Pernikahan Dingin Dokter Ethan

Pernikahan Dingin Dokter Ethan
Bab 11 Perhatian Dokter Ethan


__ADS_3


Happy Reading!!


Jangan lupa favorit, like, koment, vote, hadiah, dan follow ya ...


...----------------...


Sesampainya di cafe.


Teman-teman Ethan sudah sampai di sana, mereka sepertinya baru saja pulang bekerja karena banyak yang masih menggunakan seragam kerja. Ethan menggandeng Ainsley di sampingnya lalu disambut hangat oleh mereka, Ethan lalu dipersilahkan duduk dan ia duduk di sebelah Ainsley yang asyik memandangi dekorasi cafe yang sangat indah.


"Ethan, makin ganteng aja si lo? Merantau di Rusia sampai 5 tahun buat lo keren kayak gini," ucap salah satu temannya.


"Benarkah? Jika ganteng tak mungkin Stella berpaling hati," jawab Ethan mengkode jika dia sudah tidak menjalin hubungan dengan Stella.


Mereka langsung memandang wajah perempuan yang memiliki gelagat paling berbeda dari yang lain bahkan Ainsley tersenyum sendiri saat melihat dekorasi disekitarnya. Ethan yang sadar akan tatapan mereka pada Ainsley langsung mengenalkannya.


"Kenalin ini istriku namanya Ainsley," ucap Ethan.


Tentu saja membuat mereka sangat kaget karena tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba saja Ethan sudah menikah. Ainsley mengulurkan tangan pada mereka, satu persatu ia salami dengan ramah dan sopan, dari nada bicara Ainsley yang cepat membuat mereka tahu jika Ainsley adalah penyandang autis.


Setelah semua ia salami, Ainsley duduk kembali di dekat Ethan, ia terus memperhatikan patung berbentuk boneka lucu. Ainsley menarik Ethan untuk mengambil gambarnya pada foto tersebut.


"Dokter, ayo foto aku bersama boneka itu!"


"Ains, duduklah!"


Ainsley tidak mau, dia lantas bangkit dari tempat duduknya lalu mendekati boneka itu dan berfoto selfie. Ethan tersenyum tatkala melihat Ainsley yang seperti itu dan membuat yang lain merasa heran namun tak berani bertanya langsung kepada Ethan.


Mereka melanjutkan acara dengan memesan makanan, diantara mereka juga sudah memiliki anak dan membuat Ethan merasa iri. Ethan juga ingin memiliki anak seperti teman-temannya tapi sepertinya ia harus menahannya lagi karena tak mungkin meminta sekarang pada Ainsley.


"Ethan, istri lo..."


"Ya, dia autis. Kenapa? Ada yang salah?"


"Ah... bukan begitu, Ethan. Aku cuman heran kenapa lo malah nglepasin Stella yang cantik, dia juga seorang dokter hebat."

__ADS_1


"Intinya aku dan Stella tidak berjodoh, itu saja."


Ainsley kembali lagi lalu duduk di sebelah Ethan, dia menunjukkan foto selfienya dengan patung lucu tersebut. Mereka memang punya dunianya sendiri dan orang sekitarnya harus memaklumi mereka.


"Ainsley, mau pesan makanan apa?" tanya Ethan.


"Aku ikut dokter saja, apa yang dokter makan akan aku makan juga," jawab Ethan.


Tak berselang lama salah satu anak dari teman


Ethan menangis kencang, ia keluar dari meja supaya tidak menganggu yang lain. Ainsley yang sudah biasa mengurus anak kecil mendekatinya lalu menawari bantuan.


"Kakak, sini biar aku gendong saja," ucap Ainsley.


Wanita itu memperhatikan Ainsley dari atas sampai bawah. "Tidak perlu."


"Sini, kak! Kasian dedeknya," pinta Ainsley lagi.


Wanita itu menggeleng ketakutan karena takut anaknya diapa-apakan dengan Ainsley. Wanita itu masuk lagi ke dalam cafe lalu menghampiri suaminya, Ainsley paham jika orang yang pertama kali melihatnya akan takut padahal dia tidak separah itu.


"Dokter, aku ingin menolongnya namun ibunya tidak memperbolehkan. Apa aku semenakutkan itu?" tanya Ainsley sangat pelan.


"Kamu itu imut dan lucu jadi tidak ada orang yang takut denganmu," jawab Ethan.


Ethan menyela obrolan pasangan suami istri itu lalu berbicara pada mereka yang merupakan teman dekatnya.


"Istriku seorang guru taman kanak-kanak dan sering menjumpai kasus anak rewel seperti anak kalian, jadi bisakah Ainsley mendapat kesempatan untuk menenangkan anak kalian?" tanya Ethan.


"Oke, silakan!"


Ainsley sangat senang sekali, dia menggendong bocah berusia 3 tahun yang masih menangis tersebut. Dengan segala cara Ainsley menenangkan bocah itu bahkan menggendongnya sampai 20 menit. Ethan memperhatikan Ainsley yang mampu menenangkan anak itu dan membuatnya terlelap pada gendongannya. Ethan memperhatikan makanan Ainsley yang mendingin sementara orang tua bocah itu malah asyik makan sambil mengobrol seolah Ainsley adalah pengasuh anak mereka.


Ethan beranjak dari tempat duduknya, ia mendekati Ainsley dan melihat anak itu sudah terlelap. Ethan meminta Ainsley untuk menyerahkan anak itu pada orang


tuanya namun teman Ethan justru meminta Ainsley menjaga sebentar karena mereka masih makan. Ethan tentu saja geram, mereka tidak tahu terima kasih malah semakin menjadi.


"Maaf, Toni, Sania. Anakmu sudah tidur dan Ainsley hampir menggendongnya setengah jam. Tolong pengertiannya sedikit!" ucap Ethan.

__ADS_1


"Tak apa kok, biarkan mereka makan dulu, aku juga masih ingin menggendongnya," jawab Ainsley.


Sania bangun, dia meminta anaknya pada Ainsley dan tak lupa mengatakan terima kasih, Ainsley tersenyum senang karena bisa membantu sesama. Kini saatnya Ainsley makan makanannya yang sudah mendingin, cara makannya terkesan sangat unik karena dia memakan sehelai demi sehelai mie goreng menggunakan garpu.


"Mau Mas suapin?" tanya Ethan pada Ainsley.


Ainsley mengernyitkan dahinya. Mas? Sejak kapan Ethan memanggil Ethan dengan sebutan Mas?


"Sini biar Mas suapin! Jika seperti cara makanmu maka selesainya bisa besok," ucap Ethan.


Ethan merebut garpu dari Ainsley, ia menyuapinya dengan sabar sementara beberapa temannya mulai bersimpati pada Ainsley dan menyesal karena sudah menganggap Ainsley remeh tapi beberapa juga masih meremehkan Ethan yang mendapat istri seperti Ainsley.


Saat bersamaan Stella datang, ia diundang oleh salah satu teman Ethan. Ethan malah tidak tahu Stella akan datang ke sini padahal wanita itu bukan teman sekolahnya.


"Ya ampun Stella, kamu tambah cantik sekali," ucap teman perempuan Ethan yang lain.


"Thanks, kakak-kakakku ini juga bertambah cantik dan tampan," jawab Stella lalu memandang Ethan yang ada di seberangnya.


Stella tersenyum kecil pada Ethan dan pria itu membalas dengan anggukan kecil saja lalu setelah itu melanjutkan menyuapi Ainsley.


"Eh, Stella, kami dengar kamu akan menikah dengan kepala rumah sakit tempatmu bekerja?"


Stella mengangguk kecil. "Ya, kami akan segera menikah."


"Hahaha... Stella, beruntung sekali yang bisa mendapatkanmu. Kamu cantik, tinggi, pandai, seorang dokter hebat serta punya orang tua yang juga sama-sama hebat pasti dibalik itu ada menyesal juga karena sudah meninggalkanmu."


Ethan pun tidak menggubris, dia masih fokus pada Ainsley sementara Stella tentu saja cemburu karena kedekatan mereka yang secepat itu.


"Tak akan ada yang menyesalinya karena dia sudah menemukan pasangan yang tepat untuknya," jawab Stella.


Ethan langsung beranjak dari tempat duduknya, dia hendak ke kamar mandi untuk mencuci tangannya sementara Ainsley melanjutkan makannya sendiri tanpa menganggu yang lain.


"Ethan nemu di mana sih wanita seperti itu? Aneh sekali. Ethan dulu seleranya sangat tinggi bahkan mantan-mantan pacarnya pun juga keren-keren. Eh nikah sama wanita kayak gini," celetuk salah satu teman wanita Ethan.


"Emang ada yang salah denganku?" tanya Ainsley tidak terima.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2