
Little Princess Kesayangan Bos Mafia (Obsesi Tak Bertuan)
Mata hijau yang terpancar dari seorang bayi yang di temukan oleh Zafeer Adam Dilliager membuat pria itu terobsesi untuk memilikinya. Hingga tak di sangka, perjalanannya di Ankara, Turki membuat Adam malah menculik putri semata wayang dari keluarga Yaz Benazir.
Bagaimana kegilaan seorang Adam dalam menjaga putrinya itu dari segala musuh yang menghadang? Lalu, apakah perasaan itu akan semakin menyeruak saat Allaine tumbuh menjadi gadis yang amat mempesona semua mata?
Kisah Adam dan Allaine akan hadir di bulan ke-lima tahun ini!
Salam Author Prince Aurora || 🐨
💖💖💖
BAB 001 - Kegilaan Bos Mafia
Hai Hai Hai !!!
Kembali lagi bersama Author Prince Aurora, kali ini author akan datang dengan Novel terbaru dan insya Allah lebih menarik dari sebelumnya. Novel itu berjudul Little Princess Kesayangan Bos Mafia (Obsesi Tak Bertuan).
Novel ini akan rilis bulan kelima tahun ini!
__________
Huh!
Adam, pria berusia dua puluh satu tahun itu menghela nafas panjang. Lengan kekarnya memangku seorang bayi perempuan yang dia temui beberapa waktu lalu, tidak pernah di pikirannya akan menculik seorang bayi mungil. Bisa di perkirakan bahwa usianya masih menginjak dua bulanan.
"Tuan, pesawat sudah siap di tempat."
Adam mengalihkan pandangannya dari sang bayi, menatap tajam pria di hadapannya, lalu mengangguk tanda mengerti.
Pria itu melangkahkan kakinya menuju lantai atas Hotel Al-Bujra, ketika sampai bisa dilihat pesawat pribadinya, pesawat bombardir Global 7000 yang di rancang untuk menjadi jet pribadi khusus. Pesawat yang dimiliki oleh pria berkebangsaan Rusia itu memiliki harga senilai US$ 73 juta. Kabin yang dapat dikonfigurasi dalam berbagai cara, termasuk dengan ruang makan lengkap dan teater multimedia.
Global 7000 bahkan tersedia dengan kamar tidur pribadi. Ini merupakan opsi penting, mengingat Adam yang seringkali melakukan perjalanan dengan jarak pesawat lebih dari 8.500 mil – yang berarti seperti terbang tanpa henti dari New York ke Sydney, Australia misalnya.
Tangisan bayi yang di gendong oleh Adam hampir tak terdengar dengan dominasi suara angin yang cukup kencang.
"Cup, cup, cup, baby. Tenang ya..." Sontak para pengawal yang berada di sekitar Tuan-nya nampak tercengang. Bagaimana ini adalah pertama kalinya Zafeer Adam Dilliager berkata begitu lembut? Usapan pada pipi bayi mungil dengan mata hijau itu nampak menggeliat, mata bulat dengan kiasan bintik-bintik emas di sekitarnya menambah kesan paripurna bagi Allaine.
__ADS_1
Ya! Adam menamai bayi mungil itu dengan Allaine Princess Dilliager.
Putri semata wayangnya itu kini akan menjadi bagian dari hidup Adam. Debaran jantung Adam kian terasa jelas, matanya memancarkan sebuah perasaan yang begitu asing bagi pria itu.
Apakah dirinya mencintai bayi balita itu?
Adam terus melangkahkan kakinya, menaiki pesawat dihadapannya itu. Semua telah siap, kini dirinya akan membawa Allaine, little princess-nya untuk menuju kehidupan baru. Kehidupan dimana musuh begitu buas dan cinta yang di rasakan makin melebar menyebar setiap sendi-sendi di dalam tubuhnya.
Mungkin cukup gila!
Namun, untuk pertama kalinya Adam merasakan perasaan asing itu. Dirinya akan menunggu Allaine hingga dewasa nanti. Hanya perlu menjaga untuk menuai atas apa yang dia telah lakukan. Dirinya pasti akan sanggup menunggu Allaine tumbuh menjadi gadis cantik jelita. Hanya perlu bersabar.
Ya! Hanya bersabar saja. Adam mencintai gadis kecilnya itu, little princess-nya!
Allaine Princess Dilliager.
💖💖💖
Moskow, Rusia.
Tidak terasa, setelah tiga jam lebih dua puluh menit berlalu. Pesawat yang membawa Adam beserta rombongan kini telah sampai di halaman Mansion Dilliager.
Adam melangkahkan kakinya masuk menuju gerbang Mansion Dilliager. Para pelayan menyambut kedatangan sang tuan dengan antusias setelah sebelumnya Gulsen, sang pengawal pribadi memberitahukan seisi Mansion Dilliager kabar mengenai bayi mungil yang akan datang bersamanya.
"Selamat datang, Tuan."
Adam mengentikan langkah kakinya, kemudian berbalik menghadap seluruh pelayan dan penjaga yang ada. Pria itu masih menimang-nimang Allaine kecil dalam gendongannya.
"Hari ini aku akan memberitahukan kepada kalian semua mengenai sosok bayi di gendonganku ini. Perkenalkan dia adalah Allaine Princess Dilliager, putri angkatku. Kalian harus menjaga dan melindunginya lebih dari diri kalian sendiri.
Paham?"
Suara dingin dan tegas itu menggema, berbeda dengan saat Adam berinteraksi bersama Allaine. Suaranya sangat lembut, seperti berbisik pada kaca yang begitu mulia. Perkataan Adam itu mendapat balasan dari bawahannya itu.
"Baik, Tuan. Kami paham."
"Ma'az, perketat kembali penjagaan mansion. Lalu, tutup seluruh akses mengenai Allaine-ku dari Negera Turki hingga seluruh dunia beserta musuh-musuhku." Tegas Adam.
"Baik, Tuan." Ma'az memberi hormat lalu segera menyusul keluar Mansion beserta kawannya, Gulsen.
__ADS_1
Seluruh pelayan dan pengawal Mansion Dilliager kembali melanjutkan pekerjaan yang tertunda. Adam bergegas menuju ke lantai dua. Letak dimana kamarnya berada. Langkah kakinya yang tegap melangkah melewati anak tangga dengan ornamen nuansa emas, memberikan kesan megah nan indah.
Clik!
Kamar Adam terbuka..
Di dalamnya telah ada box tempat tidur Allaine-nya. Adam sebelumnya telah memerintahkan kepada pelayan untuk segera mempersiapkan segala kebutuhan yang akan dia gunakan dalam mengurus Allaine kecil.
Tempat tidur yang berada di samping ranjangnya, kemudian lemari berwarna putih telah di siapkan untuk kebutuhan pakaian bayi mungil bermata hijau itu.
Dirinya sengaja menempatkan princess kecilnya itu dalam satu ruangan yang sama. Dirinya sendiri yang akan menjaga Allaine sepenuh hati, tanpa terlalu membutuhkan pengasuh. Entah kenapa, tapi saat ini Adam belum rela jika ada orang yang akan menyentuh Allaine selain dirinya.
Ya! Hanya dirinya.
"Princess Daddy, tidur ya. Cup, cup, sayang..."
Ucap Adam lembut. Matanya menelisik setiap sudut wajah kemerahan itu. Usapan lembut pada Allaine kecil membuat bayi itu menguap, mengusap wajahnya. Hingga membuat seorang Adam terkekeh geli melihatnya.
Cup!
Kecupan di dahi manis Allaine mengakhiri gendongan Adam. Pria itu meletakkan Allaine kecil di dalam box tempat tidurnya. Senyuman tipis dia layangkan pada Allaine, princess-nya.
Setelah menunggu beberapa saat, Adam bergegas menuju kamar kecil guna membersihkan tubuhnya. Kucuran air shower dalam kamar mandi tak membuat Adam mendengar suara tangisan Allaine. Hingga tangisan itu menjadi-jadi..
Click!
Adam keluar dari kamar mandi, sontak mendengar suara tangisan yang dia tahu itu siapa membuat Adam belingsatan menuju box Allaine. Tanpa mempedulikan tubuhnya yang hanya di balut dengan handuk sebatas pinggang, Adam memangku Allaine. Pria dua puluh satu tahun itu membawa Allaine dalam gendongannya menuju teu di jendela kamar. Hal itu membuatnya dapat melihat halaman belakang Mansion Dilliager.
Puluhan lampu taman hias menyertai pandangan pria itu, pancuran air di tengah-tengah halaman menambah kesan damai dalam pandangannya. Hatinya begitu tenang saat melihat sang putri.
Adam begitu mensyukuri nikmat bagaimana Tuhan mempertemukannya dengan Allaine kecil, bayi mungil dengan mata hijau yang menyengat indera penglihatannya.
Gila!
__________
Jangan lupa like, vote, favorit, komentar, hadiah, rate, dan follow author sebagai bentuk dukungan dari kalian semua ya reader's. Tak ada artinya author tanpa kalian semua, so happy for you! 😍😍
Novel akan mulai rilis tanggal 5 bulan 5!!!
__ADS_1