Pernikahan Dingin Dokter Ethan

Pernikahan Dingin Dokter Ethan
BAB 60 Season 2 SMN


__ADS_3

Selama jarum jam masih berdetak, energi di musim kedua kisah kita akan terus menganak dan menanjak. Dengan buah hati yang kita cinta, dan tentang aku dalam labirin-labirin rindu di sela-sela keringat rasa kalbu padamu. Kai, aku tidak tahu jika menunggu dirimu setelah satu malam itu akan melahirkan dermaga indah untuk akhir kisah kita. Aku tidak tahu, jika hati ini masih kuat dan dalam mengukir nama mu, Kaisar Claude Sturridge.


Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.


Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰


Lagi-lagi rindu akan kisah lalu menyeruak tak terkira. Begitupun dengan kisah hidup Nathalie dan Kaisar. Setahun lalu, takdir mengaitkan kisah cinta mereka dengan akad dan janji-janji Kaisar kepada Nathalie.


Delapan ribu enam ratus tujuh puluh dua jam telah berlalu. Konversi kehidupan telah berpulang dan datang. Setelah satu bulan pernikahan Nathalie dan Kaisar, Daddy Kaisar dan Nathalie, Darius telah berpulang berjumpa dengan Mommy Arabella.


Hal itu menjadi pukulan telak bagi Kaisar dan Athena. Telah di tinggalkan oleh orang tua tercinta mereka. Tak selang beberapa minggu, keluarga Sturridge mendapat kabar duka kembali.


Grandpa Aslan, menyusul pergi.


Kubangan langit malam yang hitam menjadi saksi bisu dengan penurunan tahta perusahaan jatuh kepada Kaisar Claude Sturridge untuk memimpin perusahaan warisan keluarga Sturridge.


Di sisi lain, kabar duka itu dapat terobati dengan berita kehamilan Nathalie. Setelah kejadian itu, Faiz dan Athena serta putra tampan mereka, Fahrizal dengan tegas akan menetap di Jakarta. Selain Faiz yang akan membantu Kaisar mengelola perusahaan tapi keluarga mereka yang tersisa hanyalah di Indonesia saja.


Shine dan Gamal yang telah menikah satu bulan lalu. Kehidupan yang romantis dengan Shine yang dapat menerima cinta Gamal di acara pesta kehamilan 4 bulanan Nathalie, tepatnya yang di adakan di Mansion Sturridge.


Setelah ini, kisah masuk dalam musim ke dua Nathalie dan Kaisar...


...dimulai.


Waktu terus berjalan, hingga tidak terasa kehamilan dari Nathalie telah memasuki bulan kelima, atau dua puluh satu minggu. Dan karena kandungannya yang telah membesar itu, membuat Kaisar semakin protektif, bahkan kadang-kadang calon papi itu akan mengambil cuti selama seharian, hanya untuk menemani istrinya di rumah, dengan beban yang menggunung di serahkan kepada sang asisten, Ansel.


Nathalie tentu sangat senang, karena sang suami lebih banyak menghabiskan waktu untuknya, walaupun kadang-kadang ia akan marah-marah juga pada Kaisar. Tapi begitulah seorang wanita hamil, yang mood-nya bisa kapan saja berubah, tanpa bisa di prediksi.


Para bunda di sini bagaimana saat hamil?


Seperti hari ini, karena memang ini adalah jadwal untuk Kaisar libur, meeting dapat di ganti ya Papi Kai!! Maka hari ini ia membawa istrinya ke sebuah tempat, yang di penuhi oleh pemandangan hijau menyejukkan mata. Apalagi, ada sebuah danau di depan mata mereka sekarang.


Terasa begitu nyaman tempat tersebut, hingga mereka yang telah tiga puluh menit duduk di hamparan rumput dengan beralaskan tikar, terlihat masih sangat betah di sana.


"Kai," panggil Nathalie dengan sengaja, ingin memancing suaminya untuk kesal. Karena semenjak cara memanggilnya pada pria itu ia ganti, maka Kaisar suka kesal sendiri, ketika tiap kali istrinya itu akan memanggil namanya.

__ADS_1


"Sayang, aku mengajak kamu kesini, bukan buat bikin aku kesal ya," ucap Kaisar sambil menyuapi potongan buah melon pada sang istri.


Hehehe


Nathalie cengengesan mendengar kalimat dari Kaisar. Tapi bukannya mau berhenti, ia malah makin ingin menggoda suaminya, agar semakin kesal padanya.


"Siapa juga yang mau buat kamu kesal sih?" Tanya Nathalie dengan tenang. "Kaisar, kan aku panggil nama kamu, bukan nama pria lain," lanjut wanita itu lagi.


Cup!


"Sebaiknya kamu diam, terus makan buahnya saja. Karena kalau tidak begitu, aku menjamin bibir kamu berakhir bengkak nantinya." Ucap Kaisar dengan bibir tersungging di wajahnya.


"Ih Papi, jangan mesum di tempat umum. Disini ada banyak orang lho," ucap Nathalie yang di tanggapi senyuman oleh Kaisar, sebelum ia membalas perkataan dari istrinya itu.


"Siapa juga yang mau mesum si sayang," sangkal Kaisar.


"Itu tadi kata kamu, mau buat bibir aku bengkak. Maksudnya apa coba, kalau kamu bukan mau mesum?" Tanya Nathalie, yang lagi-lagi membuat Kaisar melengkungkan senyumannya.


Bahagia.


Itulah yang di rasa Kaisar, baginya Nathalie adalah segala-galanya.


"Ish! Awas saja kalau sampai kamu berani. Nanti aku teriak bilang kalau kamu itu pencuri," ucap Nathalie yang terselip sebuah ancaman di kalimatnya itu.


"Pencuri hati kamu maksudnya kan, sayang?" Tanya Kaisar, mengedipkan matanya genit.


"Idih kamu tidak jelas banget sih," decak Nathalie.


"Nah itu, kamu buat jadi lebih jelas dong sayang," ucap Kaisar.


"Ih kesel deh aku sama kamu," ucap Nathalie sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Sayang, jangan merajuk dong. Iya deh, aku minta maaf. Kan aku cuma mau balas godaan kamu saja tadi. Kan kamu yang mulai dulu. Aku cuma ikuti kamu saja," ucap Kaisar mencoba membujuk. Tapi, bukannya terbujuk, Nathalie malah semakin merajuk padanya.


"Jadi, semuanya salah aku? Hiks kamu jahat...," tanya Nathalie yang sekarang mulai terisak kecil, hingga Kaisar jadi kalang kabut sendiri.

__ADS_1


"Aduh sayang, bukan begitu maksud aku. Please jangan menangis ya," pinta Kaisar.


"Baby, Papi kamu jahat sama Mami," bukannya menanggapi perkataan dari Kaisar, Nathalie malah mengajak bicara bayi yang berada di perutnya.


"Sayang, maaf. Sudah jangan menangis lagi ya, mending sekarang kamu pukul aku deh. Yang penting, kamu jangan menangis lagi," ucap Kaisar sampai menawarkan dirinya untuk di pukul istrinya.


"Sudah ah, malas aku sama kamu. Aku mau ke mobil aja," balas Nathalie yang sekarang mencoba berdiri dari posisi duduknya, yang mau di bantu oleh Kaisar, tapi langsung di tepis oleh wanita hamil itu.


"Sayang, sini biar aku bantu. Kamu bakal susah lho berdirinya kalau tidak aku bantu," ujar Kaisar.


"Tidak usah, aku bisa sendiri kok. Cuma mau berdiri, bukan mau berlari. Tanpa kamu, aku masih bisa melakukannya," ucap Nathalie dengan sifat keras kepalanya itu.


Huh!


Sabar, sabar, dan hantam ya Kai!


Mami muda merajuk!


Helaan napas langsung terdengar keluar dari mulut Kaisar. la tidak membalas perkataan istrinya lagi, tapi kini ia menggendong tubuh istrinya ke arah mobil terparkir, dengan mengabaikan teriakan dari istrinya itu yang meminta untuk turun.


"Sudah aku bilang, aku bisa sendiri ya berarti bisa sendiri. Kenapa kamu malah gendong aku sih?" Omel Nathalie, ketika Kaisar telah mendudukkannya di jok mobil bagian depan.


"Aku cuma tidak mau, kamu menyusahkan diri kamu sendiri sayang. Lagian, langit sekarang sudah mulai mendung, nanti kamu keburu kena hujan, kalau aku biarin kamu tadi," ucap Kaisar yang membuat Nathalie langsung melihat ke arah langit dan perkataan suaminya itu tidaklah bohong. Karena, langit yang tadinya terlihat begitu indah, sekarang telah tertutup dengan awan gelap.


Cup!


Satu buah kecupan tiba-tiba Nathalie berikan di pipi sebelah kiri suaminya, tanpa di minta sekalipun.


"Maaf, aku sudah bertingkah kayak anak kecil tadi. Kamu pasti marah kan sama aku," ucap Nathalie sambil menundukkan kepalanya.


"Sayang hey, aku bukan marah sama kamu. Karena aku mengerti, posisi kamu yang lagi hamil sekarang," ucap Kaisar sambil mengangkat dagu istrinya agar bisa menatap kearahnya.


"Terima kasih, karena kamu selalu mengerti dengan keadaan aku. Padahal, selama ini aku masih saja sering tidak mau mengerti kamu," ucap Nathalie dengan lengkungan senyum di wajahnya.


"Sudah tidak apa-apa sayang," ucap Kaisar. "Kamu tunggu disini sebentar ya, aku mau beres-beres barang kita yang ada di luar dulu," lanjut pria itu yang di angguki oleh Nathalie.

__ADS_1


Sementara menunggu suaminya, Nathalie menyibukkan dirinya dengan melihat postingan baju-baju bayi yang ada di sosial media. Baju untuk sang baby Papi Kai dan Mami Nath. Hahahaha.


Kau tahu, dalam setiap perjalanan kita. Tidak banyak yang ingin aku miliki di dunia ini, Nath. Cukup kamu sehat dan bahagia, baby kita yang lucu, dan aku harap, aku adalah pria yang akan ada di samping dirimu. Semoga kau terus dapat menggenggam jari-jari ini, dalam badai peluh terjatuh dan kasih yang terus kita kayuh.


__ADS_2