Pernikahan Dingin Dokter Ethan

Pernikahan Dingin Dokter Ethan
Bab 31 Tuduhan Stella


__ADS_3


Hari ini adalah hari pernikahan Stella dengan suaminya, semua rekannya diundang ke acara mewah tersebut dan detik itu juga Stella tidak bisa bekerja di rumah sakit karena sang suami ada di sana. Stella terpaksa berhenti bekerja untuk melayani suaminya dengan baik dan jangan lupakan dua anak dari pria tersebut yang harus dijaga Stella lalu harus dianggap anak sendiri juga.


Ethan dan Ainsley datang menghadiri pesta tersebut beserta keluarganya yang lain, Ibu Ethan semakin menjadi tidak mau menganggap Ains sebagai menantunya karena Ethan secara terang-terangan memarahi sang ibu supaya tidak menganggu Ainsley lagi. Sebenarnya Ainsley sangat sedih karena restu dari orang tualah yang paling utama untuk kelangsungan keluarga kecilnya.


Ethan dan Ainsley memakai setelan batik yang sama, mereka sangat serasi dan Ains pandai memposisikan diri layaknya orang yang normal. Ethan semakin sayang padanya seiring berjalannya waktu tapi bayang-bayang Stella dalam hubungan mereka masih terasa nyata.


Banyak tamu undangan hadir, dari rekan kerja, teman kuliah, teman sekolah, tetangga dan lain sebagainya. Mereka pikir Stella menikah dengan Ethan karena hubungan mereka sudah diumumkan sejak lama bahkan menjadi saksi dua orang tersebut tapi malah Ethan dan Stella membawa pasangan masing-masing untuk diajak ke pelaminan.


Stella merasa menang karena ia mendapat pengganti Ethan yang jauh lebih hebat dari Ethan sementara sang mantan kekasih malah menikah dengan gadis berkebutuhan khusus dan tidak ada spesialnya. Semua orang juga berpikir demikian apalagi Ethan sangat tampan dan tidak kekurangan stok wanita yang tergila-gila dengannya.


Tutup telinga. Itu hal yang dilakukan Ethan tatkala mendapat semua cercaan yang ada, ini adalah hidupnya serta yang menjalani adalah dirinya sendiri. Dia tak ingin berpusing ria mendengar celotehan dari mereka yang tidak tahu apa-apa.


Ethan mengajak Ainsley untuk mencicipi berbagai hidangan, Ains sudah lama tidak datang ke kondangan seperti ini bahkan ia mencicipi semua hidangan tanpa rasa segan. Banyak makanan Indonesia yang ia rindukan seperti sate dan gulai, sayangnya Ains tidak pandai memasak dan selama ini hanya bisa menumis biasa saja.


Kedua adik iparnya hanya memutar bola mata jengah memandang Ains yang dianggap mereka sangat rakus sekali.


"Heh, bodoh! Gak tau diri ya? Kamu itu gak dianggap di sini masih saja menunjukkan wajah pada kami," ucap Elina.


"Ku pikir pendidikan akan memintarkan orang-orang seperti kalian. Ternyata tidak, lantas untuk apa kalian tinggi-tinggi bersekolah namun menghina orang lain, eh... aku bukan orang lain, aku adalah kakak ipar kalian," jawab Ainsley tidak takut.


"Tolong jangan bawa pendidikan kami! Tak ada hubungannya dengan itu."


Ains mendekatkan diri ke dua iparnya tersebut.


"Kamu seorang pengacara memiliki sifat seperti ini. Aku yakin integritasmu perlu dipertanyakan. Jangan-jangan kamu pemilih untuk menangani kasus klienmu?" tanya Ainsley.


Elina sangat geram sekali pada Ainsley, Sonia menarik sang kakak untuk menjauhi Ains. Ainsley tertawa kecil, dia sudah tidak mau ditindas oleh orang lain karena Ethan meyakinkan dirinya supaya jika ada yang menghinanya langsung tebas saja jangan kasih ampun.


Ains melanjutkan makan bakso dan siomay sementara Stella yang ada di atas pelaminan masih menatap Ethan yang sedang mengobrol dengan temannya. Dibanding suaminya masih kalah jauh dengan ketampanan Ethan bahkan semua wanita tertuju kepadanya.


"Stella, aku turun sebentar," ucap suaminya tersebut.

__ADS_1


Stella mengangguk, pria tua itu entah hendak pergi ke mana. Stella tidak peduli dan asyik memandang ketampanan Ethan dari atas pelaminan. Delapan tahun bukanlah waktu yang singkat, suka duka mereka lewati dan bahkan sebelum menjadi dokter seperti saat ini.


"Mana pengantin prianya?" tanya seorang wanita.


Stella melihat Reena yang ada di depannya, ia langsung memeluk saudarinya tersebut. Mereka memang sudah jarang berkomunikasi apalagi Stella juga menjauh dari Reena.


"Selamat menempuh hidup baru. Suamimu juga tak kalah dari Ethan," ucap Reena.


"Iya, terima kasih Kak Reena. Aku juga akan menunggu undangan dari kamu."


Reena tersenyum kecil lalu memandang mata Stella yang tertuju pada Ethan.


"Ingat Stella! Kamu sudah menikah dan Ethan juga sudah menikah. Aku memperingatkanmu supaya tidak merusak rumah tangga Ethan."


Stella menatap Reena dengan lekat. "Kak Reena puas melihat aku tidak jadi menikah dengan Ethan? Itu 'kan tujuan kakak datang ke sini untuk mengejekku?"


Reena memelototi Stella sehingga saudarinya itu takut, Stella memang tidak berubah sejak dulu bahkan memiliki sifat yang tidak mau tersaingi oleh siapapun.


Reena menghampiri Ainsley membuat Stella kesal, ternyata benar jika saudarinya itu ada dipihak Ains dan menertawakannya. Tangan Stella mengepal seolah dendam pada mereka, ini belum apa-apa karena sebentar lagi dia akan melakukan rencana besar.


Ethan pergi meninggalkan tempat itu dan mencari kamar mandi, Stella menyelenggarakan di ballroom hotel mewah. Ethan masuk ke dalam kamar mandi dan tak berselang lama kemudian Stella masuk ke dalam sana.


"Ethan?"


"Stella? Kamu gila? Ini kamar mandi pria, apa yang kamu lakukan di sini?"


Stella memporak-porandakan sanggul serta baju kebaya pengantinnya. Bibir merahnya juga ia obrak-abrik seolah dicium dengan beringas. Ethan hanya diam saja sampai perempuan itu berteriak keras.


"Aaaah... jangan! Jangan Ethan! Jangan perkosa aku! Aku sudah menikah! Jangan! Aaaaah...."


"Sinting kamu!" ucap Ethan tanpa mendekati Stella.


Stella keluar dari kamar mandi sementara beberapa orang kaget karena penampilan pengantin wanita sudah seperti itu.

__ADS_1


"Tolong! Aku diperkosa...."


Ethan keluar dari kamar mandi dan beberapa orang memandangnya dengan tajam. Suasana menjadi ricuh apalagi Stella berlari menuju ke keramaian tamunya yang sedang makan. Stella berakting sedemikian rupa seolah diperkosa.


Ethan didorong oleh orang-orang tadi sampai terjatuh ke lantai. Ini fitnah, dia tak melakukan apapun pada Stella di dalam kamar mandi. Suami Stella tentu saja tidak terima, dia memukul Ethan berkali-kali karena tidak terima istrinya diperlakukan seperti ini.


"Ini fitnah!" teriak Ethan.


Ainsley langsung memeluknya dengan erat, dia tak memperbolehkan orang lain memukul suaminya kali tatkala keluarga Ethan yang lain hanya memandang saja. Ayah Ethan pun tak bisa berkutik bahkan seolah percaya permainan Stella.


"Jangan pukuli Mas Ethan!" teriak Ainsley sambil menangis memeluk Ethan yang sudah bersimbah darah.


"Stella, buktinya apa jika Ethan emperkosamu?" tanya Reena.


Dia adalah seorang psikolog dan tentu saja bisa melihat mimik wajah yang nampak berbohong.


"Kita sama-sama perempuan kenapa kamu malah bertanya seperti itu? Pengakuan korban itu sudah lebih cukup ketimbang bukti," ucap Stella.


"Mas Ethan baik, dia tidak seperti itu," ucap Ainsley.


"Kamu tahu apa tentang Ethan? Suamimu itu selama ini terus menggodaku bahkan meminta untuk bertemu secara diam-diam. Kamu tidak tahu 'kan jika Ethan sedang membangunkan rumah untukku?" tanya Stella dengan berteriak pada Ainsley.


Ains menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya, rumah itu milik Ethan sendiri dan akan dihuni dalam waktu dekat. Semua orang sudah sangat geram pada Ethan, mereka main hakim sendiri dan terus melanjutkan serangan pada Ethan. Ains memeluk suaminya dengan erat untuk melindunginya, dia juga terkena tendangan dan pukulan dari masa yang sedang mengamuk tersebut.


"Jangan pukuli suamiku! Aku tidak punya siapa-siapa lagi! Maafkan suamiku!" teriak Ainsley.


Beberapa orang masih ada dipihak Ethan termasuk Azam, mereka memisahkan masa yang mengamuk tersebut dengan Ethan. Ayah juga membantu putranya yang sudah berdarah-darah, ia sangat bodoh karena tidak bisa melindungi putranya sendiri.


"Panggilkan polisi!"


...****************...


Aduh, gimana nih? Ethan dituduh guys!!!

__ADS_1


__ADS_2