Pernikahan Dingin Dokter Ethan

Pernikahan Dingin Dokter Ethan
Bab 24 Bertemu Reena


__ADS_3


"Mau diajak ke mana?" tanya Ethan.


"Ke nenekmu. Beliau belum tahu wajah Ainsley seperti apa," jawab Ayah.


Ayah masih punya seorang Ibu di suatu desa, beliau ingin melihat istri dari cucu kesayangannya. Ethan memandang wajah Ainsley, ia merasa tidak nyaman karena pergi tanpa Ethan.


"Ayah, Ibu, lain kali saja boleh saat aku libur. Jadi aku bisa ikut kalian. Ains pasti sangat canggung sekali bertemu dengan nenek tanpaku," ucap Ethan pengertian.


Ains hanya diam saja karena dia memang tidak mau, bukannya apa-apa dia sudah trauma diperlakukan tidak baik oleh mereka terutama Ibu mertuanya. Ayah dan Ibu pastinya kecewa, wajah Ibu pun menjadi masam sementara Ayah paham.


"Baiklah, lain kali saja," ucap Ayah.


"Sudah aku bilang jika percuma saja mengajak Ainsley. Dia tak akan mau," sahut Ibu.


Ains meminta maaf, ia mengaku badannya tidak enak. Dia takut jika akan merepotkan di perjalanan nantinya. Ayah dan ibu lantas pergi, Ethan juga pergi karena harus berangkat bekerja.


Setelah kepergian mereka, Ains memutuskan untuk bersih-bersih kamar kos.


Sampai detik ini Ethan belum mengajaknya untuk melihat rumah Ethan yang baru direnovasi. Ethan masih sibuk dalam pekerjaannya dan jika libur ia mengaku lelah.


Ainsley membersihkan semua yang ada di dalam kosnya termasuk membersihkan tempat tidur yang berhari-hari spreinya terkena noda malam mereka. Mereka melakukannya sudah tidak terhitung apalagi Ethan menganggap ini masih pengantin baru yang tidak boleh disia-siakan.


Ainsley membersihkan sprei dan tak lupa untuk mencucinya di mesin cuci. Ainsley mengganti sprei itu dengan sprei yang baru lalu tak lupa menyapu dan mengepel lantai kamarnya.


Pekerjaan itu dilakukan tak sampai 1 jam dan setelah selesai ia mengambil semua alat make up nya dan mulai


belajar berdandan.


Ains tidak pandai berdandan yang dia ketahui hanya cara memakai bedak lipstik beserta alis saja untuk yang lainnya dia masih belum menguasai.


Kata di internet penampilan adalah nomor 1 dan membuat suami akan betah untuk terus memandang, maka dari itu Ainsley harus pandai berdandan.


Ains berdandan mengikuti arahan di video yang dia lihat, satu persatu dia pakai sampai membentuk sebuah riasan di wajah yang cukup menor. Ains menghela nafas panjang, dia memang tak punya bakat untuk memoles wajahnya sendiri.


"Susah sekali ternyata," gumam Ains.


Wajahnya seperti badut yang wajahnya putih namun lehernya masih hitam. Saat bersamaan ada seseorang yang mengetuk pintu, Ains membukanya dan ia melihat wanita cantik yang tersenyum ke arahnya.


"Mohon maaf, kamu cari siapa?" tanya Ainsley.


Wanita itu malah memeluk Ainsley dengan erat sambil menangis pilu. Ains merasa bingung namun sebagai seorang wanita yang melihat wanita lain menangis ia menjadi tidak tega, ia mengelus punggungnya supaya menenangkan wanita itu.


"Kamu kenapa menangis?" tanya Ainsley sangat polos.

__ADS_1


"Darren...."


Ainsley mengernyitkan dahinya tatkala wanita itu menyebut nama kakaknya. Apa wanita ini kenal dengan Darren?


Ains lalu melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah wanita tersebut.


"Kamu siapa?"


"Aku Reena, mantan kekasih kakakmu. Aku baru dapat kabar jika dia meninggal? Dia dimakamkan di sana? Kenapa tidak dibawa ke Jakarta saja supaya teman-temannya bisa tahu dan datang di hari terakhirnya."


Ainsley menjelaskan jika mengirimkan suatu jenazah dari negara ke negara yang lain membutuhkan biaya yang sangat besar ketimbang membawa orang yang masih bernyawa apalagi perjalanan dari Rusia ke Jakarta sangatlah jauh. Ains juga inginnya sang kakak dimakamkan di Jakarta namun pihak rumah sakit memberikan bantuan berupa pemakaman gratis untuk Darren dan mendapat uang santunan dari mereka.


Ainsley mengajak Reena untuk masuk ke dalam kosnya untung saja Ainsley sudah bersih-bersih jadi kamar kosnya tidak terlalu berantakan.


Reena memperhatikan setiap sudut kamar kos kecil ini, dia juga memperhatikan jas dokter yang bertuliskan nama Darren. Reena mendekatinya ia memegang jas tersebut sambil meneteskan air matanya. Ainsley pun ikut menangis karena kakaknya banyak yang menyayanginya sampai tidak mau kehilangan mendiang.


Reena juga melihat sebuah jas dokter menggantung dengan nama pria lain Tentu saja itu adalah milik Ethan.


"Ethan? Itu milik sahabatnya Darren?" tanya Reena.


Ainsley mengangguk dia menjelaskan jika ia sudah menikah dengan Ethan yang merupakan sahabat dari kakaknya. Tentu saja Reena kaget karena Ethan merupakan mantan kekasihnya saat di zaman SMA.


"Ku pikir Ethan dengan Stella. Stella juga masih satu nenek denganku. Dia saudaraku dan aku kaget saat ia hendak menikah dengan orang lain," jelat Reena.


Sejak tadi Reena memperhatikan make up Ainsley yang sangat tebal bahkan seperti badut, Reena tersenyum kecil ia tahu jika Ainsley sedikit agak berbeda dari yang lain. Dia membantunya bermake up supaya jauh lebih bagus lagi dan menghapus semua make up yang sudah Ains poles dari awal.


"Make up itu tidak asal main poles saja. Harus ada permainan tangan yang apik. Biar aku bantu kamu."


"Benarkah? Terima kasih, kak."


Mereka baru saja bertemu namun langsung akrab apalagi Reena adalah orang yang baik dan asyik diajak berbicara walau dia adalah mantan pacar dari suami Ains sendiri. Reena juga bercerita jika dulu ia putus dengan Ethan karena Stella. Reena sempat berseteru dengan Stella karena bisa-bisanya merebut kekasih dari saudaranya sendiri namun pada akhirnya ia melepaskan Ethan untuk Stella dan barulah Reena memutuskan untuk berpacaran dengan Darren yang merupakan sahabat Ethan.


Percintaan mereka sangat rumit sekali sehingga Ains sangat pusing memikirkannya namun ia melihat wajah Reena seperti orang yang sangat tulus.


"Jadi kakak sudah menikah?" tanya Ainsley.


"Belum. Ku pikir aku akan menunggu Darren pulang. Dia juga menjanjikan akan menemuiku dan melamarku namun setengah tahun ini dia menghilang seolah tanpa jejak. Dia memblokir nomorku tanpa alasan yang pasti. Aku sempat menyumpahinya karena dia menjadi pria yang pengecut namun aku menyesal karena baru tahu jika Darren sakit lalu meninggal dunia," jelas Reena.


Reena mengusap air matanya sendiri. Dia terlalu bodoh untuk menilai seseorang, ia berusaha untuk tersenyum lalu melanjutkan mendandani Ainsley.


"Maaf tidak mengabari kakak, karena Kak Darren tak pernah bilang soal kakak," jawab Ainsley.


"Tak apa, haha... pasti kamu sedih karena kehilangan kakakmu. Maaf malah membahas dia," ucap Reena.


"Tak apa, aku juga sudah ada Mas Ethan. Dia sosok pengganti Kak Darren."

__ADS_1


Reena memeluknya dengan erat, sepertinya mereka akan menjadi teman baik karena Ains nyaman dengan Reena.


Reena lalu melanjutkan merias wajah Ainsley dengan cantik, dia juga mengajaknya untuk berbelanja di mall.


Mereka berangkat naik mobil Reena, melihat Reena bisa menyetir mobil sendiri membuat Ainsley iri. Dia akan meminta Ethan untuk mengajarinya menyetir.


Sesampainya di mall.


Mereka langsung menuju ke toko pakaian dan make up, jangan ditanya habis berapa! Ainsley menghabiskan uang yang diberikan Ethan kemarin sampai dua juta. Ainsley tidak sadar ketika menghabiskannya karena ia punya dunianya sendiri apalagi tentang make up, dia banyak tahu soal make upa dari Reena lalu membeli banyak peralatan make up dengan harga yang tak terbilang murah.


Sialnya, Ainsley bertemu dengan Ibu mertua serta adik iparnya. Siapa lagi jika bukan Ibu dan Sonia? Ibu kaget karena tadi pagi Ainsley mengaku tidak enak badan dan malah sekarang di mall sambil tertawa haha hihi.


"Ains!" bentak Ibu.


Ibu memotret Ainsley lalu mengirimkan pada Ethan.


"Kamu ya tadi diajak ke rumah nenek tidak mau karena alasan sakit. Sekarang malah kelayapan di mall. Dasar gadis o'on!" ucap Ibu.


Ainsley terbata-bata tidak bisa menjawab.


"Maaf, bu. Saya yang mengajak Ains ke mall. Anda ibunya Ethan?" tanya Reena.


"Lo temannya? Kok mau sih pergi sama wanita geblek kayak dia?" tanya Sonia.


"Maaf ya, kalian sesama wanita jangan menghina! Apalagi Ains adalah keluarga kalian," ucap Reena.


Ibu tidak menggubris, dia mengambil semua belanjaan Ains. Dia berdecak karena Ainsley malah membuang-buang uang Ethan.


"Ibu sering kirimkan beras, minyak, gula pada kalian supaya bisa berhemat. Apa ini beli kayak gini? Kamu itu harusnya mikir! Ethan masih membangun rumah dan belum jadi, kamu malah menghabiskan uangnya," ucap Ibu.


Para pengunjung mall mulai memperhatikan mereka sementara Ainsley hanya menunduk saja.


"Saya akan ganti uangnya. Saya yang mengajak Ainsley kok," ucap Reena. Wanita itu lalu mengambil nota yang ada di tangan Ainsley. Dia melihat total berapa yang harus ia ganti. "Dua juta seratus, saya akan ganti sekarang jadi Ibu tak perlu memarahi Ains."


Saat mengambil uang di dalam tasnya, Reena menjatuhkan kartu namanya dan Ainsley mengambil kartu nama tersebut. Dia kaget karena rupanya Reena adalah seorang dokter juga, lebih tepatnya seorang psikiater. Pantas saja saat berbicara pada Ainsley terasa nyambung sekali.


"Ini Ains uangnya, maaf sudah membuatmu dimarahi oleh Ibu mertuamu," ucap Reena.


"Jadi kamu ini dokter juga?"


Reena mengangguk. "Aku bekerja di rumah sakit X. Kamu bisa datang untuk konsultasi padaku tentang keluhanmu."


Entah mengapa Ainsley malah minder, dua mantan kekasih Ethan adalah seorang dokter sedangkan dia hanya seorang wanita penyandang autis yang hanya bisa merepotkan Ethan saja.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2