang melihat itu memegang tangan guan kang sambil berbicara dengan lu xen


" sudah sudah ingat misi kita menyelamatkan pangeran ke 6 bukan berdebat sesama tim" kata sen ren


lu xen yang melihat itu sudah tidak mengejek lagi, guan juga mulai mereda emosi.


" nah begini kan bagus, man tentram tanpa ada gaduh" kata sen ren sambil tersenyum melihat mereka berdua, namun keduanya sama sama memasang wajah merajuk seperti tidak terima.


" ok sudah, kalau begitu kita tinggal cari penginapan sekitar sini" kata sen ren dan di balas anggukan keduanya.


ketika mencari penginapan di desa ini semuanya tidak menerima mereka , alasannya karena ruangan di semua tempat telah di pakai bahkan sen ren menyogok pelayan itu dengan sebuah uang, tapi pelayan itu tetap mengeluarkan kata menolak, sen ren dan temannya yang tidak tahu apa lagi langsung memasang tenda di sekitaran hutan desa ini, karena memang tempat ini saking banyaknya prajurit tenda tenda di sekitaran desa ini berhamburan di mana mana.


di dalam tenda.


" jadi sekarang kita tinggal mencari informasi letak pangeran kan zen bukan?" kata guan kang


" iya, tapi sebelum itu aku harus menulis surat" kata sen ren sambil mengambil sebuah pena dan kertas.


" ha, surat? buat siapa, apa sen ren sekarang sudah punya pasangan" kata guan kang , lu xen yang mendengar itu langsung terkejut.


" apa!!! sen mempunyai pasangan, tunggu jadi selama ini setiap kamu bangun pagi kamu selalu di bantu oleh pasangan mu membuatkan kami makanan, dan setiap harinya kamu keluar untuk menemuinya" kata lu xen kepada sen ren


sen ren yang mendengar perkataan kedua orang ini, langsung saja menampar pipi keduanya " puk"


bug


bug


keduanya meringis kesakitan" sial sakit sekali" kata mereka berdua sambil memegang pipi mereka


" makanya kalau bicara itu yang bener, setiap kali kalian makan pagi itu dariku bukan dari siapapun dan untuk yang keluar aku sudah terbiasa melakukannya seperti jogging dan lari pagi" kata sen ren kepada kedua orang ini.


" iya sen ampunn" kata mereka berdua sambil meminta maaf.


sen ren yang melihat langit yang gelap " sudah cukup esok kita bicara lagi, hari ini biarkan kita istirahat sepuasnya " kata sen ren


" baik" kata mereka berdua karena memang mereka sudah lelah dari sejak tadi.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2